23 February 2011

Cake Kukus Pisang Coklat Keju


Pisang, sepertinya jika diolah menjadi roti atau kue maka seakan tidak lepas dari coklat dan keju. Tidak heran, karena perpaduan ketiga bahan ini memang menghasilan rasa yang pas dan lezat sehingga penggemarnya pun melimpah. Tengok saja roti bakar pisang coklat keju atau roti manis isi pisang coklat atau pisang keju atau pisang coklat keju. Nah, begitupun cake kukus yang ini. Resep aslinya sebenarnya hanya cake pisang dengan tambahan coklat meses saja, tetapi supaya lebih dari biasa dan rasanya lebih mantap maka saya menggunakan keju parut sebagai tambahannya. Untuk coklat mesesnya saya ganti dengan pasta coklat, anda bisa juga menggantinya dengan coklat bubuk. Hasilnya adalah cake yang lezat dan gurih dengan rasa keju dan coklat yang mantap.

Untuk cake kukus ini pilih pisang yang lembut dan manis, misalnya pisang ambon, barangan, cavendish, raja kuning atau pisang emas. Haluskan menggunakan garpu, tidak perlu diblender. Karena daging pisang yang lunak dan lembut tidak merusak tekstur kue sama sekali. Saya membagi adonan menjadi dua, satu bagian saya campur dengan pasta coklat dan bagian lainnya saya beri keju parut. Untuk penataannya di loyang, semakin anda kreatif maka kue yang dihasilkan akan semakin cantik. Mungkin anda bisa mencoba membuat motif layer atau motif marmer atau jika kreatifitas anda nol dan no have idea seperti saya, maka motif acak adul ini bisa menjadi pilihan :)

Sebagaimana pernah saya tulis sebelumnya di  cake kukus postingan yang lalu, beberapa poin penting untuk membuat cake kukus yang sukses antara lain:
  • Pastikan baking powder anda fresh dan berkualitas (tidak perlu memaksakan diri untuk menggunakan baking powder yang anda sendiri tidak pasti masa kedaluarsanya). Percayalah, baking powder ini menentukan peran yang sangat penting agar kue anda mengembang dengan baik. Jadi jangan menyepelekannya.
  • Suhu telur yang digunakan adalah suhu kamar/ruang, jika telur ayam yang akan  anda gunakan baru saja keluar dari kulkas maka biarkan dulu agar suhunya normal. Atau jika mau cara cepat seperti saya, biasanya saya rendam telur dengan air hangat sebentar. Suhu telur yang dingin (baru saja keluar dari kulkas) akan membuat telur tidak maksimal mengembang ketika dikocok.
  • Kocok gula dan telur hingga mengembang dan berwarna putih, tahapan ini biasa disebut ribbon stage. Pada kondisi ini adonan telur terlihat kental dan ketika spatula kita gerakkan membentuk angka delapan pada permukaan kocokan telur maka angka tersebut akan terbentuk sejenak untuk kemudian menghilang.
  • Masukkan tepung dan adonan pisang secara bertahap sedikit demi sedikit, biasanya saya akan bagi menjadi tiga tahapan, dan memastikan setiap tahapan tercampur rata sebelum ditambahkan tahapan berikutnya. Kemudian adonan saya aduk seperlunya saja, tidak berlebihan, karena ketika tepung telah tercampur dengan cairan maka akan membentuk gluten, semakin banyak mengaduk maka gluten akan semakin mengeras. Cake menjadi bantat.
  • Panaskan dandang sebelum cake dikukus, ini agar suhu dandang stabil. Gunakan api sedang. Tutup permukaan dandang dengan kain lap bersih yang mampu menyerap uap air. Jangan membuka penutup dandang selama cake dikukus dalam waktu 45 - 50 menit. Karena proses yang cukup lama ini maka pastikan air dalam kukusan mencukupi.

Yuk, kita langsung buat saja.



