25 Mei 2011

Resep Brownies Klasik


Resep Brownies Klasik JTT

Ketika berkunjung ke salah satu institusi pemerintah dalam rangka training beberapa waktu yang lalu, saya dan rekan disuguhi dengan aneka kue lezat yang menggoda iman, salah satunya adalah potongan besar brownies yang dari tampilannya saya tahu pasti fudgy/legit sekali selayaknya brownies yang seharusnya. Sebuah merk bakery terkenal - yang berada di sekitar gedung tersebut - tercantum di kertas pembungkusnya. Ketika dipersilahkan untuk menikmati hidangan, maka brownies tampang fudgy ini langsung saya comot. Gigitan pertama, alis saya langsung naik. Hmm, so yummy! Kering di luar tapi lembab dan legit di dalam, sedikit liat dan rasa coklatnya nendang sekali. Ini brownies yang sempurna, pikir saya.

Resep Brownies Klasik JTT

Saya pun berangan-angan suatu saat harus bisa membuat yang seperti ini. Selama ini membuat brownies panggang, hasilnya menurut saya 'B' saja alias BIASA. Sekian banyak resep yang saya baca, belum juga membuat saya memutuskan resep yang mana yang akan saya pilih. Saya berjanji pada diri sendiri, jika kali ini saya harus membuat brownies untuk kesekian kalinya maka yang 'ini' harus perfect selayaknya 'brownies' yang saya idam-idamkan itu. 

Resep Brownies Klasik JTT
Kacang almond iris

Membuka-buka koleksi buku masakan, saya menemukan sebuah buku masakan dalam bahasa Prancis yang boro-boro saya bisa mengerti artinya, membacanya saja susah. Buku ini hasil berburu buku obral di Senen, yang saya beli karena murah meriah dan gambarnya keren. Salah satu resepnya adalah Brownies Classique  yang saya posting kali ini. Untuk menterjemahkan si buku saya pun menggunakan Google Translate ^_^. Bahan-bahannya tidak sulit - seperti layaknya brownies lainnya - hanya saja komposisi, takaran bahan dan penjelasan di bukunya yang membuat saya punya feeling, brownies ini akan berhasil dengan rasa yang mantap. Ketika saya coba, hasilnya sama sekali tidak mengecewakan.

Resep Brownies Klasik JTT

Diintruksi pembuatannya, brownies cukup dipanggang selama 35 menit saja atau hingga permukaannya mengeras sementara bagian dalamnya masih agak basah. Ketika dingin maka brownies akan mengeras sendiri. Hasil jadi brownies ini saya klaim mirip dengan yang saya pernah makan pada saat training. Chewy, fudgy, moist dengan bagian luar yang kering dan bagian dalam yang legit. Walaupun saya akui, kalori brownies ini pasti tinggi sekali, mengingat komposisi bahannya. Takaran mentega yang digunakan pun saya kurangi agar tidak terlalu berlemak. Karena itu, menikmati kue ini cukup sepotong saja untuk memuaskan rasa ingin tahu dan lidah. Sepotong saja? Mmm, mungkin dua ? Atau tiga ? 

Note:
Salah satu bahannya menggunakan ekstrak kopi, karena saya tidak memilikinya maka saya ganti dengan kopi bubuk instant merk Nescafe sebanyak 3 sendok makan. Jangan lupa ya untuk melarutkan kopi dengan 2 sendok makan air panas. Saya lupa tidak melakukannya, hasilnya butiran-butiran kopi menggumpal, tidak mau larut.

Berikut resepnya ya.

Resep Brownies Klasik JTT

Brownies Klasik
Resep diadaptasikan dari buku Cookies, biscuits et brownies by Catherine Atkinson - Brownies Classiques 

Untuk satu loyang brownies ukuran 22 x 22 x 7 cm

Bahan:
- 200 gram dark cooking chocolate (coklat masak blok), potong-potong dadu
- 150 gram mentega
- 3 butir telur
- 200 gram gula halus, gula pasir saya blender sebentar
- 2 sendok makan ekstrak kopi, saya pakai 3 sendok makan kopi bubuk instant merk Nescafe, dilarutkan dengan 2 sendok makan air panas.
- 150 gram tepung terigu serba guna, saya pakai Segitiga Biru 
- 1 1/2 sendok teh BP double acting
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- 150 gram kacang kenari/almond cincang, bisa menggunakan kacang mete sangrai

Cara membuat:
Panaskan oven, set di suhu 175 - 185' C, letakkan rak ditengah oven. Siapkan loyang ukuran  22 x 22 cm, alasi dengan kertas baking, sisihkan.

Tips: kertas baking mudah menempel dan tidak bergeser ketika kita masukkan adonan ke dalam loyang, olesi permukaan dengan sedikit mentega. Sisihkan.

Ayak tepung terigu+baking powder+garam+vanili bubuk, sisihkan. 

Resep Brownies Klasik JTT

Siapkan panci kecil atau mangkuk alumunium, masukkan coklat blok dan mentega ke dalamnya. Letakkan panci di dalam wajan/pan yang lebih besar yang telah diisi air. Kita akan masak coklat blok+mentega dengan cara tim. Masak dengan api kecil saja, sehingga air tidak terlalu mendidih & panas. Aduk-aduk coklat+mentega selama memasak agar meleleh dan tercampur rata. Jika air mendidih, matikan saja kompor dan terus aduk coklat. Kita hanya akan membuat coklat+mentega meleleh, bukan mendidih.

Jika telah meleleh dan tercampur rata, angkat dari kompor dan biarkan dingin + 5 menit. Sisihkan. 

Resep Brownies Klasik JTT

Dalam mangkuk ukuran sedang, masukkan gula halus, telur dan kopi. Aduk rata menggunakan spatula balon hingga semua bahan larut dan tercampur baik. Nah, seharusnya kopi bubuk dilarutkan terlebih dahulu dengan 2 sendok makan air panas ya. Jadi jika difoto tampak menggumpal itu karena saya lupa melarutkannya ^_^.

Resep Brownies Klasik JTT


Masukkan coklat+mentega leleh, bagi dalam 3 tahap. Aduk rata dengan menggunakan spatula. Tambahkan tepung terigu sambil adonan terus diaduk secara perlahan hingga tercampur rata saja. Jangan berlebihan mengaduk ya. Masukkan kacang kenari cincang, aduk rata. 

Resep Brownies Klasik JTT

Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah disiapkan. Panggang selama 35 menit atau hingga permukaan brownies tampak retak-retak dan ketika disentuh telah mengeras. Jangan berlebihan memanggang, bagian dalam yang lembek ketika dingin akan mengeras dengan sendirinya. Terlalu berlebihan dalam memanggang akan menghasilkan brownies yang terlalu kering dan kurang fudgy.


Keluarkan brownies dari dalam oven, biarkan dingin di dalam loyang, sebaiknya brownies dipotong-potong langsung di dalam loyang jangan di balik seperti cara saya di atas. Permukaannya yang retak-retak adalah saya tarik brownies yang utama. Ketika masih panas bagian dalam kue memang terlihat basah ketika kita tusuk dengan lidi, biarkan hingga kue dingin. Atau jika terlalu basah maka tutup permukaan loyang dengan alumunium foil dan panggang kembali sebentar.

Potong-potong kue dengan pisau yang tajam, lap permukaan pisau dengan kain atau tissue jika ada kue yang menempel, kemudian lanjutkan memotong. Ambil potongan kue dengan spatula secara hati-hati agar tidak merusak permukaannya dan letakkan di piring saji.  Brownies siap disajikan.

