15 Januari 2018

Resep Nugget Pisang


Resep Nugget Pisang JTT

Sudah banyak sekali pembaca JTT menanyakan mengenai resep nugget pisang, terus terang saya belum berani mengeksekusinya karena belum pernah melihat penampakan makanan ini secara langsung. Walau belum pernah tapi sebenarnya saya sudah memiliki gambaran akan bentuk dan rasanya. Bernama nugget maka pasti tampilannya tidak jauh-jauh dari nugget ayam, dan karena ini pisang maka pastilah terbuat dari pisang yang dilumatkan. Gambaran tersebut mengingatkan saya akan bingka pisang, jenis kue yang pernah  dicoba dahulu kala.

Rasa penasaran akan makanan ini membuat saya iseng berteriak dari meja, "Ada yang sudah pernah makan nugget pisang belum?" Jawaban langsung datang seketika. "Sudah! Biasalah, adonan pisang dikasih tepung panir dan digoreng. Dekat rumah ada yang jual," kata Mba Ade. "Biasa saja rasanya, nggak oke-oke banget. Aku nggak terlalu suka. Ada yang jual pakai topping macam-macam, keju atau coklat," jawab Mba Ani. Saya manggut-manggut dan semakin yakin dengan bayangan di benak. 


Resep Nugget Pisang JTT
Resep Nugget Pisang JTT

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Minggu lalu, Pak Freddy, salah satu direktur di kantor, membawa sekotak nugget pisang. Beliau membelinya dari gerai nugget pisang yang baru dibuka di Mal Ambassador. Bayangan saya akan makanan ini sama sekali tidak meleset. Nugget pisang berbentuk potongan adonan pisang yang dilumuri dengan breadcrumbs dan digoreng. Potongannya tipis, ukurannya kecil-kecil dan rasanya tidaklah terlalu istimewa. Walau namanya mengandung kata pisang, namun saya sulit menemukan potongan buah ini didalamnya. Berbekal rasa kecewa dan ingin menghadirkan nugget pisang versi yang lebih sedap, weekend lalu saya pun mencobanya sendiri di rumah. Saya akui versi buatan sendiri lebih sedap!

Beruntungnya saya yang tinggal di dekat pasar, pisang selalu tersedia setiap hari dan harganya murah. Seorang penjual pisang yang mangkal didekat parkiran bajaj kerap mengobral pisang afkiran yang sudah terlalu matang atau kurang memiliki bentuk cantik. Pisang-pisang afkiran ini dikelompokkan tersendiri dalam satu gunungan dan setiap kali perlu untuk membuat aneka kue dari bahan pisang maka saya selalu membelinya. Bagi saya, tampilan pisang bukan menjadi masalah besar, toh buah tersebut tidak akan disantap segar. Berbekal uang sepuluh ribu rupiah, saya sudah mendapatkan sekantung plastik besar pisang ambon yang sedap. Terkadang saking banyaknya, sebagian besar pisang saya kupas dan bekukan di freezer.  Pisang beku walau sudah tidak oke lagi untuk dimakan segar namun tetap sedap sebagai smoothie, bahan kue atau es krim pisang. 


Resep Nugget Pisang JTT
Resep Nugget Pisang JTT

Sebagaimana penjelasan saya di paragraf awal, maka pisang nugget sebenarnya mirip-mirip bingka pisang, jadi saya melakukan modifikasi dari resep sebelumnya. Bedanya jika bingka pisang dipanggang di oven maka adonan pisang nugget saya kukus sebentar diatas kompor. Apakah adonan pisang nugget ini bisa dipanggang dan menjadi bingka pisang? Yep, tentu saja bisa. Terus terang saya penggemar berat bingka pisang, aroma pisang menjadi lebih nendang tatkala adonan dipanggang.  Agar rasa nugget lebih spesial, saya menambahkan susu kental manis (skip jika dirasa merepotkan) dan keju cheddar parut. Porsi keju disesuaikan dengan selera ya, jika ingin rasa nugget pisang yang lebih cheesy maka tambahkan porsi keju parutnya. 

Proses membuat adonan hanya diaduk-aduk saja, saran saya jangan melumatkan pisang sampai benar-benar hancur. Sedikit potongan kecil akan membuat adonan menjadi lebih cantik. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam loyang dan dikukus hingga keras dan matang. Nah agar nugget tidak hancur kala dipotong-potong maka diamkan hingga benar-benar dingin. Tekstur nugget padat tapi tidak lembek, jadi jika anda menginginkan nugget pisang yang lebih lunak maka tambahkan porsi pisang dan susu cair, atau jika menginginkan tekstur yang lebih keras maka tambahkan porsi tepung terigu. 