Cake Kukus Pisang Coklat Keju 
Resep diadaptasikan dari Ayah-Bunda Online - Cake Pisang Kukus

Untuk 1 buah cake, menggunakan loyang 23 x 9 cm

Bahan: 
- 200 gram tepung terigu serba guna
- 1 1/2 sendok teh baking powder (pastikan fresh, cek tanggal kedaluarsanya)
- 1/4 sendok teh garam
- 4 butir telur ayam, suhu ruang
- 175 gram gula pasir
- 1 sendok teh SP/Ovalet (saya tidak pakai)
- 300 gram pisang ambon/raja/emas (saya menggunakan pisang ambon), lumat dengan garpu hingga hancur (resep asli 200 gram)
- 100 gram mentega (resep asli 150 gram), cairkan. Bisa diganti dengan minyak goreng
- 100 gram keju cheddar parut, saya pakai Kraft Cheddar (resep asli tidak menggunakan keju)
- 3/4 sendok teh pasta coklat atau 1 1/2 sendok teh coklat bubuk (resep asli menggunakan meses sebanyak 75 gram)
- 1 buah pisang, diiris melintang tipis untuk hiasan

Cara membuat: 
Siapkan loyang, olesi dengan mentega dan taburi tepung. Sisihkan.

Ayak tepung terigu, garam dan baking powder, sisihkan.

Menggunakan panci kecil, cairkan mentega, biarkan agak dingin kemudian tuangkan ke dalam lumatan pisang. Aduk rata.



Siapkan mangkuk mixer, menggunakan kecepatan rendah, kocok gula pasir dan telur hingga tercampur kemudian rubah kecepatan menjadi tinggi dan kocok hingga mengembang dan  berwarna putih. Matikan mixer. 


Masukkan tepung dan bubur pisang sedikit demi sedikit secara bergantian ke dalam kocokan telur. Pastikan setiap bagian tercampur rata sebelum dimasukkan bagian tepung dan pisang berikutnya. Aduk perlahan dengan spatula, jangan terlalu berlebihan mengaduk. Seperlunya saja, hanya agar menjadi adonan yang basah dan tercampur.



Bagi adonan menjadi 2 bagian.Masing-masing dengan berat + 450 gram.



Beri adonan pertama dengan parutan keju, aduk rata. Sementara bagian kedua kita masukkan pasta coklat, aduk rata.



Tata irisan pisang pada bagian tengah dasar loyang. Masukkan adonan coklat dan adonan keju secara bergantian. Gunakan kreatifitas anda untuk membuat pola, saya hanya menjatuhkan adonan coklat dan keju secara acak saja. Lakukan hingga adonan habis.



Siapkan dandang pengukus, beri air agak banyak. Panaskan hingga air dalam kukusan mendidih, masukkan loyang berisi adonan. Tutup permukaan kukusan dengan kain lap bersih yang mampu menyerap air, karena jika tidak terserap maka kelebihan air akan menetes ke cake, dan cake menjadi berlubang-lubang. Kemudian tutup dengan penutup dandang. Kukus cake selama minimal 45 menit. Jangan buka penutup kukusan selama pengkusan, cake akan gagal mengembang.



Jika telah matang, keluarkan cake. Biarkan dingin di loyang selama 5-10 menit. Keluarkan dari loyang dan dinginkan sempurna sebelum cake anda potong-potong untuk disajikan. 


Selamat mencoba.

Source: 
Ayah-Bunda Online - Cake Pisang Kukus


65 comments:

  1. Kapan hari nyoba ini.pake resep asli tp pisangnya pake kyk mba Endang,300gr.dibagi 2 juga,tp yg putih ga dikasi keju.lha keju tinggal 30gr doank,daripada rasanya nanggung mending ga usah dikasi to?hehehe...tapi tetep enyak kok,Mba.tepat seperti yg saya inginkan.jangan tanya soal bentuknya,acakadul.suami yg ta mintain tolong ngoles loyang.kurang tebel ngasihnya jadi pada nempel deh tuh di alas loyang :)

    ReplyDelete
  2. Halo Mba Dian, waaak enaknya ada asisten yang bantu mengoles loyang hehehe, bisa diberdayakan. Sekali dua kali memang ngoles loyangnya kurang tepat, ketiga kali pasti asisten sudah lebih mahir tuh Mba Dian. Kalau ragu2, coba waktu melepaskan cake dr loyang dibiarkan dulu hingga cake dingin mba, biasanya cake akan lepas sendiri. Baru di balik. Semoga sukses.

    ReplyDelete
  3. ide cake kukus ini emang top. selama ini saya taunya cake yang dipanggang. dalam benak saya metode panggang ini terlalu boros energi karena makan gas banyak. sementara memasak dengan kukusan relatif hemat energi dan hasilnya juga gak kenal kata gosong.

