27 May 2011

Pisang Goreng Pasir, Si Kriuk Untuk Menghangatkan Sore Anda

 
Pisang goreng, makanan yang tak lekang oleh waktu dan jaman yang terus bergulir. Di setiap sudut kota, gang hingga perkampungan tepencil pun penjual pisang goreng bisa kita temukan. Ini membuktikan makanan ini memiliki banyak penggemar. Mungkin karena itulah maka varian pisang goreng pun bermunculan jenisnya,  beragam modifikasi dilakukan untuk menciptakan pisang goreng yang paling renyah, paling lezat dan mantap. Salah satunya adalah pisang goreng pasir yang saya tampilkan kali ini. 

Beberapa waktu yang lalu - jika anda sempat mengamatinya - di Jakarta banyak sekali bermunculan penjual pisang goreng pasir. Hampir di setiap sudut jalan strategis dimana banyak orang yang berlalu-lalang dibukalah gerai penjual baru dengan aneka nama dagang. Seingat saya di jalan Fatmawati saja lebih dari lima gerai pisang goreng muncul waktu itu. Begitu booming-nya makanan ini sampai-sampai harga yang ditawarkan pun tergolong fantastis untuk sepotong pisang goreng ukuran sedang, mencapai hingga tiga ribu lima ratus rupiah per-potongnya. Namun seiring dengan waktu dan pasar yang jenuh kini gerai-gerai pisang mulai banyak yang tutup dan harganya pun kembali wajar, selayaknya camilan yang digoreng lainnya, sekitar dua ribuan per buah. 



Nah, jika anda berminat untuk membuatnya sendiri, berikut resep dan cara membuatnya yang sangat mudah sekali dengan rasa yang tidak kalah dengan pisang goreng pasir yang dijual di pinggir jalan. Bahan-bahan yang anda gunakan pun bisa dari sisa-sisa membuat kue di rumah. Camilan gorengan buatan sendiri selain lebih higienis juga membuat kita bisa memastikan kualitas minyak goreng yang digunakan apakah masih layak pakai atau tidak. Anda mungkin sering membaca atau mendengar mengenai bahayanya mengkonsumsi minyak goreng bekas - minyak yang digunakan hingga 3 -4 kali dengan suhu tinggi. Minyak goreng yang seperti ini memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi dan dapat menyebabkan kolesterol,  hipertensi, penyumbatan pembuluh darah dan pemicu kanker. Di penjual gorengan di luaran anda bisa melihatnya sendiri kan warna minyak yang digunakan? Coklat kehitaman. 

Okeh kita kembali ke resep. Resep pisang goreng pasir ini terinspirasi ketika saya sedang membuat chicken katsu, makanan Jepang dari fillet dada ayam terbungkus tepung roti yang garing dan renyah ^_^. Pikir saya jika di dada ayam saja bisa renyah tentunya di pisang pun hasilnya mantap. Tips agar pisang goreng pasir anda mantap maka gunakan pisang dari jenis yang keras seperti pisang kepok atau tanduk dengan tingkat kematangan yang pas. Pisang dengan kondisi seperti ini selain manisnya pas juga pulen dan legit, pisang yang terlalu matang teksturnya menjadi lembek dan basah sehingga pisang goreng pasir yang dihasilkan kurang renyah. Untuk resep di bawah saya menggunakan pisang tanduk super. 

Berikut resepnya ya.


Pisang Goreng Pasir
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 12 potong pisang goreng pasir

Bahan:
- 2 buah pisang tanduk yang matangnya pas
- Larutan terigu: 1  sendok makan tepung terigu + 50 ml air + 2 sendok makan gula pasir + 1/4 sendok teh vanili bubuk + 1/4 sendok teh garam
- 4 sendok makan tepung terigu
- 2 butir telur ayam, kocok lepas
- 100 gram tepung roti/panir
- Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:


Siapkan pisang tanduk, panjang kira-kira 25 cm. Potong menjadi 3 bagian dengan panjang masing-masing + 8 cm. Kupas pisang dan belah masing-masing potongan pisang menjadi 2 bagian, kemudian setiap potongan anda iris-iris menjadi seperti kipas - gambar di atas. Dari satu pisang tanduk, kita bisa dapatkan 6 buah potong pisang goreng jika mengikuti cara yang saya lakukan.

Letakkan larutan terigu, telur ayam kocok, tepung terigu dan tepung roti masing-masing di mangkuk terpisah. Celupkan pisang di larutan terigu cair kemudian lumuri pisang dengan tepung terigu hingga seluruh permukaan pisang tertutup rata oleh tepung. Ketuk-ketuk untuk membuang kelebihan tepung. 


Celupkan pisang ke dalam kocokan telur, kemudian lumuri dengan tepung roti hingga seluruh bagian tertutupi, tekan-tekan tepung roti agar menempel kuat ke pisang. 



Goreng pisang dalam minyak panas yang banyak dengan menggunakan api yang tidak terlalu besar agar permukaan pisang tidak cepat gosong. Jika telah berwarna kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan. Pisang paling sedap dimakan selagi hangat. Nyam!


Sources:
Wikipedia - Trans Fat
Wikipedia - Cooking Oil
Ask Dr. Sears.com - Facts About Fats
Natural Health Information Centre - Trans Fat

8 comments:

  1. mbak..
    aku udah nyobain menu yang ini..
    ih enak banget..
    tapi aku kasih modifikasi hihihi.. selalu disesuaikan dengan persediaan bahan di dapur..^^
    ini hasilnya..hehhe
    http://ayudiahrespatih.multiply.com/recipes/item/45/Pisang_Goreng_Pasir_yang_garing
    mKsih yah buat resepnya..:)

    ReplyDelete
  2. Halo Mba Ayu,
    Wah senangnya mendengar ada yang berhasil membuat pisang goreng pasir. Iya mba, gak masalah kok kalau resepnya mau disesuaikan, saya juga suka begitu, memberdayakan isi dapur ^_^

    ReplyDelete
  3. Mba Endang....mau tanya bisa ga ya kalo tepung rotinya pake yg breadcrumb yg agak kasar bukan tepung panir,hasil akhirnya bisa sama dengan yg menggunakan tepung panirkah??,kebetulan di rumah adanya breadcrumb,terima kasih sebelumnya ya Mba
    Salam, Diana

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba diana, bisa ya mba, hasilnya gak beda2 jauh kok, bagus juga, sama kek risoles yang pakai breadcrumbs ya.

      Delete
  4. barusan bikin mbak, buat snack tukang yang lagi krja benerin rumah, ya skalian unt tuan rmhnya jg. Habisss dlm skejab hehehe mkasih resepnya y mbak,.mantab sprti biasa^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba melysa, thanks sharingnya ya mba, senang sekali resep pisang gorengnya disuka ^_^

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...