17 Juni 2012

Nasi Tim Ayam: Seriously Delicious!



Siapa bilang nasi tim ayam hanya untuk yang sedang sakit? Hmm, bagi yang sedang sehat pun sah-sah saja menyantap nasi tim seperti yang saya lakukan weekend ini. Proses pembuatannya sebenarnya terbilang mudah hanya saja saran saya, persiapkan terlebih dahulu semua bahan yang anda perlukan, perhatikan setiap tahapannya sehingga saat anda beraksi memproses semua bahan di atas kompor, semua berjalan smooth dan cepat. Selain itu jangan langsung menyerah membaca resep dan proses pembuatannya yang saya tuliskan di bawah, walau terlihat banyak namun sebenarnya bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana. 


Sebagaimana masakan yang dipengaruhi oleh kuliner China maka jangan lupa untuk menyediakan kecap asin (soy sauce) dan minyak wijen (sesame oil) di dapur anda. Kedua bahan ini walau tidak mutlak namun akan memberikan rasa yang spesial pada nasi tim yang anda buat. Selebihnya, saya yakin bahan-bahannya pasti tersedia di dapur anda. Jika anda menyukai aroma berbeda boleh tambahkan 2 helai daun pandan saat menumis nasi, membuat nasi tim menjadi lebih harum aromanya. Namun yang jelas, nasi tim ini super lezat, lembut, dengan sari ayam dan bumbu yang meresap hingga ke dalam setiap butiran nasi. Benar-benar serius sedapnya. ^_^


Nasi tim ini memerlukan banyak cincangan bawang putih di dalam bumbunya. Nah, supaya proses mencacah si bawang bisa dilakukan dengan cepat saya biasanya memukul atau mengkeprak butiran bawang yang masih berkulit menggunakan ulekan batu atau kayu penggilas atau benda berat apapun yang ada di dapur hingga bawang menjadi hancur dan pipih. Buang kulitnya dan cacah bawang menggunakan pisau tajam. Cara ini terbilang cepat dan menghemat waktu anda dibandingkan harus menguliti satu persatu bawang, mengiris dan mencacahnya. Aduh, bisa habis waktu terbuang untuk di dapur saja ^_^.  Jika meja dapur anda imut seperti meja dapur saya, dimana space untuk merajang dan mencampur segala macam bahan hanya berukuran 1 x 1 meter, saran saya siapkan sebuah mangkuk atau baskom di dekat anda untuk menampung semua sampah yang dihasilkan saat anda memproses bahan. Cara ini membuat meja kerja anda selalu bersih dan bebas sampah, membuat proses memasak menjadi cepat dan semangat pun tetap berkobar. Ketika kegiatan memasak selesai baru buang sampah yang terkumpul di mangkuk ke tempat sampah. 


Masakan ini sendiri merupakan nasi ala kuliner Indonesia China yang sangat populer di masyarakat kita, dimana proses pembuatannya dengan cara dikukus. Proses ini menghasilkan nasi yang lembut, lunak dengan bumbu dan sari ayam yang meresap ke dalam setiap butir nasi membuat makanan ini memang biasanya diperuntukkan untuk balita, anak-anak, orang tua atau mereka yang sedang sakit karena mudah untuk dicerna. Umumnya nasi tim terbuat dari beras, tumisan ayam, irisan jamur, dan telur rebus dengan menggunakan bumbu berupa soy sauce atau kecap asin, cincangan bawang putih dan jahe. Tumisan nasi beserta bahan lainnya dimasukkan ke dalam mangkuk kaca tahan panas atau alumunium untuk lantas dikukus. Umumnya disajikan bersama kuah yang ditaburi dengan daun bawang. Saya biasanya menambahkan sambal asam manis yang terbuat dari cincangan bawang merah, cuka, gula dan garam. Yummy!

Okeh, yuk kita langsung saja ke resep dan proses pembuatannya.