    ReplyDelete
  4. Halo Bro,
    Yoi, bener banget. Selain hemat energi cake kukus juga lebih lembut, halus dan sedap! Saya terus terang lebih suka versi kukus daripada panggang. Jika dipanggang cake lebih kasar dan kering, sehingga suka seret kalau ditelan ^_^

    ReplyDelete
  5. Makasih Mbak resepnya :) Alhamdulilah sangat sangat membantu saya yang hidup di rantau ini .hehehhe www.curhat.com ^_^.MashaAllah asli semua resep mba tokcer abis.Apalagi cake yang ini .walaupun punya saya keliatan luar biasa artistik ( amburadul maksudnya ^_^).Alhamdulilah enak.Salam selalu dari Polandia

    Ainna

    ReplyDelete
  6. Hai Mba Ainna, justru yang luar biasa artistik gak ada duanya, susah dicari di luaran hehehe. Handmade memang gak ada duanya, makasih atas komentarnya ya. Senang bisa membantu.

    ReplyDelete
  7. Dear Endang,
    Natal kemarin saya bikin cake ini, hasilnya cantik dan enaaak...langsung ludes disantap bahkan ada yg dibungkus bawa pulang sama sodara2 saya hehehe...

    ReplyDelete
  8. Halo Mba Nathalia, waaak ngiler dot com neh hehehe. udah lama saya gak buat Mba, soalnya gak ada pisang gratisan yang bisa diberdayakan heheeh. Thanks ya.

    ReplyDelete
  9. Dear Mba, minta izin copy resepnya ya ^_^.Soalnya banyak teman-teman disini ( Polandia ) yang suka dan saya malas menulis .hehehe

    ReplyDelete
  10. Hallow Mba Ainna, Happy New Year 2012 ya! Dan yup, silahkan kalo mau di copy Jeng resepnya. ^_^

    ReplyDelete
  11. mbak fungsinya soft cake apa?mbak apa make klo d cake kukus?waktu k toko bhn kue smpt ngeliat soalnya,sy pemula bgt urusan buat kue, berhubung skrg dah menikah jd mau belajar niihhh,sy seneng bgt bgtu searching resep2 nemu blognya mba, tenkyu2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ifa, saya belum pernah coba menggunakan soft cake tapi menurut saya mungkin sejenis emulsifier ya (seperti SP, Ovalet atau Starkis) untuk membuat cake lebih lembut. Cake kukus ini telah sangat lembut jadi saya tidak pernah menggunakan emulsifier lagi. Biasanya jika kandungan kuning telurnya banyak dan dikocok hingga mengembang, cake dijamin lembut kok tidak perlu dikasih bahan tambahan pangan lagi. Thanks atas komennya ya.salam.

      Delete
  12. Suka banget sama blog mba ini. Selain jelas sekali prosesnya dan disertai foto, aku paling suka sama resep2 kue kukus nya. Selain kue kukus teksturnya lebih lembut, yg pasti lebih sehat & ga repot kalo ga ada oven.

    Keep sharing ya! !

    Thanks. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal ya. Thanks atas komennya ya, wah sama dong saya juga suka banget sama cake kukus. Lebih lembut, moist dan irit hehehe.

      Delete
  13. salam kenal mbak,mau praktekin resepnya ne,tapi ada yang mau ditanyain dulu, he...
    1. Diresep ada SP tapi mbak gak pake ya?? saya seringnya buat cake pake SP mbak, malah sering gagal klo buat cake pake BP, apakah boleh saya memakai SP sepeti diresep tapi gak pake BP-nya??
    2. Berapa lama kira2 waktu yang diperlukan untuk mengocok telur + gula hingga betul2 putih mengembang mbak?? karena saya mengocok telur + gula kurang lebih hampir 10 menitan hasilnya gak mau putih seperti di gambar mbak, tapi berwarna kuning lemah/krem muda gitu, apa masih kurang lama ya mbak???
    3. Mohon dijawab ya mbak..., thanx atas info yang sangat bermanfaat ini ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, salam kenal ya.