Resep Nugget Pisang JTT
Resep Nugget Pisang JTT

Sebagaimana membuat chicken nugget umumnya, maka potongan nugget perlu dilumuri dengan telur kocok. Nah agar lebih menghemat telur dan mengurangi rasa amis saya menambahkan susu cair ke dalam kocokan telur, skip susu jika dirasa terlalu ribet. Nugget pisang kemudian digulingkan ke tepung panir atau breadcrumbs, saya lebih suka breadcrumbs karena butirannya yang kasar membuat nugget lebih crispy ketika digoreng. Tidak ada breadcrumbs atau tepung panir? Gunakan biskuit keju atau crackers keju yang dihancurkan sebagai penggantinya.

Apakah bisa menambahkan bahan lain didalam adonan? Yep, tentu saja bisa. Mungkin choco chips, potongan DCC, atau kismis bisa menjadi alternatif lainnya selain keju parut. Jadi gunakan bahan apapun yang ada dipantry anda saat itu, selama itu cocok. 😃


Resep Nugget Pisang JTT

Nugget pisang kini hadir dengan aneka macam ragam topping, seperti keju parut, serutan coklat, mayonnaise, taburan kacang tanah yang dihancurkan. Versi yang saya suka hanyalah keju parut dan susu kental manis, sama seperti topping kegemaran untuk pisang bakar. Makanan ini paling sedap disantap kala masih hangat, saat itu keju parut menjadi lumer dan kolaborasi dengan susu kental manis memberikan rasa yang mantap!

Berikut resep dan prosesnya ya.


Resep Nugget Pisang JTT

Nugget Pisang
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk sekitar 25 potong pisang nugget

Tertarik dengan resep pisang lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Bolu Pisang Coklat Super Pisang
Pisang Goreng Pasir 

Donat Pisang

Bahan:
- 400 gram pisang, saya pakai pisang ambon, bisa pakai pisang apapun yang matang
- 1/2 sendok teh garam
- 50 ml susu kental manis 
- 1 sendok teh vanilla extract (atau 1/4 sendok teh bubuk vanili)
- 150 gram gula pasir
- 2 butir telur, kocok lepas 
- 170 gram tepung terigu serba guna
- 300 ml susu cair
- 50 gram keju cheddar parut

Bahan pelapis:
- 1 butir telur + 50 ml susu cair, kocok hingga rata
- breadcrumbs untuk menggoreng

Cara membuat:


Resep Nugget Pisang JTT

Siapkan loyang, diamater 20 cm. Olesi loyang dengan carlo (campuran 1 sdm tepung terigu + 1 sdm minyak + 1 sdm margarin). Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan pisang, garam, susu kental manis, vanilla extract dan gula pasir, hancurkan dengan garpu hingga lumat. Tambahkan telur, aduk rata. 

Tambahkan tepung terigu dan susu cair secara bergantian sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diaduk dengan spatula hingga rata. 

Resep Nugget Pisang JTT

Tuangkan adonan ke dalam loyang. Kukus selama 25 - 30 menit hingga adonan keras dan matang. Keluarkan dari kukusan, biarkan hingga dingin, balikkan nugget ke sebuah talenan dan potong-potong sesuai selera.

Masukkan potongan nugget ke dalam kocokan telur, lumuri dengan breadcrumbs dan goreng di minyak panas yang cukup banyak hingga permukaannya kuning kecoklatan. Gunakan  api sedang saat menggoreng. Angkat dan tiriskan.

Sajikan nugget pisang dengan taburan keju cheddar parut dan susu kental manis. Yummy!




40 komentar:

  1. Mbak Endang...kulit pisang bisa dibuat pupuk kompos kan?gmn mbak kabar pupuknya mbak Endang,untuk bertanam apa mbak?#kepo gak penting
    Nur_padasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nur, bisa mba, basicnya semua bahan organic bs dibuat kompos hanya saja waktunya menjadi kompos saja berbeda2.

      belum saya buka wadah komposnya, sepertinya belum jadi karena butuh waktu berbulan2 juga. saya menyesal tidak siapkan wadah paling tidak 3 pot besar, jadi bisa nampung banyak hiks

      Hapus
  2. Di kampung saya malah ada tuh nugget pisang yang pisangnya langsung digoreng pake tepung panir kemudian ditaburi aneka topping. Jadi tidak perlu dikukus dulu.