Nasi Tim Ayam
Resep diadaptasikan dari web Indochine Kitchen - Steamed Chicken Rice, Nasi Tim Ayam 

Untuk 3 porsi nasi tim

Bahan untuk nasi:
- 250 gram beras, cuci bersih dan rendam selama  1 jam, tiriskan
- 3 butir bawang putih, cincang halus
- 1 ruas jahe, kupas dan cincang halus
- 2 sendok makan kecap manis
- 1 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok makan minyak untuk menumis
- 200 ml air kaldu rebusan tulang ayam 

Bahan untuk rendaman daging ayam:
- 1/2 ekor ayam, ambil dagingnya, sisihkan tulangnya untuk kaldu atau 250 gram dada ayam. Potong kotak.
- 1 sendok makan soy sauce atau kecap asin
- 1/2 sendok makan saus tiram
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 1 sendok teh minyak wijen
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok makan tepung maizena

Bahan untuk tumisan ayam:
- 4 butir bawang putih, cincang halus
- 2 ruas jahe, cincang halus
- 2 sendok makan minyak
- 1/2 sendok makan gula pasir 
- 1 sendok makan kecap manis 
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- 200 ml air 

Bahan untuk kaldu:
- potongan tulang ayam
- 1 liter air

Bahan untuk saus cabai (aduk menjadi satu), optional:
- 5 butir cabai rawit, cincang halus
- 1 sendok teh cuka masak
- 2 sendok makan gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 5 sendok makan air kaldu

Bahan lainnya:
- 3 butir telur rebus 

Cara membuat:


Siapkan beras, cuci bersih dan rendam selama 1 jam, tiriskan. Rebus telur hingga matang, kupas dan sisihkan. 

Membuat tumisan ayam
 

Rebus tulang belulang ayam dengan 1 liter air hingga mendidih. Angkat dan sisihkan. 

Siapkan mangkuk, masukkan daging ayam dan semua bahan perendamnya. Aduk hingga rata. Tutup mangkuk dengan plastic wrap atau penutup lainnya, masukkan ke kulkas selama 30 menit. 


Siapkan wajan, tuangkan minyak, panaskan dan masukkan 1/2 sendok makan gula. Aduk-aduk gula hingga menjadi karamel. Aduk terus agar gula tidak gosong, kecilkan api kompor dan masukkan bawang putih dan jahe. Tumis hingga harum. 


Tambahkan potongan daging ayam, aduk dan masak hingga ayam berubah warna. Tambahkan air, kecap manis, dan kaldu bubuk, aduk rata dan biarkan hingga mendidih. Cicipi rasanya. Matikan kompor.

Saring air tumisan ayam, sisihkan di mangkuk. Kita akan menggunakannya untuk menumis nasi.  

Membuat nasi 


Siapkan wajan, tuangkan 1 sendok  makan minyak, panaskan. Tumis bawang putih dan jahe hingga harum dan berubah warna menjadi kecoklatan. Tuangkan air tumisan ayam ke dalamnya dan masak hingga terlihat mulai mendidih. 


Masukkan beras yang telah dicuci ke dalam tumisan, aduk-aduk hingga air tumisan meresap ke dalam butiran beras. Tambahkan kecap manis dan garam aduk rata. Tambahkan 200 ml air kaldu rebusan tulang ayam ke dalam tumisan beras. Masak hingga semua air meresap ke dalam beras. Jangan lupa untuk mengaduk beras selama ditumis agar tidak gosong. Jika semua cairan telah terserap. Matikan kompor. 

Menyiapkan nasi untuk dikukus


Siapkan 3 buah mangkuk diameter sekitar 10 - 15 cm dengan tinggi 10 cm, taruh sebutir telur di masing-masing mangkuk. Bagi tumisan ayam menjadi 3 bagian dan masukkan masing-masing bagian ke dalam mangkuk. 

Bagi tumisan nasi menjadi 3 bagian juga, sendokkan masing-masing bagian nasi ke dalam mangkuk. Siram dengan kaldu ayam hingga air kaldu memenuhi mangkuk dan nasi terendam. Kaldu ayam yang tersisa kita gunakan untuk membuat kuah nasi tim.


Tata mangkuk berisi nasi dan ayam ke dalam kukusan dan kukus selama + 1 jam hingga nasi matang. Cicipi nasi, jika masih keras bagian dalamnya kukus lagi hingga matang.  