Source:
Buku Cookies, biscuits et brownies by Catherine Atkinson - Brownies Classiques



165 komentar:

  1. hi ka Endang,aku Stephanie,makasih yah ka jadi bikin aku semangat buat kue karena bisa belajar banyak kue kukus di sini,ka aku mau tanya dong,aku kan bikin brownies ini,tapi lebih lama dari waktu bikinya tengahnya masih basah,sampe hampir 40-50 menit,tengahnya masih gtu ka,pinggirnya sih mateng pas,apa harus tunggu dingin yah ka?retak2nya sih lumayan tapi gak sebanyak kaka,ditunggu jawabanya yah ka,hehe,thx

    BalasHapus
  2. Halo Stephanie, salam kenal ya. Yup salah satu kendala membuat brownies adalah bagian dalam yang terkadang masih basah walaupun permukaannya telah gosong. Saran saya, jika permukaan tampak telah matang namun ketika ditest dengan tusuk gigi masih ada adonan yang menempel maka tutup permukaan loyang dengan alumunium foil. Gunakan oven dengan api atas bawah ya. Api bawah saja umumnya akan membuat brownies tidak mau mengeras bagian tengahnya. Brownies biasanya dipanggang dengan kondisi bagian tengah sedikit masih basah, ketika telah dingin akan mengeras. Sebaiknya biarkan brownies di loyang hingga dingin, potong-potong kemudian angkat dengan spatula dari dalam loyang. Jangan membalik brownies hingga permukaanya berada di bawah seperti cara saya diatas karena permukaannya yang retak adalah daya tarik brownies. Semoga membantu ya.

    BalasHapus
  3. iya ka,tengahnya masih basah,itu berapa lama yah ka setelah kita tutup atasnya dengan aluminium foil dipanggangnya?kalo dimasukin kulkas bisa bantu gak ka?maaf yah ka banyak tanya,hehe

    BalasHapus
  4. Halo Non, coba panggang lagi selama 10 - 15 menit. Kemudian biarkan hingga dingin di loyang. Dimasukkan ke kulkas bisa bantu untuk membuat teksturnya menjadi keras. Selamat mencoba ya. ^_^

    BalasHapus
  5. dear mba endang...salam kenal ya:)
    aku dah coba resep yg ini...alhamdulillah sukses,aku suka bgt sama teksturnya:D. seneng deh liat resep2nya soalnya hemat telur & ga ribet hehehe. TFS ya mba..insyaAllah besok2 mau nyoba resep lainnya;) *dah ngebookmark resep2 yg bakal dicoba* ^___^
    -dianti-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dianti,salam kenal juga Jeng. Hmm, paling seneng kalau dapat komentar yang seperti ini, mencoba dan sukses. Sippp, saya juga sama Mba, suka kue yang irit telur, hemat bahan dan tinggal cemplung saja. Thanks atas komentarnya ya. Sukses selalu! ^_^

      Hapus
  6. mbak mau nanya nih, kalo ovennya ga ada suhu buat ngatur berapa derajat panasnya gimana ya? soalnya oven di rumah yg model lama gitu (gede trus pake gas). jadi apinya harus segede apa mbak? ovennya perlu di panasin dulu ga sebelum adonannya di masukin? segitu dulu pertanyaannya makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oven harus dipanaskan dulu mba, baru loyanng adonan masuk. Kalau pakai oven gas sebaiknya apinya jangan terlalu besar, kue cepat gosong tapi dalamnya belum matang. Kalau tidak ada termometer suhu memang harus uji coba sendiri, trial error sampai tahu dengan kelebihan dan kekurangan oven. Jadi kudu sering2 dicoba. Sebaiknya beli termometer baking terpisah supaya tahu suhu oven dengan tepat.

      Hapus
  7. Halooow waah amaizing perpect endang bambang gulindang bronisnya.meski pake coklat putih rasane tetep mak joss..thank you jtt. Sy pake cup cake kecil kecil spy anakku ga ribet bawa u ke skull bsk pagi. Next target coba sup bungkus (zuupa sup) hahahaha.
    Thank youuu. ........

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Diana, sip, thanks ya atas sharingnya. Suka mendengar keluarga Mba Diana suka juga dengan bronis ini. Salut dengan semangat memasaknya. Sukses ya ^_^

      Hapus
  8. Hai Mba Endang, mau nyobain bikin bronwies tp bingung mau dipanggang dgn api atas bwh atau api bwh saja? Jenis kue apa saja yg dipanggang dgn api atas bwh? Saya smpt baca informasi di internet bahwa utk oven listrik harus pake api bwh saja krn ruangan oven yg kecil. Apakah itu benar? Saya menggunakan oven listrik modena. Thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai MBa Rini, saya selalu pakai api atas bawah, soalnya pernah cuman api bawah saja brownisnya gak mau keras, oven saya listrik dan kecil juga. Tapi di rumah adik saya pakai oven gas, api bawah, hasilnya bagus2 saja loh. Oven ukurannya lebih besar. Jadi memang hasilnya bisa beda2 tergantung ovennya ya.

      Hapus
  9. Mba... Aku td pagi coba buat brownies ini.. Tp kok pasudah selesai browniesnya rapuh ya mba.. Gampang hancur, makan nya gak bs diangkat jd pake sendok, krna kl diangkat langsung hancur,,, sedihhhh pdhal rasanya enak.. Salah nya dmn ya mba? Aku udah ikutin semua petunjuk mba.. Makasih ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya mba... Kacang almond nya aku pake kyk gambar mba di atas langsung aku campur ke adonan,, apa perlu dicincang dl ya mba? Caranya gmn mba, ditumbuk atau diremat pake tangan apa dipotong kecil2... Maaf ya mba, aku br belajar jd banyak nanya. terimakasih banyak ya mba ^_^

      Hapus
    2. Halo Mba, apakah brownisnya dibiarkan benar2 dingin baru dipotong? Karena kalau dalam kondisi masih hangat memang mudah hancur. Kalau saya bikin malah gak kering tengahnya sama sekali, tapi padat dan masih moist dalamnnya.

      Kacang almondnya saya pakai sudah dalam bentuk slice tipis2 ya, kalau mau pakai kacang yang masih utuh sebaiknya sangrai dulu, trus cincang kecil2 saja pakai pisau tajam.

      Hapus
    3. Mmg aku potong brownies nya pas lg panas mba... Tp td pagi aku potong lg,eeh msh rapuh jg mba... Mgkin salah ngaduk terigunya kelamaan kali mba, ngaruh gak?

      Kacang almond nya aku pke dikit aja buat taburan atas gkpapa ya mba kl lain kali aku buat lg, krna aku krg suka kacang..

      Oiya mba... Tadi pagi aku masak soto betawi resep mbaEndang yg pke kuah susu.. Enyaaaak bgt dah ^_^ smpe nambah mkn siang td,hihiiii.... Makasih ya mba Endang.... Oiya aku boleh request gak, aku request puding busa yg pke bolu dong mba.. Maaf ya mba kl aku bikin repot & trmkasih banyak.

      Hapus
    4. Waduh kenapa bisa rontok begitu ya, saya jadi bingung, sampai saya baca ulang lagi resepnya kali2 saya salah ketik hiiks. Memang adonan kue tidak boleh diaduk lama selain bantat juga bsa menjadi remah dan pecah tengah.

      Gak usah pakai kacang gak papa kok Non, gak ngaruh. Next trial coba resep brownies lainnya saja.

      Yep, soto betawi itu memang mantep banget, saya juga sukaaaaaa, sampai nambah2 makannya hahahah. Makanya saya jarang buat. ^_^

      Hapus
    5. Hai hai mba Endang aku datang lg... ^_^ jd malu nih curhat terus hehehe... Setelah aku teliti kyk nya si almond ini yg bikin rapuh, motong kue nya jg jd susah.. Kyk na kl mau buat lg, almond nya aku skip aja,trus ganti pke loyang 20x20 ja biar brownies nya jd lbh tinggi... Gimana menurut mba, bakal sukses apa gk *sambil garuk2 kepala)

      Hapus
    6. Halo Non, hmm yep memang kalau ditambahkan kacang membuat proses memotong menjadi rada2 susah. Brownies menurut saya justru pendek ya bukan tinggi, kalau tinggi justru membuatnya rapuh kala dipotong. Sebaiknya malah pakai loyang yang pendek, ketebalan brownies rata2 3 cm ya.