    Kalau saya sih, biasanya goreng pisang trus diberi krimer kental manis dan ditaburi meises atau keju parut. Itu aja udah enak banget rasanya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ima, nah kalau dijakarta itu disebut psang goreng pasir tapi dimodif pakai aneka topping, enakk banget, saya sukaaaa

      Hapus
  3. wowwwwwwwwwww..!! nugget pisang sangat meltinggg teringin nak cuba satu hari nanti..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Julie, ahhh saya pernah minta resep kari ayam yaaa. apakah ada diblog Umai Sagu? Kalau ada akan saya cek kesana hehehehe. Saya suka ngileeer sama masakan di blognya, enaak2!

      Hapus
  4. Halo mb Endang, salam kenal ��. Selama ini sy silent reader blognya mb...beberapa resep sdh sy coba dan semuanya sukses di percobaan pertama. Senangnya...skrg ini resep2 mb jd favorit klrg sy. Terimakasih mb sdh menginspirasi utk berkreasi di dapur.

    Resep nugget pisang ini sepertinya mudah utk dicoba, dan pastinya enakk kbtln kami seklrg pencinta pisang ��. Ga sabar buat praktek hehe
    Salam dr pulau dewata mb ☺
    ~Anggraeni~

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Mba Anggraeni, thanks sharingnya ya, senang resep2 JTT disuka, sukses yaa

      Hapus
  5. Hai Mbak Endang, wah jadi keinget dulu waktu nugget pisang blm booming pernah bikin nugget pisang ala ala, gak pake takeran asal cemplung aja gara-gara sempet bosen goreng pisang gitu mulu, bsok hrs coba yg pake resepnya mbake, mesti lbh okee, uwaah pisang gada matinyaa hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nara, hehehhe saya rasa mirip2 saja, pakai takeran atau cemplung2, karena sama2 berasa pisang ehehhehe

      Hapus
  6. Sudah memasak nugget pisangnya mbak....enak... rasa pisangnya mantap....kbetulan habis panen pisang kepok....pake yg kulitnya sdh tdk cantik ternyata dalamnya msh bagus kok...tak bikin 2 versi mbak...kukus dan panggang sama2 enak...^_^ ^_^
    Mbak skalian tanya waktu membuat burger bun...setelah dingin kok kulitnya sedikit keriput...kenapa ya mbak...(:-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya ya Mba, wah senang sekali resepnya disuka, sepertinya saya suka versi panggangnya.

      keriput bs karena terpapar udara, kurang pelembab, oles dengan margarin kala roti masih hangat dan segera bungkus mba

      Hapus
  7. Hi Mbak Endang, salam kenal. Saya sedang iseng cari resep nugget pisang karena tiba2 penasaran pengen coba, gugel mengantar ke blog ini. Daripada beli, kayaknya lebih sehat (dan murah) bikin sendiri. Kebetulan mertua suka seneng pisgor, siapa tau doyan juga pisgor kekinian ini. Thank you, Mba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Mba Jane, moga suka dengan resepnya ya, sukses selalu!

      Hapus
  8. Assalamualaikum mbak Endang
    Setelah dikukus bisa disimpan di kulkas? Berapa lama ya? Buat bekal sekolah anak-anak����
    Tati, Kendari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Tati, bisa tahan 3 - 4 hari dalam wadah tertutup ya Mba.

      Hapus
    2. Assalamualaikum mbak Endang,
      Udah dicoba, enak banget, malah ga sempet digoreng udah habis aja. Anak2 suka, kejunya sy campur sekalian di adonan. Trims ya resepnya..
      Tati, Kendari

      Hapus
    3. hahahah, iya, dimakan begitu saja sudah enak, dipangang juga oke Mba, jadi gak perlu minyak hehehhe

      Hapus
  9. Mba endang, maaf sy salah ngerti ato gmn ya..☺ itu adonan nuggetvsbelum dikukus kayaknya dimasukkan parutan keju jg ya?? Ato gmn ya..punten klo sy salah..heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, adonannya saya masukkan parutan keju mba, saya aduk. Keju ditaburkan lagi ketika sudah digoreng

      Hapus
  10. hai mba endang,saya mau coba resep nya ya..kalo nanti hasil masakan saya enak,saya mau jual online di medsos saya nanti itung2 nambah penghasilan suami..

