Dan semua itu berawal dari...
"Bikin rainbow cake Mba, lagi musim tuh", cetus Iin, rekan kantor saya beberapa waktu yang lalu. Hmm, cake kukus warna-warni ini memang sedang nge-trend, atau memang saya yang ketinggalan berita, hanya saja saya memang selama ini belum pernah membuatnya. Membayangkan harus begitu ribet membagi adonan, membubuhinya dengan aneka warna dan mengukusnya selapis demi selapis, telah membuat semangat saya drop. Tetapi cake ini tetap dalam angan-angan hingga tadi malam sepulang kantor saya pun mencoba membuatnya. Resepnya hasil kombinasi dan utak-utik dari beberapa resep cake kukus yang pernah saya posting, walaupun teksturnya tidak selembut cake idaman tetapi cake ini cukup yummy dan mudah proses pembuatannya. Well, setidaknya tampilannya memang benar-benar meriah laksana pelangi yang muncul setelah hujan mengguyur bumi.
Sebagaimana bahan-bahannya yang terbilang simple, maka proses pembuatannya pun bisa dibilang mudah, modal yang anda butuhkan selain bahan kue adalah ketelatenan dan kesabaran. Bagilah adonan menjadi sama rata untuk menghasilkan tinggi lapisan kue yang seragam, selain itu pastikan permukaan saringan kukusan anda rata sehingga cake memiliki ketebalan yang sama. Nah, ini menjadi kendala saya, permukaan saringan kukusan yang saya miliki agak sedikit bergelombang sehingga cake cenderung miring ke satu sisi, akibatnya beberapa bagian lebih tebal dibandingkan lainnya. Masalah lainnya yang saya alami adalah permukaan setiap lapisan berkeriput dan bergelombang, alhasil ketika dipotong-potong tampak lapisan cake tidak rata, mirip seperti kontur pegunungan. Nah yang ini saya sendiri tidak tahu apa yang menyebabkannya, jadi jika anda tahu bagaimana mengatasinya mohon kebaikan hatinya untuk bisa sharing disini. Selain masalah di atas secara keseluruhan cake pelangi ini mudah dibuat dan rasanya pun cukup yummy.
Ingin tahu bagaimana cara membuatnya? Hyuuuuk... ^_^
Untuk 1 loyang cake ukuran 20x20 cm
Bahan:
- 5 butir telur, suhu ruang
- 280 gram tepung terigu protein rendah atau sedang
- 1/4 sendok teh vanili bubuk
- 1 sendok teh baking powder double acting (pastikan fresh dan cek masa kedaluarsanya)
- 1/2 sendok teh garam
- 150 gram mentega, cairkan
- 200 ml santan kental (saya pakai Kara)
- pasta pewarna ungu, hijau, merah dan kuning, secukupnya
Cara membuat:
Siapkan loyang ukuran 20 x 20 cm, olesi loyang dengan mentega dan alasi bagian bawah dan sisi loyang dengan kerta minyak/kertas baking. Olesi permukaan kertas dengan mentega. Sisihkan.
Siapkan mangkuk, masukkan bahan kering (tepung terigu, baking powder, garam dan vanili bubuk), aduk rata atau ayak hingga tercampir baik dan sisihkan.
Siapkan mangkuk mikser, masukkan gula pasir dan telur, kocok dengan dengan speed tinggi hingga kental, kembang dan berwarna pucat. Turunkan kecepatan mikser menjadi paling rendah, masukkan tepung sedikit demi sedikit, bagi menjadi 3 tahapan. Kocok hingga tepung tercampur baik dengan kocokan telur.
Masukkan mentega cair dan santan kental, aduk rata, bisa menggunakan spatula atau mikser dengan kecepatan rendah. Pastikan mentega cair tercampur baik, minyak mempunyai kecenderungan untuk mengendap di dasar, jadi usahakan spatula mengaduk hingga ke dasar adonan.
Bagi adonan menjadi 4 bagian, berat kira-kira 250 gram per bagian. Berikan masing-masing bagian pasta pewarna ungu, hijau, merah dan kuning. Aduk rata.
Note: Pewarna cenderung terlihat pudar saat dikukus jadi pastikan porsi pewarna cukup sehingga warna cake tetap terlihat cerah setelah matang.
Panaskan kukusan, beri air banyak agar tidak kering saat cake belum matang.
Masukkan adonan ungu (atau terserah anda urutan warnanya) ke dalam loyang yang telah disiapkan, masukkan loyang berisi adonan ke dalam pengukus yang telah panas. Tutup permukaan kukusan dengan kain bersih yang menyerap air. Tutup kukusan rapat-rapat dan kukus cake selama 15 menit.
Keluarkan cake dari kukusan, tuangkan adonan hijau di atas adonan warna ungu, ratakan. Kukus cake kembali selama 15 menit. Lakukan hingga semua adonan habis. Kukus cake hingga matang dengan menambahkan waktu 15 menit lagi setelah lapisan cake terakhir di masukkan.
Keluarkan cake dari kukusan, biarkan uap panasnya menghilang dan balikkan cake di piring datar. Cake siap dipotong-potong sesuai keinginan. Yummy!