      Hapus
    7. Sip siiiip... Thank you banyak ya mba Endang :)

      Hapus
  10. Ha kak ;-) mau tanya aku uda coba resepnya tapi setelah dikeluarkan dalam oven tengahnya gosong. Aku pakai oven miyako dan sayangnya yidak ada setelan suhu hanya waktu dan tanda api bawah dan atas, ketika memanggang aku setel dengan api bawah dua dan api atas 3. Mohon penjelasannya seharusnya saya pake setelah api bawah yang paling besar (4) saja atau atau api atas 2 api bawahnya 1? Mhon pencerahannya. Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, saya pakai api atas bawah tapi tidak ada setelan berbeda, jadi tidak bisa memberikan saran bagaimanna menggunakan ovennya ya. Saran saya, alasi loyang dengan loyang datar lainnya supaya dasar cake tidak terlalu panas dan panas stabil. Jika cake terlihat sudah matang di permukaan tapi masih basah di tengah, tutup permukaannya dengan alumunium foil.

      menggunakan oven harus trial dan error dan memang harus sering dipakai supaya tahu kelemahan2nya dan ada chemistry dengan oven ya.

      Hapus
  11. Mbak endang apa resep brownies ini tidak pake BP padahal kan tidak d mixer, apa tidak terlalu bantet?trus kl kopiny dskip bs ga ya?makasih..yani-jember.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yani, sudah saya revisi resepnya ya. memang brownies menjadi terlalu padat jika tanpa BP. Thnaks ya

      Hapus
  12. Mbak td saya praktek brownies klasik, harapanny sich dlmny legit tp gagal hikhik..dkarenakan ud 45 menit tak tes tusuk dlmny mash agak basah padahal permukaan ud kering jd tak lanjut manggang tkut blm mateng ee malah hasilny jd brownies kering tp masalah rasa enak nyoklat bgt..yani-jember.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba yani, brownies klasik ini kuncinya di pemanggangan. memang dalamnya agak lembek seperti itu, membuatnya moist, cuman kudu didiamkan hingga dingin kalau mau dipotong ya, soalnya lembek dalamnya. saya suka masukkan ke kulkas biar keras.

      kalau terlalu lama dipanggang jadi kering dan remah.

      Hapus
  13. Mbaaaa aq udah bikin daaaannnn...berhasiiilll.. Thanks bgt ya, akhirnya tau gimana cara bikin brownies.. Hihi.. Oiya kalo mentega nya di ganti dengan margarin bisa gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaa, suka banget bacanya heheheh. Bisa ganti margarine kok ^_^

      Hapus
  14. Hai mbaaa.. Aq udah coba ganti mentega nya pake margarin... Daann berhasil jg, tp kyknya lebih enak yg pake mentega ya.. G tau knp, ada yg beda aja klo pke margarin... Klo pake mentega kiloan yg notabene lebih murah itu sudah pernah coba blm mba?gmn hasilnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yep mentega tentu saja akan memberikan hasil yang lebih enak dibanding margarine heheheh. lebih nyusu dan nendang kan ya. saya pakai margarine mixed kiloan, ini campuran mentega dan margarine, kaya baker's mix dan margarita vanila, so far oke2 saja kok.

      Hapus
  15. api atas saja ato keduanya ya ? tqs :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pakai api atas bawah ya, saya pernah membuat brownies pakai salah satu api, brownies gatot heehehe

      Hapus
  16. ..kaya'nya kalo maen kesini terus, saya bakal butuh jam extra buat jogging nih.. XD
    Resep ni kemarin saya coba mba', agak deg2an coz ini brownies pertama saya..(tu oven sampe saya senterin bolak balik, penasaran! ^^)..syukurlah penampakannya sama..(terharu deh, ihik ihik..) :'D
    Kudu super sabar nungguin dingin, trus saya geber depan kipas angin, pas dicicipin, enaaakkk..^0^
    Lembut n moist yaa, nyoklat banget..lebih enak lagi kalo udah masuk kulkas, semalem sambil nonton dvd langsung abis tu seloyang cuma bertiga sm ade+mama saya (uhm..kalo camilannya gini sih ga nahan kalo cuma secomot, kudu bercomot2.. XD)
    Makasih ya mba', udah ngeshare resep2nya, enak-enakk! Saya jadi semangat belajar masak, n rasanya dapur jadi lebih menyenangkan..^0^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Non Nina, yep kalau sering2 bikin kue dan brownies maka exercisenya harus nambah, berat jugaaa. saya maniak brownies juga, kalau makan gak bisa 1 potong tapi 1 loyang, susehhh. thanks sharingnya ya, selamat atas browniesnya yang sukses hehehhe ^_^. salam buat Ibu dan ade ya

      Hapus
  17. mba mau nannya ini kalo pake loyang brownies 1 resep bs jadi brp ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin jadi 2 atau 3 ya, harus dicoba heheheh

      Hapus
    2. mw share ni kali aja ada yg mw pake loyang brownies kayak saya heheh uda dicoba sih jadi 2 loyang dengan tinggi 2,5 cm an ya :D

      Hapus
    3. Hai Mba, makasih yaaa, pasti berguna untuk lainnya ya ^_^

      Hapus
  18. diganti sama kacang tanah enk ga ya? pelitmodeon* he hehe

    BalasHapus
  19. Hai mbak Endang yg cantik, saya Fadiah. Ini browniesnya bisa dikukus gak? Soalnya klo pake oven takutnya nanti gosong, soalnya masih pemula banget.. Heheh
    Setelah sekian lama baca2 aja resepnya mbak Endang, akhirnya percobaan pertama saya buat brownies kukus pisang krna sangat mudah cara pembuatannya :D dan hasilnya not so bad, keluarga dan teman2 pada suka. Makasih yah sharing2 resepnya mbak. Nanti laen kali mau coba yg laen lg. Tapi pengennya yg dikukus aja biar lebih mudah..heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba fadiah, sepetinya bisa dikukus ya, tapi saya belum pernah coba. kalau masih pemula dan kurang yakin sebaiknya gunakan resep brownis kukus saja, supaya hasilnya benar. Sukses ya! ^_^

      Hapus
  20. Hi mba Endang! Ak mau tanya nih, kalo ak gapake BP double acting itu gmn mba? Kalo ak gapake almond juga, ada ngaruhnya ke hasilnya nanti ngga mba? Ak akan menanti balesan mba Endang asap ya hihi ^^ thankyou mbaa ^^
    Chika - Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Chika, selama BP nya masih oke dan berfungsi baik, saya rasa untuk brownies oke2 saja ya, kan ini kue semi bantat. tapi saya memang gak pernah sukses pakai BP single acting hehehhe. skip almondnya ggp kok.

      Hapus
  21. Kak coklat batangnya pakai merek apa ya kak? Trus sebaiknya ketika kita membuat brownies, pakai coklat batang atau coklat bubuk? Atau lebih baik mengkombinasi keduanya? Terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, saya biasa pakai merk colleta, tapi coklat batang lain saya rasa oke2 saja ya. Saya suka kombinasi tapi kembali ke resepnya juga yaaa

      Hapus
  22. Pas bener nih mba.....ada sisa coklat leleh dan almond di kulkas. Langsung bikin ;)

    BalasHapus
  23. haloo mba endang salam kenal... tadi siang saya browsing resep brownies... dan nemu deh disini... lalu aku coba sorenya... walaupun aku ga pake BP yg double action. trus kopi nya diganti merk yg lain hehehe.... dan pake oven yang nangkring di kompor... tapi aku ikutin sesuai resep yg mba endang tulis.... dan Alhamdulilah berhasil.... makasih yaaa mba udah mau sharing resepnya... salam mira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Mira, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya sukses dicoba, terus terang saya gak pernah berhasil kalau pakai single acting huuuuu,

      Hapus
  24. Hay salam kenal .resep ya bener 2 kumplit bwat pemula seperti saya jadi gak begitu panik mau buat.niat ya mau bikin tapi mau taya kopi ya tu kopi item atau kopi susu ya .tq

    * o ia aku baru aja bikin roti unyil dari resep mu wooww hasil ya lembut ringan enak .