    BalasHapus
  11. mbak endang assww krn lihat di IG.mbak sy penasaran mau buat nuggetpisang ini dan hasilnya enak banget cuma kemanisan.Buat yg berikut2nya gula dan SKM saya kurangi mbak. Lebih pas di.lidah saya. alhamdulillah. Sudah bisa pamer lho buatin yg ulang tahun. Terimakasih ya mbak...kalau dipanggang apakah sama ingridients nya? berapa delci mbak selama berapa lama? thx ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lien, thanks sharingnya ya. Rasa manis disesuaikan saja dengan selera ya Mba. Untuk panggang sama saja resepnya, suhu 170'C ya, mungkin sekitar 45 menit

      Hapus
  12. Mbak Endang, nugget pisang ini apa bisa di simpan di frezzer selayaknya nugget ayam? Trus kira-kira bertahan berapa bulan kalau bisa di simpan di frezzer? Salam kenal Mbak, aku penggemar lamamu, tapi nggak pernah komen sebelumnya, hehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mba, thanks ya sudah menyukai JTT. bs disimpan di freezer sekitar 1 bulan ya.

      Hapus
  13. Malam mba..saya baca ada resep yg memakai susu bubuk (bukan skm). Kemudian tidak ditambahkan cairan (susu cair). Perbedaannya di hasil kira-kira apa ya mba? Terimakasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda mba, susu bubuk menambahkan susu tanpa menambahkan cairan, jadi mungkin secara tekstur berbeda.

      Hapus
  14. Hai mbk Endang. Saya Grace,Resep pisang nugget nya sy sudah coba. Enak,awalnya sy kira bakal padat nuggetnya,ternyata enak empuk,cuma pelapisnya saya tambahin tepung sedikit,biar breadcrumb nya lengket banyak, hehehe Trimakasih mbak, resepnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Grace, yep nugget ini empuk ya, nggak usah digoreng juga enak wakaakkak.

      Hapus
  15. Assalamualaikum mbak endang. Mau lapor, puluhan resep jtt udh aku praktekan selama bertaun2, baru kali ini kurang sukses knp ya mbak 🤔
    Aku coba buat nugget pisang ini, takarannya sama plek-plek dgn takaran bahan mbak endang, hanya bedanya adonan aku panggang di oven listrik, bukan dikukus (karena malas cuci dandang kukusan 😂). Aku pikir secara teori bisa aja, jd aku panggang dgn suhu 175°c selama 30mnt.
    Dah jadi tuh, aku tunggu sampe dingin sempurna baru aku lepas dari loyang, berhasil. Pas di potong2, bagian tengahnya masih basah benyek masih mentah mbak. Sementara sisi2nya sih matang. Wah mungkin ovenku yg ga merata, aku panggang lg tuh bagian tengahnya doang.
    Eh udh dipanggang lg 25mnt masih aja basah benyek mbak.
    Apa yg salah ya?
    Untuk yg bagian pinggirnya sih enak sukses matang sempurna. Rasa oke tekstur oke.
    Kira2 knp ya mbak? Apa emg harus dikukus? Beda kah hasilnya antara kukus dan panggang?
    Mohon jawabannya ya mbak, makasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, panggang butuh waktu lama terutama kalau adonan padat dan basah, mirip seperti ketika membuat bingka, waktunya lama agar matang.Resikonya permukaannya gosong sementara dalan masih basah,

      kukus lebih aman karena uap panas membuat kue tetap moist dan matang dengan baik, tidak semua kue kukus bs dipanggang, dan sebaliknya.

      Hapus
    2. Makasih ya mbak atas jawabannya... Totalnya udh aku panggang lebih dari 1 jam dan blm matang jg tuh bagian yengahnya 😂
      Nekat aku tetep goreng, enak2 aja... Haha
      Toppingnya beli glaze donat rasa tiramisu kiloan di tbk, mantap bgt
      🤗🤗

      Hapus
  16. selamat siang mbak endang, mohon maaf mau tanya.. untuk 400gr pisang setara dengan berapa buah pisang ya mbak klo pakai pisang raja? Terima kasih 😄

    BalasHapus
  17. Halo mba cantik. ..Terima kasih ya mba.. Resep2 mba udah banyak yg aku pake buat jualan loh mba...Barakallah mba endang. .
    Oya mba klu gak pakai susu cair diganti air..buat dijualin dikantin sekolah. .
    Terina kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantaap, sukses yaa.

      Bisa ganti santan atau air, atau SKM diencerkan air mba

      Hapus
  18. salam kenal mbak endang, saya barusan coba resepnya, adonannya memang encer begitu yaa ?? dan sedikit kemanisan menurut saya, tapi semoga percobaan saya kali ini berhasil 😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang agak encer, kalau manis tergentung jenis pisang dan tingkat kematangannya, kalau dirasa pisangnya mmg manis kurangi porsi gula

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...