Selamat mencoba. ^_^













mbak mau nanya,kalo lapisanya pgn 6 lapis bisa pake resep ini atau hrs 2 resep? Pewarnanya kalo pake yg merk kupu2 bisa ga? Trus kalo santanya diganti susu bisa ga mbak? Oya kuenya cantik..suka.. - betty
ReplyDeleteHalo Jeng, menurut saya harus 1 1/2 resep ya. Kalau 1 resep untuk 6 lapis terlalu tipis, dua resep terlalu bnyak menurut saya. Pakai telur sebanyak 8 butir saja dan tambahkan bahan lainnya sebanyak 1/2 resep. Santan bisa diganti susu cair. Thanks ya atas komentarnya ^_^
Deletewadooh, pucuk dicinta ulam pun tiba, emang lagi nyari2 resep ini mb, dan senangnya mb endang telah mencobanya jadi gak ragu lagi untuk mencobanya ..:)
ReplyDeleteAloha Mba Chanti, yess saya akhirnya bikin juga ini cake. Cuman kok kurang oke bentuknya ya? Bergelombang begitu gak bisa mulus kaya kue lapis hiiikss. Mungkin kalo Mba Chanti yang bikin hasilnya lebih oke heheheh
Deletesip makasi mbak..siap berkarya lg
ReplyDeleteHahaha, sama-sama, moga hasilnya lebih oke dari punya saya ya.Kurang layak jual neh bentuknya hiiks
Deletembak kalo dari yang saya baca di tabloid saji dan dari pak wied hary *sudah saya praktekkan juga* begelombang permukaan tu karena apinya kegedean.buat kukus mengkukus baiknya apinya sedang cenderung kecil gitu...ternyata bener loh..
ReplyDeleteHalo Mba Anitaaaa, weesss apa kabarnya Bu, sibuk apa sekarang? Hahaha, thanks atas informasinya ya, sipp saya akan tambahkan di blog karena api terlalu besar ya. Mantep. Makasihhhh ^_^
DeleteMbak Endaaaangngng... Request dong, "healthy rainbow cake" :) Pengen bikin dari pewarna alami gitu, misal merah dari bit, hijau dari bayam, dst. Ya ya ya... ;)
ReplyDeleteSalam sehat,
Hanif
Hahahha, gud idea jugak neh, ntar ya kumpulin bahan2nya dulu hehhe. Thanks ya Non ^_^
DeleteHallo Mbak Endang.. salam kenal dan kagum dari saya! Mbak, thx untuk resep dan tutorial nya yang sangat mengispirasi saya untuk berkreasi dan terus belajar memasak. Ada beberapa resep yang sudah saya peraktekkan. salah duanya adalah Japanese Sponge cake dan Gurame Saos Mangga Asam pedas. Dua2nya Yummy n maknyusss.. lezat banget saya sajikan untuk jamuan ultah suami saya. Trimaksih dan ijin untuk boleh mengikuti menu2 yang lain ya mbak.. Salam Sukses :)
ReplyDeleteHalo Mba Gracia, thanks atas sharing dan komentarya. Senang bisa membantu dan memotivasi untuk terus belajar memask. Tetap semangat ya Mba dan silahkan mengikuti menu2 lainnya. Sukses ya. ^_^
DeleteMba saya punya telur ayam tapi kuningnya aja nih...saya kalo makan telur cuma putihnya aja berhubung lagi diet, sementara kuningnya saya sishkan dan disimpan di lemari es. ada sekitar 10 biji kuning telur...enaknya kalo dibikin kue kukus bisa kah? ada saran? terima kasih
ReplyDeletewaaah resepnya simple bgt.................
ReplyDeletethanks yach mba atas resepnya yang simple and mudah dibuat
aqu jg dah praktekkin dan hasilnya pun sempurna
by:yani
Halo mba Yani, wah senang mendengarnya, Saya justru pikir kok simple banget ya resepnya wakakkak. Teman saya punya versi lebih njlimetnya cuman saya belum coba.
Deleteak ga da bosennya ngubek blognya mba endang,kali ini ak bikin ini mba cuma aku panggang,cos dandangku kecil loyangku besar,dan parahnya cake sebenernya ngembang cuma karna kegedean loyang hasil jadinya tipis :(.tp gpp lah yg penting anak2u suka,trus warnanya ga jiplek sama mba krna ak cuma punya 2 warna merah sm ijo itu jg ak pake pasta hehe
ReplyDeletebuat warna satunya ak campurin aja merah plus ijo,jadinya semu2 coklat.bisa diliat mba http://ermalia354.blogspot.com/2013/03/simple-rainbow-cake.html
thanks alot ya mba,ak jg mau coba kue sus nya buat dijual,krna brownies kmrn lg sepi.
Hai Mba Erma, sori telat balasnya, pesan pasti saya baca cuman pas balasnya suka kelewat. Yep, untuk cake berlapis seperti ini sebaiknya memang tinggi ya ukurannya supaya kelihatan lapisannya. Moga sukses untuk next trialnya ya Mba!
Deletewah pasti moist bgt deh... :D blog mba ini emang paling cocok buat kita" yang lg blajar masak.. makasih mba endang ^_^
ReplyDeleteSip, silahkan dicoba dan semoga selalu berhasil percobaannya haahha
Delete