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba windy, pakai kopi hitam instan tanpa ampas ya kek merk nes**cafe. thanks sharingnya ya mba, senang resep jtt disuka ^_^

      Hapus
    2. Hello mba endang apa kabar.maau curhat ni sedikit baru aja bikin brownis ni yg ke 2x ya dan 2x ni juga bagian tengah awal ya naik pas di liat lagi fiuhhh tengah ya embles kura2 kenapa ya .apa karena pake oven tangkring pas di buka untuk masukin adonan jadi berkurang suhu ya.padahal udah pake dobel action loh..o iya kemaren bikin somai kenyel si tapi kok keras ya gak empuk dan yg paling parah lagi saus kacang ya berhasil masuk tempat sampah.saus kacang bau kacang mentah rasa ya gak karuan.houfff

      Hapus
    3. hai mba windy, saya rasa browmiesnya itu belum matang ya, makanya udah naik keluar turun lagi karena masih ada adonan yang masih basah. sebaiknya jangan terpantok sama waktu yang saya berikan diatas, beda oven beda suhunya dan beda waktunya,

      mba bikin siomay yang mana? kalau siomay a la si abang menurut saya malah empuk ya. saya bingung kok saus kacang bisa terasa mentah?? kacangnya digoreng dulu atau nggak? di resep saya tulis kacang tanah goreng loh ya, kalau dgoreng saya rasa yakin rasanya gak akan mentah

      Hapus
  25. Trima kasih mba endang, blog mba ini sngt bermanfaat bagi bny org. Trutama buat para pemula sprti saya. Saya udah buat brownies ini, walau tanpa bahan ga komplit tanpa kopi dn kacang hasilnya ttp enak. Lain kali saya ingin buat lg dgn bahan yg komplit hehe dan manggangnya dikurangiwaktunya biar dlmnya moist kayak foto disini.

    Tapi saya punya pertanyaan ni mba, brownies klasik ini memeang harus pake BP ya? Soalnya saya prnah liat brownies panggang tanpa BP, pernah baca jg klu brownies panggang yg sebenarnys memang tanpa BP,saya jd bingung sendir, mohon oencerahannya donk mba.
    Trimaksh bny sebelumnya, salam sukses winie.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Winie, thanks sharingnya ya. Untuk brownies, saya lebih memilih menggunakan baking powder supaya aman. brownies memang semi cake alias rada bantat dan padat tapi bukan berarti bantat total. Karena adonan hanya aduk2 tanpa proses mikser maka kuatirnya tanpa BP jadi bantat total. Saya tetap pakai walau sedikit.

      Hapus
  26. Mbak, kalo pake almond/kenari untuk taburan diatas/campuran dlm brownisnya memang harus di sangrai dulu y? trimakasih... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, sangrai atau panggang, rasanya lebih gurih, saya pernah pakai mentah rasanya kurang oke ya.

      Hapus
  27. cirinya kenari kalo udah cukup dsangrai gimana, mb? trimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenari berkulit ya? atau kenari rajangan? Kalau berkulit sampai kulitnya agak sedikit terbakar. Kalau dirajang warnanya kuning kecoklatan

      Hapus
  28. Mba klo gak ada kertas baking untuk alas loyang, apakah bisa diganti dengan alumunium foil? Trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak ya, jangan pakai alumunium foil. olesi saja loyang dengan margarine dan taburi tepung ya.

      Hapus
  29. Hai mba Endang.., kemaren buat brownis klasik tapi tanpa kopi dan almond hanya untuk topping aja. Rasa nya emang ada yg kurang yah..., ternyata fungsi kopi itu tuk memperkuat rasa nyoklat nya dan membuat rasa tidak terlalu manis. Rin ga motong brownies di loyang nya. Kan kertas roti nya dilebihkan sedikit seperti di gambar, diangkat saja setelah dingin..., he he he lebih gampang motong nya lho mba....BTW..., temen temen Sasha bilang kaya brownies di D*nk*n D*na*....., jadi skarang mau bikin lagi...., :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rin, thanks sharingnya ya Mba. Yep, rata2 brownies yang oke memang menggunakan kopi di dalam bahannya, saya paling suka espresso brownies di Starbucks, mantap hehehe.

      yep benar kertas roti dilebihkan saja, jadi gak perlu pakai balik2. thanks ya mba rin! ^_^

      Hapus
  30. Hai sist,sy mau tanya
    1. apa prbdaan antara cake yg d panggang dgn yg d kukus(dr hal tekstr cake ny &pnggunaa bahannya)
    2.dlm pmbuatan cake apkh butter bs d gntikn dgn canola oil ya?kira2 brp prbndingannya
    Trmkash

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, berikut jawaban saya:
      1. cake kukus lebih moist tektsurnya dan biasanya tidak memerlukan banyak mentega/margarine untuk membuatnya lembut karena proses kukus mengandung uap air, dibandingkan oven yang kering.

      2. Bisa, tetapi harus dilihat prosesnya dulu ya. Kalau menggunakan mentega cair maka bisa diganti canola.

      Hapus
  31. Hi mba,
    Just want to let u know. Aku uda bikin resep ini. Sukses banget biarpun cm pake oven tangkringan di kompor and pake api bawah aja. Haha. Enak banget loh mba. Thank you yah mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Amelia, thanks sharingnya ya. Wah jadi ikutan senang membacanya ^_^

      Hapus
    2. Mbak Amelia saya mau tanya, klo pake oven tangkring butuh brpa lama waktu memanggang? dan seberapa besar api yg digunakan? :D

      Hapus
    3. hai mba, sayangnya saya gak bisa mmeberikan waktu pasti ya mba, jadi mba harus test kue dengan lidi untuk mengecek kematangan. Besar api tergantung dengan suhu oven yang mba inginkan, sebaiknya menggunakan termometer oven terpisah yang diletakkan di dalam oven

      Hapus
  32. Udah praktekin pake resep ini dan jadinya enak banget, cuma gulanya agak kebanyakan kalo 200 gram menuruty saya, jadi next kalo bikin mau saya kurangin jadi 150 gram aja, overall oke... Lebih oke kalo adonan saya bagi 2 ke loyang2 yang lebih kecil jadi matengnya pas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow, sip thanks sharingnya ya, silahkan disesuaikan saja takaran gula sesuai selera ya

      Hapus
  33. Hi Mbak Endang,

    Aku mau nanya, kalo pakai kertas roti, apa perlu diolesin margarin lagi? olesin margarin di loyang nya ato diatas kertas roti? Harap maklum yah mbak baru pertama kali mau bikin cake/kue :) Makasih mbak sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, kertas roti tergantung kualitasnya. kalau kualitasnya bagus sebaiknya tidak perlu diolesi margarine lagi, tapi ada jenis yag kurang oke suka lengket juga di cake jadi biasanya saya oleskan margarine tipis2 supaya kue mulus saat kertas dilepas

      Hapus
  34. hai mbak salam kenal, sy aya.. mw nax nich.. telur, gula sma kopix ckup d aduk gtu ya pke spatula balon, ato pke mixer?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, salam kenal ya, saya aduk saja dengan spatula balon Mba, gak perlu pakai mikser ya

      Hapus
  35. mbak..makasih resepnya..ak coba setengah resep..gantinya kopi pake coklat bubuk biasa van houten sama dicampur ceres hazelnut choco duo dua sendok makan munjung soalnya anakku beli doang ga kepake..enak bangett

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rosika, thanks sharingnya yaa, senang sekali resepnya disuka ^_^

      Hapus
  36. Haloo lagi, udah dicoba resepnya. Tapi koq jadinya gak mau lembab fudgy ya? Malah kering kayak roti, sedih deh, padahal pas mau dipanggang udah hitam kental kayak dodol. Apa saya kelamaan panggangnya ya?

    Tapi saya masih penasaran pengen buat lagi sampe sukses, mumpung bahan masih ada hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Dini, brownies gak boleh dipanggang terlalu lama, sebaiknya hanya setengah matang saja, kalau permukaan sudah kering dan ketika lidi ditusuk di tengah adonan masih sedikit nempel angkat saja.

      enaknya brownies memang kalau bagian tengahnya masih lembab, moist itu yang membuatnya terasa fudgy.

      kayanya brownies yang mba buat terlalu lama dipanggang dengan suhu tinggi ya. Coba kurangi suhunya dan kurangi waktunya juga,

      Hapus
  37. H-1 lebaran saya eksekusi resep ini.. Buat 3 loyang, Lebaran ke 2 udah kandas. Padahal dirumah gak ada tamu, cuma saya, suami dan anak perempuan saya. Lebaran ke-3 suami merengek minta dibuatin lagi.. hehehehehe... memang lezat sekali brownisnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Ian, thanks sharingnya ya Mba. Senang sekali resep bronisnya disuka. 3 loyang??? Mantap! Hahhaha

      Hapus
  38. mba aku mau nannya penyebab brownies retak di tengah sampe kebelah itu kenapa y? rasa uda enak tp kok kebelah 2 gitu ya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin suhu yang terlalu panas atau loyang yang terlalu kecil, pengembang yang terlalu banyak, banyak faktor ya Mba.