Membuat kaldu ayam untuk kuah
Rebus sisa kaldu ayam dengan 1 batang rajangan daun bawang, dan seledri. Tambahkan garam sedikit hingga asinnya pas dan 1/2 sendok teh merica. Angkat. 


Angkat nasi, balikkan mangkuk ke piring saji, sajikan dengan kaldu ayam dan saus cabai rawit. Santap selagi panas. Seriously delicous!

Sumber:
Web Indochine Kitchen - Steamed Chicken Rice, Nasi Tim Ayam 
Wikipedia - Nasi Tim




52 komentar:

  1. Hmm...emang yummy! Aku udah bikin 2x sekarang bikin lagi buat bekal sekolah anakku bsk. Biar lbh menarik, nasinya aku cetak di cetakan puding karakter bear,kura2 n pesawat.
    #lina#

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lina, yep, maknyuss tenan ini nasi. Buat anak2 pas banget Mba hehehe. thanks sharingnya ya.

      Hapus
  2. hi mbak, salam kenal :-)
    Resep2 nya mantep rasanya! saya sendiri suka kutak kutik resep di dapur, tapi kalo liat resep2 mbak, rasanya komplit dan pas dengan selera! tadi saya coba nasi tim nya, hanya ayam sy marinade semalaman... rasanya uenakkk mbak! Jangan bosen2 posting resepnya ya mbak! trims! ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Juensia, salam kenal juga ya. Yep, emang paling hobi kutak katik resep wakakak, suka penasaran.com kalau lihat resep yang belum pernah di coba. Wah iya, ayamnya di marinade semalam pastiya lebih oke ya. Thanks sharingnya! ^_^

      Hapus
  3. uenak mbak..anak2 suuuukaaaa.. mksh mbak endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Shinta, yep setuju hehehhe. Dah lama gak buat ini hikkss pengen ^_^

      Hapus
  4. Wuuih looks yummy..Mau coba buat krucils di rumah ah..Blog yg berbeza,krn ada cerita ttg sejarah makanan,trik2 memasak,cerita ttg mbk endang..ngk terasa dr kemarin browse isi blog ini...hehehe...
    Trimakasih ya mbk,tips2 nya banyak menjawab pertanyaan2 di kepala saya selama ini..#nita#

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nita, sip, silahkan dicoba, moga krucil2nya suka yaaa. senang blog JTT bisa membantu. sukses selalu ya mba ^_^

      Hapus
  5. Hai Mbak Endang, sejak nemu JTT sy Jd hobi didapur nih. Today saya coba resep Nasi Tim ini, mmg Bener mak nyusss bangettttt lohhhhj....thanks ya buat resep2 dan tips2nya

    BalasHapus
  6. Mbak endaaang.. Saya barusan kirim email ke mbak. Karena penasaran bgt pengen cepet2 dibales, akhirnya saya putuskan utk posting komen jg disini.. Hehe..
    Ada yang saya bingung tentang resep nasi tim ayam, mbak..
    Setelah ayamnya ditumis kan kecap manis sama kaldu bubuknya dimasukkan. Lha trus kok tiba tiba tiba disaring..? Apanya yang disaring ya..? Maksudnya kok tiba tiba ada airnya itu darimana ya..?
    Sedangkan rendaman ayamnya kan isinya cuma kecap asin, saus tiram sama minyak wijen..?
    Saya sudah membaca berkali2, tapi tetep ga mudeng. Mungkin saya agak oneng buat memahami. Hehehe.. Saya tunggu jawabannya ya mbak endang.. Udah pingin banget nyoba soalnya.. Makasih.. ^_^

    -Clarissa-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Clarissa, saya sudah baca emailnnya hanya saja belum sempat balas hiiks, maaf ya.

      hehe, saat ayam ditumis walau tidak menggunakan air, akan tetap mengeluarkan air ya, jadi air tumisan ini kita pisahkan dr isinya dan kita pakai untuk menumis nasi. Kalau pas buat tumisan gak keluar air ya gak perlu disaring, tapi biasanya sih keluar air banyak ya.

      supaya gak bingung, sebaiknya dicoba saja dan lihat sendiri hasilnya hehehhe

      Hapus
  7. salam mb endang. saya sudah pernah mencoba resep ini. emang enak banget.
    nasi tim ini bisa disimoan di kulkas tidak ya untuk disajikan keesokan harinya?kalau bisa disimpan, setelah dikukus atau sebelum dikukus ya....

    luluk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Luluk , yep bisa disimpan di kulkas ya, setelah dikukus saja Mba, tutup dengan plastik wrap besoknya tinggal dihangatkan ya.