      Hapus
  39. Haii mbak, saya anisa, terima kasih resep-resepnya. Menemukan resep-resepnya mbak Endang itu antara senang, sedih&sedikit menyesal sekaligus bangga. Senang kerena resepnya praktis dan selalu sukses saat saya eksekusi. Sedih&sedikit menyesal karena mendapat larangan dari mama untuk eksekusi resep-resepnya mbak yg lain, program diet keluarga jd gagal (ga tega rasanya kalo hanya makan 1 potong, hehehehe). Dan bangga karena keluarga suka bahkan didaulat untuk membuat kue lebaran tahun depan, adik saya sampai bilang bahwa kue nastarnya lebih enak dibanding buatan mama (hihihihi, resep nastar lembutnya mbak oke banget), bahkan pacar saya suka banget brownies klasik dari resep mbak, padahal itu eksekusi brownies klasik pertama saya yg saya buat jam 1 dini hari karena paginya langsung saya kirim ke makasar sebagai kejutan (mas pacar lagi dinas di makasar), 3 hari kemudian sampai dengan selamat brownies klasiknya beserta nastar&kastangel.
    Selain brownies klasik, nastar&kastangel, saya juga udah eksekusi biskuit maizena, chery icebox cookies&snack keju, semuanya sukses saya eksekusi walau hanya dengan oven otang.
    Terima kasih resep-resepnya mbak Endang..., walau udh dilarang mama tapi saya akan tetap eksekusi resep-resep yg lain, praktis&enak siii mbak.
    Sukses selalu buat mbak Endang, saya tunggu postingan resep lainnya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Anisa, salam kenal dan thanks sharinya. Saya senyum2 sendiri membacanya, sama kaya saya sepertinya. Ibu saya udah gak terhitung lagi komplain sama hobby masak saya, gara2 suka beli bahan makanan dan alat masak wakakkak.

      Belum lagi kalau masak, saya suka ngamuk2 kalau gak ada yang makan hahaha. Habisnya kepuasan tukang masak kan kalau hasil masakannya dimakan. Nah keluarga saya semua rata2 overweight jadi mereka suka bete kalau saya masak jadi terpaksa makan karena ga tahannnnnn hehhehe

      Wah saya gak tahu loh kalau brownies klasik tahan dikirim ke luar kota, jadi semangat buat ngirim ke emak di kampung hehehe

      thanks yaaa, moga tetap semangat memasak. Uppssss hahahha

      Hapus
  40. mba pake tepung protein rendah boleh? hehehe ga kpake nih masih sisa dirumah :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yepp bisa ya pakai tepung terigu jenis apa sja

      Hapus
  41. mbaa mau laporan, kmrn pake tepung protein sedang sama rendah dicampur 70 : 30 % jdinya rapuh, untung ga rendah smua hehehe
    mba ada resep cake coklat recomended?mau yang lumer di mulut tp ga terlalu padet hehehe :D
    btw cara simpen ovalet yg udah dipakai gmn ya?dan gmn cara tau masi bagus dipake apa engga?
    makasi banyak mba endang ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba, wah thanks sharingnya ya. cake coklat banyak buanget resepnya di JTT nah saya bingung mana yang mau direkomendasikan hehhehe. semua enak kok.

      ovalet saya selau simpan di chiller kulkas, biasanya tanda ovalet yang gak oke akan tercium bau tengik dan terpisah bahannya antara bahan padat dan minyak. sebaiknya kalau sudah tengik jangan dipakai ya

      Hapus
  42. tapi enak mba gara2 pake protein rendah jd nya ga keras pas dingin, dulu aku bkin pertama x pake protein sedang smua, 2 hri jd agak keras, nah ini rapuh dikit tp jadinya tetep lembut gitu :D
    makasi banyak ya slalu ga bosen jawab pertanyaan kita2, hehehe mba emg top markotop *kecup

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih saya dirumah selalu cuman stock protein sedang, soale bisa buat roti juga, keknya saya kudu stock 2 macam hehehe, thanks ya mba sharingnya

      Hapus
  43. Halo mba, saya suka sekali baca blog mba.. Memang sih belum pernah nyobain resepnya mba. Ntr kalo udh dicoba sy kasitau deh.. hhhe
    Tapi saya mau nanya nih mba, kalo mba lihat resep org luar (barat) mereka biasanya tulis ukuran tepung/ bahan kering dg ukuran CUP, itu kalo di Indonesia 1 CUP itu brp gram ya?
    Trz mba pernah g resepnya pakai gelatin? Krn sy lihat sih di berbagai resep mba gda pakai gelatin.. Gelatin it apa sih mba? Mohon info ya.. Maaci

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, thanks ya sudah menyukai JTT. Untuk ukuran cup, maksudnya ditakar denga mangkuk (cup) ya,

      coba baca link saya ini untuk takaran ini:
      http://www.justtryandtaste.com/2011/07/konversi-ukuran-bahan-kue-dari-us-ke.html#more

      gelatin itu mirip dengan agar2 ya, bedanya gelatin terbuat dari hewan, sedangkan agar2 dari rumput laut. Funsinya sama seperti agar2. Bentuk gelatin ada yang lembaran ada yang serbuk, jarang dipakai di Asia karena kita biasa menggunakan agar2.

      Hapus
  44. Ok deh mba, maaci banyak ya. Blog mba sgt membantu.
    Berharap mba bisa ngajari aku buat kue secara langsung (lumayan g usah kursus lagi) hhe

    Oh ya, sorry kmrn sampe lupa kasitau nama.. wkwkw. Sy Rianti mba.
    Salam kenal. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rianti, siiipp, moga sukses yaaa dan semakin semangat memasak hehhehe

      Hapus
  45. Hallo mbk. Salam kenal. Aku baru nikah nih...6 bln yll. Aku niatnya ingin bahagiain suami dgan bisa membuat cake coklat. Soalnya dia seneng bgt. Belilah smw pralatan membuat cake trmasuk oven 2 in 1. Nah, syg cake aku gk mateng, boro2 bantet mateng aja gk. Aku pake 150 derajat celcius selama 2 jam untuk chocolate mud cake...huhuhuhu kenapa yah mbk. Please help me mbk..syg udh beli mahal bgt...*menurut ku mahal...hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Alik, kayanya mba harus membiasakan diri untuk menggunakan ovennya ya, masing2 oven bisa beda cara, suhu dan waktu memanggang. Sayangya saya sendiri belum pernah pakai oven 2 in 1, oven saya listrik dan gas, dan keduanya khusus oven saja ya.

      tapi yang jelas, oven harus sering digunakan dan harus dicoba2, kalau 150'C gak mateng, kenapa gak dinaikkan suhunya? mungkin di oven Mba, 150' C kurang panas. Coba2 saja, awal2nya memang banyak gagal, tapi lama2 saya rasa mba akan tahu triknya.

      sukses yaaa

      Hapus
  46. Halo mb Endang yg baik bgt udah bagi2 resep yg super enak enak..nama saya Wieke, boleh tanya mba Endang pake oven ukuran apa dan merk apa ya? Saya pake oven kecil yg 19L mba jd untuk suhunya kayanya beda ya panasnya sama oven yg besar..jd saya kmrn bikin ini suhunya sampe 200c lebih tapi selama 25 menit aja biar dalemnya masih moist. Makasih byk resepnya mba endesss browniesnya apalagi coklatnya saya tambahin hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Wieke, salam kenal ya. Saya pakai oven listrik merk sico, dan suhu 165 atau 170'C biasanya saya pakai untuk cake. 200'C sangat tinggi sekali ya, biasanya disushu itu hanya untuk membuat kue sus atau pizza ya yang perlu suhu awal tinggi untuk membuatnya kembang di menit awal.

      saya rasa memang beda oven bs beda suhu karena itu beda waktu memanggang ya, jadi memang kita sendiri yang harus pintar2 menggunakan ovennya hehheheh. Thanks sharingnya ya Mba.

      Hapus
  47. Mbak endang... syukurlah berhasil buat nya..
    hari ini dcc aku ganti white chocolate.. tp kok gagal :( apa gak bisa yaa aku ganti mbak ?
    Tips apa untuk memanggang kue agar berhasil mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, saya belum pernah pakai white untuk brownies tapi setahu saya tidak masalah ya. memanggang kue banyak faktor yang mempengaruhi mba mulai dari bahan, proses dan panggang, sepertinya disetiap resep saya pasti akan berikan tips2nya. dan harus banyak praktek yaa hehheheh

      Hapus
  48. Hai mb Endang.. Melihat resep brownies dan komen2nya bikin saya pengen nyoba. Kemarin habis nyoba brownies dari resep tetangga (tanpa mixer) dan kata teman2 saya lebih mirip cake coklat. Pertanyaan saya, bisakah saya mengganti oven dengan happycall? Terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yulia, saya belum pernah pakai happy call untuk memanggang cake atau lainnya, tapi kayanya kalau untuk brownies saja sih bisa ya

      Hapus
  49. Salam kenal, mbak.. Kemarin saya coba bikin brownies ini, dibilang gagal sih gak ya sepertinya.. Gak rapuh, matang merata.. Tapi rasanya kok masih kurang fudgy dan kurang moist gitu terus atasnya gak kering retak.. Brownies aku shiny dan mulus atasnya.. Hihihi..
    Ada pengaruh sama ukuran loyangnya gak? Aku pake loyang 24..
    Makasih yaa, mbak..

    Eh. Tapi ludes juga tuuwh.. Hahaha. .

    -Eeya-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Eenya, untuk brownies saya selalu panggang pakai api atas bawah supaya permukaannya terlihat pecah2 dan kering. Untuk tekstur browniesnya menurut saya cukup fudgy ya, tapi mungkin selera kita beda ya hehehheh

      Hapus
  50. Hallo mbak Endang..
    Selama ini aku jd silent reader di blog mbak.. Makasih yaa udh menginspirasi, beberapa resep mbak Endang udh pernah aku coba buat :)
    Oiya, bulan lalu saya pernah coba brownies legit yang dibawa oleh kakak saya di Bandung, dan rasanya enak, nyoklat dan legit bgt (katanya memang terkenal)
    Minggu depan di rumah mau ada arisan keluarga, saya jd pengen bikin brownies,, dan mau coba pakai resep ini mba, semoga rasanya mirip sama brownies yg saya coba itu..
    Oiya mbak, kalau saya masukin potongan dark coklat di dalam adonan dan topping, kira-kira bakal meleleh ga ya? Soalnya yg saya cobain itu dia masih utuh potongan coklat didalamnya, saya jd penasaran, mungkin mbak Endang tau,hehehe..

    Maaf ya mbak, aku malah curhat, abis ga ada temen yg jago bikin kue kayak mbak Endang ^^

    Makasih kalau berkenan jawab, semoga selalu sehat mbak..
    -Ina-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ina, salam kenal ya

      untuk pertanyaannya, kalau potongannya agak besar kayanya masih utuh didalam adonan, dan jenis DCC yang dipakai juga perlu diihat, kaau kandungan susu/krimnya banyak akan mudah meleleh jadi cari DCC dengan kandungan coklat yang tnggi ya.

      moga sukses ya mba

      Hapus
  51. Hallo mba endang...

    aku mau tanya, kalau kopi bubuk nya di skip di ganti dengan nutella bisa gak ya? Maxudnya sih pengen bikin nutella brownies hihihihi...

    Lalu apakah penggunaab dark choco dan gula pasir nya harus di kurangi? Mengingat nutella nya sendiri sudah cukup manis...

    Thank you mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba dewi, kayanya bisa ya, tapi nutella nya kudu banyak ya. yep dark choco dan gula dikurangi, nah takarannya saya belum tahu ya mba, mungkin mba bisa googling langsung saja resep nuttela brownies ya supaya lebih pasti hasilnya hhhehehhe

      Hapus
  52. Hi Mba Endang,

    Aku barusan bikin brownies ini menggunakan tepung Gluten Free Ladang Lima. Hasilnya enak mba, tapi karena minus gluten, teksturnya jadi crumbly bgitu. Mungkin lebih cocok pakai resep brownies kacang merah ya mba..

    Sekian laporanku, siapa tahu bisa membnatu teman-teman lain yang bertanya-tanya apakah bisa menggunakan resep ini dengan tepung gluten free. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba tantri, wah saya belum pernah pakai tepung gluten free kayanya oke juga tuh. brownies kacang merah juga crumbly mba teksturnya.

      thanks sharingnya yaa

      Hapus
  53. Aku mau eksekusi brownies panggang cuma deg-deg-an Mbak En, berkali-kali bikin dan berahir jadi dodol coklat, tolong pencerahannya Mbak resep mana yang lebih baik aku gunakan, hiksss
    Kalo Brownies kukus udah khatam nyontek di JTT dan hasilnya oke semua hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba ayu, ada banyak resep brownies panggang di JTT mba, semuanya mudah kok dan brownies bukan kue yang butuh harus mengembang lebay dan proses yang ribet hehhehe, jadi bantat pun masiih dianggap sukses kok wakakka.

      Hapus
    2. Mbaaaakkkkk, akhirnyaaaaaa aku bisa bikin brownies yang ini yipieeee, kopinya ku ganti sama Lu**k White Coffee, endessssss harum kopinya!
      Aku gak pake kacang2an, atasnya aku ganti lagi pake parutan keju dan mesis ceres, hahaha
      Maaf ya Mbak En resepnya aku acak-acak, dikit kok ngacak2nya hihihi
      Makasih Mbak En *kecup

      Hapus
    3. halo Mba Ayu, waah senang sekali bacanya resepnya sukses dicoba ya, mantap dahhh.

      yep silahkan dimodifikasi sesuai stock bahan di rumah ^_^ thanks sharingnya yaaa

      Hapus
    4. Mbak Endang, mohon maaf lagi yaaaa, resepnya aku acak-acak lagi, secara lagi HITS Green Tea, aku bikin jadi Brownies Green Tea, DCCnya aku ganti White Chocolate + bubuk Green Tea sekitar 10gr, pas udah mateng aku kucurin DCC diatasnya.
      Uhhhh...rasanya nikmat tiada tara hahaha, jadilah Brownies Green Tea yang lagi nge-HITS!

      Hapus
    5. hai Mb Ayu, its okay mb ^_^, saya juga suka membuat cake sesuai dengan bahan2 dirumah kok. Kayanya saya bakalan coba tuh tipsnya, belum ada resep brownies green tea di JTT heheheh. thanks inspirasinya yaaa

      Hapus
  54. Hai mbak, saya sudah nyobain brownis klasik ini, enak sii.. tapi kug rasa kopinya nyegrak banget yah? Padahal sudah saya kurangi takaran nya jadi 2sdm saja..
    Apa karena saya pakai kopi luwak hitam yang ada ampasnya yah?
    Habis adanya itu di rumah, kalo misal kopinya diganti dengan kopi rasa moka gimana?
    Apa pengaruh ke rasa?
    Terimakasih banyak mbak,
    Btw, sayaa sukaa banget nongkrong disini, nyontekin resep2 disini,
    suami paling suka sama resep pampis tongkol nya, soale dia doyan banget sama tongkol.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, jangan pakai kopi kasar dengan ampas ya, gunakan kopi espresso seperti nescafe yang bebas ampas. Kalau mau pakai kopi berampas sebaiknya dicairkan dulu dengan air panas, saring dan ambil airnya sja. Bisa pakai kopi rasa moka, atau kopinya hilangkan saja mba, gak pakai kopi juga tetap enak kok

      thanks ya sudah menyukai JTT ^_^

      Hapus
  55. Mba,barusan aku bikin brownis,diluar trrlihat matang
    Tapi kok dalemnya masih basah banget,,😢😢😢
    Padahal dipanggang hampir 50 menit
    Sekarang lagi aku coba masukin kulkas,brgkali aja keras