      Hapus
  8. Salam hangat mbak Endang.
    Saya sudah mencoba resep nasi tim ini. Dan memang yang mbak bilang "seriously delicious" sampai pacar dan camer ku sangat lahap waktu mencicipinya. Untuk nasi timnya mbak, gak saya kukus lagi, krn lebih efisien, saya masak beras beserta sisa kaldu dan sisa kuah hasil masak ayam tadi. Hasilnya tetap wangi banget, dan mantap pokoknya mbak. Dan daging ayamnya saya campur jg dengan jamur shitake (penulisannya benar gak mbak) jadi benar-benar nendang. Senang rasanya hasil masakan saya di sukai. ^-^
    Salam sukses buat blog JTT ya, semoga kedepannya resepnya makin mantap dan lebih dikenal bagi pencinta masak seperti saya.

    God Bless ^_^
    Enilyu-Medan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Eni, salam kenal ya Mba. thanks sharingnya disini ya dan senang sekali resep nasi timnya disuka. Sukses untuk Mba dan keluarga ya!

      Hapus
  9. Mbaaak aku mau lapor aku lg bikin tim ini ... mbak kok ayam yg aku tumis ngga ngeluarin air mbak? Gmn ni mbak aku jd bingung ntar tumis nasinya kan pake air tumisan ayam. Apa aku siram air mbak? Apa gmn ya? Maap ya mbak aku newbie nih dlm masak masakan -.- makasih mbak..
    .

    BalasHapus
    Balasan
    1. loh kan ada kaldu ayam, rebusan tulang belulang ayam,coba baca instruksinya lagi. kaldu ayam nantinya akan dimasukkan ke dalam mangkuk berisi nasi saat mengetim, kaldu itu yang akan membuat nasi matang. air tumisan ayam hanya tambahan saja, kalau mau tambah air ya boleh2 saja.

      Hapus
  10. Mbak arum, kalo kita liat bahan tumisan ayam sih ada 200ml air. Dan mbak endang, mungkin mbak lupa nulis di step by step kapan memasukkan air ini. Kalo liat di fotonya sih, tumisan ayamnya kyk berkuah banyak gt dan bukan hanya air sari daging ayamnya, jadi kemungkinan sudah ditambah 200ml air tsb, dan akhirnya krn cukup berkuah, kuah inilah yg disaring utk kmudian dipakai utk nasi.
    Haiyaaah....bahasaku berbelit2 amat haha...
    Apakah benar begitu? Mari kita nantikan jawaban si empunya resep. Silahkan mbak endang. *sodorin mike-nya* :p
    Btw, aku jg sedang membuat inih, buat anakku yg lg demam. Hiks...moga2 dia suka dan langsung sembuh ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba, yeppp ada air 200 ml ya, saya lupa masukkan di instruksinya. Setelah saya cek ada di daftar bahan, waduh moga2 yang coba gak gatot semua yaa.

      thanks ya mba atas koreksinya ya wakkakakak ^_^

      Hapus
    2. Mbak, fotonya kemana? Saya mau bikinin utk anak saya yg lg sakit tipes.. biar PD klo ada fotonya :)
      Makasih...

      -Muslikhah-

      Hapus
    3. iya nih tiba2 eror mba, saya juga gak tahu kenapa.

      Hapus
  11. mba.. gambarnya kok gak mau muncul yah.. cuman muncul tanda seru di dalam segitiga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, lagi error hehhehe, saya sedang cari gambar asli di arsip untuk di upload ulang.