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya ini terjadi karena terlalu lama memasak DCC dan mentega nya mba atau terlalu panas. Harus pakai api kecil dan ketika sudah setengah mencair, matikan kompor dan aduk2 supaya semua DCC cair, over heating akan membut DCC dan mentega 'pecah' ya sehingga tidak mau keras ketika dpanggang

      Hapus
  56. Hai, Mb.Endang. Salam kenal y sebelumnya. Seru ni blognya, gak cuma ngasi resep, tp jg penjelasan macem2. Jd nagih bwt balik sini lg. Hehe.
    Nah, siang td pengen bikin brownis ceritany. Nemu resep JTT yg kbetulan cocok.. cocok sm stok d rumah maksudnya. Hehe. Alhamdulillah rasanya sih enak, nyoklat banget! Atasny kering merekah (tp hampir di keseluruhan permukaan.. is it OK, Mbak?), tapi ketika dipotong, masih agak lembek gitu, jadi rada mripil, berasa motong brownis kukus malahan. Kenapa ya itu, Mbak? Klo liat d foto JTT, seharusnya kering sampe dalam ya? Kebetulan tadi sedikit out of stock untuk beberapa bahan. Sy bikin setengah resep, (1) butter tinggal dikit jadi sy sambung dg butter margarine-nya Royal P*lmia, (2) karena bingung takaran telornya, seharusny 1,5 butir tp sy pakai 2 butir yg kecil, (3) BP nya ternyata tinggal yg single acting, sy coba pakai 3/4 sendok teh (bingung jg ini). Apa ada salah 1 dari "modal apa adanya" yg sy lakukan itu yg bikin kurang sukses y, Mbak? Huhu...
    Huehe.. Maaf ya panjang curhatnya, gak ada teman yg bs diajak diskusi ni. Semoga Mb.Endang bkenan menjawab ya. Makasi sebelumny.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Fira, salam kenal dan thanks sharingnya ya. senang resep JTT disuka.

      untuk broenies klasik, bagian dalamnya agak lembek, moist ya mba, tidak kering. Sya suka masukkan brownies ini ke chiller kulkas supaya padat dan mudah dipotong, selain itu brownies dr kulkas yang sudah semalam menginap rasanya lebih sedap.

      untuk butter bs diganti margarine, telur 2 okay, BP untuk brownies tidak harus double acting. jadi modifikasinya tidak masalah, Memang tekstur browniesnya seperti itu ya. salam

      Hapus
    2. Siap, Mbak! Makasi yaaaa... :-)

      Hapus
  57. Hai mba Endang.. Saya Nunung.
    Saya sukaaaaaaa banget sama blog ini, resepnya simple.
    Saya mau coba bikin brownies yg ini, mba. Kalo BPnya saya skip, gimana? Apakah akan pengaruh sama teksturnya?
    Trus kalo ga pake BP, ngaduknya masih boleh pake spatula, apa harus pake mixer?
    Kalo pake mixer, kira2 berapa lama?
    Maaf ya mba, banyak nanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Nunung, salam kenal ya mba, thanks ya sudah menyukai JTT.

      sebaiknya jangan skip semua BP, kalau mau dikurangi boleh ya. Untuk brownies saya tidak pernah pakai mikser mba karena tekstur kue ini memang padat dan chewy y, jadi saya aduk2 sjaa pakai spatula. Kecuali brownies kukus yang sebenarnya adalah cake coklat ya.

      Hapus
  58. mbak endang,sejak bikin brownies pake resep mbak endang,standar saya berubah utk brownies,jadi males beli brownies kukus yang terkenal itu,makasih lho mbak
    mbak,mau tanya dong,saya udah buat resep ini,kebetulan gula halus habis jdi saya ganti gula pasir,dikurang sedikit takarannya,nah kok penampilan akhir ga kayak punya mbak ya?gula pengaruh kah?
    waktu panggang saya tambah 10 menit,tapi ya ttp aja atasnya kering tapi penampakan basah,kenapa ya mbak?

    makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba novi, yep gula berpengaruh ya, gula membuat permukaan cake/brownies kering. Ketika masih hangat memang penampakan agak basah, brownies ini baru mengeras ketika dingin mba

      Hapus
  59. Siang mbak endang :) saya lg cari2 resep brownies dan nemu resep dr mbak rasanya udah gasabar ingin coba :) saya hanya mau tanya, selama ini saya kalau buat bolu cake selalu pakai api bawah. Dam pernah sekali pakai api atas bawah permukaan cake bolunya jd hitam alias angus dan kerak :'( jd setiap buat cake bolu saya pakai api bawah. Ini pertama kali saya mau buat brownies, apa pakai api atas bawah tdk akan hangus permukaannya mbak? Lalu oven dipanaskan berapa lama sebelumnya dgn suhi berapa? Terakhir, oven saya oven listrik kecil cosmoven mbak. Apa ada trik sndr utk memanggang agar hasilnya baik?

    Terimakasih ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Rizky, saya selalu pakai api atas bawah kalau menggunakan oven listrik kecuali oven gas baru saya pakai api bawah saja.

      biasanya saya selalu alasi dsar loyang dengan loyang lainnya, dan kalau permukaannya terlalu cepat matang saya tutup pakai foil. tpi beda oven beda cara pakainya jadi mungkin cara saya tidak bs diterapkan di oven mba, saya kembalikan ke oven dan kebiasaan masing2 saja mba.

      biasanya saya panasakan minimal 15 menit sebelumnya dgn suhu sama seperti resep.

      Hapus
  60. Salam kenal mbak. Saya kiky. Sdh cb resepx. Alhamdulillah enak walaupun g 100% sesuai resep. Aq pake tepung gluten free ladang lima. Krn bikin separo resep, jd telurx1+1kng telurx. Dcc q tmbh dikit he he he ditmbh potongan dcc di tengah. Huueeennaaaakkkk ha ha ha aplg klo hbs keluar dr kulkas.sampe q eman2 makanx wkwkwk makasih udh sharing resepx. Ijin copas ya mbak utk dipake jualan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Kieyong, salam kenal dan thanks sharingnya ya, senang sekali resep browniesnya disuka. sukses ya

      Hapus
  61. Mba... kemarin aku buat brownies karna takut dikeruminin semut aku simpen dikulkas. Alhasil browniesnya mengeras layaknya cookies😭. Gimana resepnya brownies ttp empuk walau disimpan dikulkas

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Rosa, umumnya brownies dengan banyak kandungan margarine/mentega dan coklat blok seperti ini akan padat dan keras kalau dimasukkan kulkas. Sesuai dengan sifat lemak padat yang membeku di suhu dingin.

      Berbeda dengan tipe brownis kukus yang semi cake, yang umumnya menggunakan minyak goreng.

      Hapus
    2. Mbak sekedar info, aku sudah berkali-kali buat brownies dg resep mbak endang ini. Rasax selalu ketagihan wkwkwkwk dan akhir-akhir ini selalu masuk kulkas juga. Keras tp tidak seperti cookies. Rasanya ga kalah enak klo dibanding dalam kondisi biasa. Sekedar info :D

      Hapus
    3. Halo Mba Kieyong, thanks sharingnya yaa.

      yep pengalaman saya sih nggak akan keras seperti cookies kalau masuk kulkas, mungkin jadi kering seperti cookies karena tidak ditutup rapat di dalam kulkas.

      Hapus
  62. Mbak endang, mau tanya. Brownies ku kok bergelombang yaaahhh... Dan bagian bawahnya ikut cekung ga asik. Brownies nya matang sih dan ada lapisan crustnya horeeeee :D Knp??apa krn suhu?sebelum adonan masuk suhunya 180an, begitu adonan masuk dan suhunya 160-170 aq kecilkan apinya tapi suhunya stabil di 160-170. Atau karena adonannya dimikser. Cuma sebentar kok 2-3 menit cuma buat mix tepungnya biar cepet. Waktu ovennya 35menit. Tanpa bp (meminimalkan bahan kimia tapi emang jadinya padat banget, ga apa-apa pokoknya enak). Aku buat 1/2 resep loyang 22*10, dan kalau 1resep loyang 22*22*4. Apa suhunya harus diturunkn lagi? 150? Atau ada pengaruh karena apinya dikecilkan setelah adonan masuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mb, umumnya cake/brownies bergelombang karena suhu terlalu tinggi ya, beda oven bs beda suhu jadi disesuaikan dan dikira2 sendiri saja suhu yang tepat sesuai oven yang digunakan, tidak mengacu pada suhu oven di resep ya. salam

      Hapus
  63. Selama ini bikin brownies rasanya ga pernah sesuai ekspetasi. makasih ya mba resepnya enak bgt. aku ga pake kenari, aku ganti choco chip, trs aku bikin pake happy call, setelah 15 menit aku balik. terus aku panggang lg 10 menit. pas mateng aku olesin pake ovomaltine. enak banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mba mega, sama dengan saya selalu tidk puas jika bikin sendiri yaa, hehehe. Thanks sharingny, senang resepnya disuka mba

      Hapus
  64. Halo mba endang.
    Aku udah coba brownies nya, dan sukses bangeet ����
    Di luar garing, dalemnya moist. Ohya kalo mba endang kan dikasi kacang di adonan, aku kasi choco chips sama keju. Atasnya almond.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Akasha, thanks sharingnya ya, senang resep browniesnya disuka, choco chips pasti sedap yaa

      Hapus
  65. haloo mbak endang. duh maaf mbak nanyanya tengah malem gini, daritadi mau komen eh batre hp low, kondisi lagi padam listrik. huhuhuu. mbak kemarin aku ada buat brownies fudgy gini, resep dari tetangga sih, tapi takarannya mirip mbak. aku coba buat, tapi kok gak keluar shiny crustnya ya mbak?? tetap enak sih mbak, tapi shiny crustnya itu kok bisa gagal ya mbak? aku ganti butter dengan palmia butter and margarin mbak. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak faktor untuk shiny crust bs keluar mba, saya pernah bahas di artikel ini

      http://www.justtryandtaste.com/2016/03/resep-brownies-kacang-mete-bebas-gluten.html

      Hapus
  66. hai mba.. kalau saya tdk pakai BP,tp pake mixer,gmn? diaduk brp lama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bs pakai resep brownies ini saja mba:
      http://www.justtryandtaste.com/2010/11/brownies-simple-lezat-sekejap.html

      tidak pakai BP ya

      Hapus
  67. Hai mba,salam kenal,saya kebetulan sedang cari resep brownies. Ga sengaja liat di sini.saya ingin tanya. Kalau diresep ada tulisan mentega atau butter. Yang seperti apa? Kl saya hapalnya mentega tuh yg putih yg bisa buat hiasan kue. Bisa tidak di gunakan untuk kue brownis, terus kalau butter taunya yg wisman atau holland.yang bentuknya lembut banget. Kalau disini dijual per ons. Apakah wisman bisa untuk brownis? Tolong dijelaskan ya mba. Karena walaupun sering bikin kue, tapi suka ga ngerti. Tolong dijawab ya mba. Karena pengen nyoba bikin brownis pakai butter.terimakash mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Tia, salam kenal ya. Untuk mengenal produk dairy bs dibaca pada artikel saya disini:
      http://www.justtryandtaste.com/2016/06/resep-tempe-tahu-bacem-JTT.html

      wjsman adalah mentega/butter bs untuk kue kering/cake/brownies

      Hapus
  68. Mba, kalo manggangnya pake cetakan ukuran 30x10 (persegi panjang) kenapa aku bikin sll tengah nya ngembang dikit lalu retak ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. brownies ini tdk akan mengembang banyak dan memang akan retak2 permukaannya ya

      Hapus
  69. mbaaaak.. saya izin tulis resep di blog saya yaaaa. makasiiih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan mba, jangan lupa link dan sumberya ya

      Hapus
    2. Halo bu endang, mau tanya nih jadi almh ibu punya oven tangkring udh lama gak ke pake sekarang saya mau pake lagi. Masih baru pertama ini mau pake, gimana cara make nya? Langsung di pake apa harus di apakan dulu? Makasih

      -Evi-

      Hapus
    3. hai mba Evi, saya sendiri belum pernah pakai otang ya mba, kayanya bisa langsung dipkai, atau tips ibu saya pertama kali untuk menghilangkan bau cat, oven dipakai panggang kelapa parut dulu.

      Hapus
  70. assalamu'alaikum mba saya datang lagi :D
    barusan coba resep ini, gulanya saya kurangi sedikit terus pake tambahan cokelat bubuk sama air lemon sama kulit jeruk lemon. hasilnya harum, kulit atasnya shiny tapi retakannya ga sebanyak punya mbak endang, apa mungkin gara-gara gulanya saya kurangin ya???
    terus pas dikeluarin dari oven tengahnya masih lembek, padahal udah tes tusuk dan bersih >_< semoga aja enak hasilnya soalnya ga pake timbangan ukur bahan-bahannya, pake feeling aja hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam Mba Theresia, thanks sharingnya ya. Tips permukaan brownies retak dan shiny adalah gula yang banyak, gula bs berasal dari gula pasir atau DCC.

      Hapus
  71. nah saya udah coba rasnaya bronis yang saya bikin mbak, dan terbukti kalau saya kelamaan panggangnya !! aaaaa agak kering, ga legit kayak punya mbak, saya manggangnya 50 menit, heheh kebablasan -__- tapi hasilnya enak kok mbak, apalagi ada sensasi leomnya uihh sayang kering duh hahahha next time mau coba lagi dengan waktu pemanggangan yang dikurangi. sukses terus ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya brownies memang tdk boleh terlalu lama dipnggang, akan hilng moistnya. Cek dengan tusuk lidi, kalau ada remah yang menempel (bukan basah dan bukan juga lidi bersih dri remah), maka sebaiknya brownies segera dikeluarka dr oven.

      Hapus
  72. Hai mb Endang.... dari bermacam resep brownies di internet yg sudah saya coba, ini adalah brownies yg paling sesuai dengan selera saya. Entah sudah berapa kali saya eksekusi, setiap ada moment2 special atau akan datang tamu, saya akan suguhkan brownies ini.... Terimakasih ya mb... GBU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Eli, thanks sharingnya yaa, senang resep Browniesnya disuka. Yep, yang ini padat dan legit ya

      Hapus
  73. Halo mba endang... sy udah coba bikin brownies pake resep ini, rasanya enak mba, hny sy rasa gagal di tekstur nya dech mba, jadinya tdk sprti brownies tp lbh ke kyk bolu, mengembang gitu dech mba. Tdk retak2 sprti foto2 diatas. sy ngocok nya tdk pake mikser dan tdk lama jg. Semua ikut plek sesuai resep n langkah2nya. Kira2 knapa ya mba apa??.. sy pengen dech hasilnya sprti foto mba ini, garing di luar tp basah didalam. Trus resep ini memang pake BPDA kan mba? Soalnya sy liat resep brownies mba yg lain tanpa pengembang. Trima kasih sebelumnya.. by ida.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ida, saya juga hanya aduk2 saja pakai kocokan balon tdk dimikser ya. Coba BP nya kurangi jadi 1/2 sendok teh saja. Brownies yang retak dan shiny permukaannya dihasilkan dari DCC dan gula yang banyak Mba.

      Hapus
  74. Salam kenal mba Endang.Saya pengen banget nyoba brownisnya.Kelihatannya fudgy n chewy.Oiya,mau tanya mba,diresep tertulis pakai BPDA.Kalau tidak pakai BPDA kira kira hasilnya seperti apa ya dan saya pakai sendok teh untuk teh atau sendok takar yg memang untuk bikin kue ya.Terima kasih atas infonya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba Christine,

      Sebaiknya pakai mba, adonan tdk dimikser sama sekali, kalau ngak pakai BO takutnya bantat total. Supaya gak terlalu ngembang lebay cba Kurangi saja jadi 1/2 sendok teh BPDA. untuk baking saya selalu pakai sendok ukur ya.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...