      Hapus
  12. Salam kenal Mbak Endang... Thanks banget yaa udh share resep2 yg enak2 😊😊 Kmrn saya bikin nasi hainam dan ayam saus wijen oriental... Tp berhubung yg ada stok cuma udang jd pake udang deh 😜 Ga masalah sih udang atau ayam tp yg pasti saus oriental nya itu lho super yummy 😍😍 Today saya mau coba bikin nasi ayam... Krn saya msh recovery dari sakit tipus juga... Bosen jg makan bubur dan nasi tim beli di resto mulu. Kali2 bikin sndr ah.... Hehehee... Sukses terus ya Mbak dgn blog JTT nya 😘😘 Terus mengudara yaa!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Zee, salam kenal juga dan thanks sharingnnya ya mba. Senang sekali resep JTT disuka. Moga sukses dengan nasi timnya ya, dan moga cepat kembali sehat ya.

      Hapus
  13. Halo mbak endang, mau tanya dong. Kemaren saya coba2 bikin resep nasi tim ini. Tapi kok rasanya kurang oke. Yang saya mau tanyakan apakah bahan utk merendam ayam ikut ditumis juga atau dibilas dulu baru ditumis? Kemaren saya bilas. Rasa nasi timnya agak hambar, beda kalo beli kok bisa legit gurih ya....Mohon pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, wah jangan dibilas ya mba ayamnya, itu yang menyebabkan rasanya hambar. Hanya sisihkan saja tumisan ayam dan airnya. Air tumisan berbumbu ini dipakai untuk menumis nasi, sudah saya jelaskan di step diatas ya, mungkin harus dibaca lagi ya.

      Hapus
  14. Bahan untuk rendaman daging ayam:
    - 1/2 ekor ayam, ambil dagingnya, sisihkan tulangnya untuk kaldu atau 250 gram dada ayam. Potong kotak.
    - 1 sendok makan soy sauce atau kecap asin
    - 1/2 sendok makan saus tiram
    - 1/2 sendok makan gula pasir
    - 1 sendok teh minyak wijen
    - 1/2 sendok teh merica bubuk
    - 1 sendok makan tepung maizena

    Maaf mbak endang, sy kurang mudeng. Maksud sy apakah bahan2 diatas ikut ditumis jg? Atau hanya buat merendam(marinate) ayamnya saja? dipenjelasan gak ada keterangannya, cuma tambahkan potongan daging ayam, aduk dan masak hingga ayam berubah warna. Maaf ya mbak, jd ribet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, semua bahan diatas akan melekat bersama ayam, jadi ketika ayam ditumis semua bumbu diatas ikut dimasukkan didalam tumisan,

      Hapus
  15. Mba Endang, saya silent reader udah 2 tahun belakangan ini. Kemarin saya coba resep ini tapi berhubung ga punya ayam saya pake daging sapi giling. Walopun ga smua step diikutin, tetep hasilnya enaaak. Anakku yang susah makan mangapnya gede bgt.
    Hari ini aku iseng bikin lagi tapi pake salmon. Lagi2 si kecil mangapnya gede banget. Hehehe
    Makasi banyak udah share resep ini, mbak. I lop yu pokoknya!! Sukses terus JTT!
    Salam,
    Mama Mehdi ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mama Mehdi, salam kenal dan thanks ya sharingnya. Senang sekali membaca testimoninya, saya ikutan senyum2 membayangkan si kecil yang lahap makannya.

      sukses untuk mba juga dan keluarga ya ^_^

      Hapus
  16. Hi.. Senang deh nemu resep ini...
    Maaf aku tuh pemula banget dalam urusan masak. Mau tanya hal sepele...
    Kalau ukuran sdm,sdt yg dipakai di resep, itu di ukur pakai sendok makan atau sendok teh yg biasa kita pakai, atau pakai sendok takar yg biasa buat kue itu?

    Mksh ya sebelum nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, kalau untuk masakan pakai saja sendok teh/sendok makan biasa ya, tidak perlu menggunakan sendok takar khusus. kecuali untuk resep kue/cake maka saya menganjurkan pakai sendok takar ya

      Hapus
  17. Hai mbak endang..aku fansmu..mau tanya ayamnya boleh pake ayam negri gak? Mempengaruhi aroma dan rasa gak kalo pake ayam negri.mungkin lebih amis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Indria, thanks ya sudh menyukai JTT. Saya di resep ini pakai ayam negeri ya Mba, sedap kok hehhehe

      Hapus
  18. Hi mbak, saya baru aja praktek resep nasi tim ini and seriously enaaakkkkkkk!!!! Beneran deehhhh.. Buat saya yg amatir bgt soal masak memasak, resep2 mbak cukup mudah utk diikuti daaannn yg bikin tmbh semangat buat coba masak2 lg adalah setiap resep yg saya coba dri blog mbak selalu endeeeessssss, trimksh banyak ya mbak sudah berbagi resep2 spektakuler 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba Anggita, thanks sharingnya ya, senang sekali resep JTT disuka. Sukses selalu yaa

      Hapus
  19. Mbak Endang, thanks resepnya. Saya coba tadi pagi, tp kurang sukses pas bikin caramelnya, jadi gosong. Untung masih ada stock bawang putih&jahe dirumah =)
    Kalau kuah bekas tumis ayam + kaldu ayam + nasi dimasak di rice cooker (tdk dikukus) apakah akan menghasilkan cita rasa yang sama? Jd pada saat disajikan baru disatukan dengan ayam

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba linda, bisa ya dimasak di rice cooker, cuman memang umumnya nasi tim dimasak bersama ayam. Mungkin cita rasanya akan sedikit berbeda

      Hapus
  20. Halo mba endang,
    Saya penggemar berat mba endang..dan nasi tim ini luar biasa enak...thanks mbaaa...love u full....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Selina, thanks sharingnya yaa, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  21. Mba salam kenal.. aku suka sekali blog mba endang.. hari ini saya buat nasi tim ini untuk makan siang saya dan anak, enaaak mba.. apalagi nasi yg dibawah potongan ayam yummy.. kl saya kaldunya saya tambah wortel dipotong dadu trus dicampur ke nasinya.. yuuuum.. makasih yah mba selalu memberikan inspirasi, sehat selalu dan terus berkarya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Dyah, salam kenal juga ya, thanks sharingnya ya, senang resepnya sukses dicoba.

      Hapus
  22. Mba salam kenal..setelah membaca blog mba saya tertarik untuk membuat nasi tim untuk suami saya semoga saya bisa berhasil ya buat nya maklum baru bisa masak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, salam kenal yaa. Moga sukses dengan nasi timnya yaa.

      Hapus
  23. Salam kenal Mb Endang, kayaknya daerah seputaran beredarnya kita sama deh, sempat baca ada nyebutin mm 610, ftmawti, dll.. kode pos 124.. hehehe..
    Mudah2an kapan2 bisa ketemuan langsung sama chef hebat ini.. Aamiin
    Hari ini saya coba resep nasi tim nya mbak, baru kali ini nemu resep nasi tim yang pas di lidah padahal udah sering coba resep nasi tim sana sini yang sebagian besar berasnya ditumis pake minyak wijen tapi tetap ada yg kurang rasanya nah baru di resep JTT berasnya ditumis pake air saringan tumisan ayam, what a brilliant idea..
    Semoga sukses terus ya mbak dan membuat orang2 spt saya yg biasa2 aja dlm hal masak jadi bisa menghasilkan masakan enak berkat resep Mb Endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba Airine, thanks sharingnya ya, senang resep tim nasinya disuka. Membaca komentar ini membuat saya mengecek kembali nasi tim ayam dan sebel lihat foto2 JTT jaman dulu yang jelek banget wakkakakak.

      Yep, kita masih seputaran yang sama, hahhahahha. 610 andalan tiap pagi, blok M, fatmawati karena toko TBK Titan disana hahhahah. Moga one day bs ketemu ya Mba. Sukses yaaaa

      Hapus
  24. Halo mbak endang, teruma kasih buat resepnya yg menggugah selera��. Lusa rencana mau dicoba. Kalau kaldunya dan dagingnya diganti pakai tulang dan daging sapi cincang apa bisa? Trus maizena diganti pake tapioka bisa? Soalnya di rumah lagi ada. Tetima kasih banyak mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bs pakai kaldu apa saja mba, nggak masalah. Maizena ganti terigu saja, kalau tapioka nanti hasilya kaya lem

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...