      1. SP, ovalet atau starkis adalah sejenis emulsifier, fungsinya untuk melembutkan cake yang kurang menggunakan banyak kuning telur di adonannya. Mba bisa baca artikel saya di Tips & Informasi: Mengenal Lebih Dekat Baking Powder, Baking Soda, Emulsifier & Ragi. Di dalamnya biasaynya juga ditambahkan pengembang. Saya tidak menggunakan SP karena: cake kukus telah cukup lembut, telur dan gula telah dikocok hingga kembang dan saya telah menggunakan baking powder sebagai pengembang.
      2. Gagal walau telah menggunakan BP, coba Mba lihat jenis BPnya ya, pakai yang double acting bukan single acting. Artikel ini ada di tips seperti judul diatas. BP yang umum dijualan biasanya single acting, saya tidak menyarankan menggunakanya, karena cake saya juga bantat dengan BP itu
      3. Kecepatan pengocokan telur sebenarnya sangat tergantung degan mikser yang digunakan, heavy duty mikser akan memberikan hasil lebih cepat. Mikser saya Philips biasa, butuh waktu sekitar 10 - 15 menit. Asal warnanya sudah pucat tidak harus putih sekali, kental dan kembang (ribbon stage)hentikan pengocokan. Semoga membantu ya.

      Delete
  14. Dear Mbak Endang,
    hari ini sy udah coba chicken kani roll-nya, hasilnya enak jg, at least lebih murah dan puas batin daripada beli di luar hehehe...besok atau lusa saya mau coba bikin cake pisang keju ini, cuma di resep kok gak ada takaran susu bubuknya, padahal di cara pembuatan ada proses 'ayak tepung terigu, garam dan susu bubuk....'. Kalau mengacu resep asli kan pake susu kental manis 50 ml, so kalau pake susu bubuk brp gram? Sebelumnya thanks ya atas resep n jawabannya...tar kalo udah bikin saya kabarin deh hasilnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow Mba Lisa, thanks atas koreksinya. Tidak menggunakan susu bubuk ya, maksud saya adalah Baking Powder, telah saya koreksi di resep. Hmm, saya pengen kani rollnyaaaaa hiiks... pasti enakkkk hahaha

      Delete
    2. Dear Mbak Endang,
      Lapor! cakenya udah saya bikin tadi malam, cuma gak secantik punya Mbak hiks, kurang tinggi n agak padat, mgk krn telurnya dari kulkas yach....(didiamkan di luar 1 jam)? Soal rasa sih enak jg, meskipun kain yg saya pake buat nutupin dandangnya ternyata luntur alhasil di bagian tepi kue ada biru-birunya hahaha...But I personally prefer the baked version spt kue marmer (pernah bbrp kali bikin 13 thn yg lalu). Saya jadi pengen bikin kue lg berkat blog Mbak. Well, next sy bakal cobain resep2 yg lain n will report to you as well. Thank n see you...

      Delete
    3. Hai Mba Lisa, heheheh, saya juga kalo bikin kue jarang yang tampilannya cantik tapi kalo soal rasa memang nggak mengecewakan makanya keluarga suka iseng bilang, kuenya enak tapi gak laku dijual karena jelek penampilannya, hahahha.

      Wah kenapa padat ya, mungkin baking powdernya ya, saran saya pakai yang double acting ya Mba, jangan yang single acting. Saya jamin cakenya akan lebih mekar dan mengembang. Telur kalao dr kulkas biasanya saya rendam air hangat sebentar, saya rasa tidak terlalu masalah.

      Oh ya, kainnya usahakan yang tidak berwarna kalau mengukus hahhahha. Pernah saya bikin bakpau pakai kain serbet kotak2 coklat, alamak! bakpau saya totol2 coklat kaya macan tutul. untung buat dimakan sendiri hehehhe.

      Tetap semangat mencoba ya Mba Lisa, thanks atas komennya ya.

      Delete
  15. Halo mbak, resepnya udah aku praktekkan, dan hasilnya hmmm yummy .... lembut banget, klo di resp pake mentega aku pake minyak goreng trus keju aku skip aku ganti pasta pandan, mau nyoba resep mbak yg lain boleh ya ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahh, thanks atas sharingnya ya. Saya senang mendengarnya, hehehe. Silahkan dicoba resep lainnya ya Jeng. Sukses ya! ^_^

      Delete
  16. Halo mbak, saya mau tanya nih, kalau mau beli BP doule acting di mana dan merknya apa? Selama ini saya pakai BP merk koepoe2. Dan mau tanya lagi nih, apa bedanya margarin sama mentega. terimakasih,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di toko khusus bahan kue ada, atau saya pernah lihat di Giant. Carefur belum ada ya. Merknya yang saat ini saya tahu hanya Hercules. Margarine terbuat dari lemak tumbuhan (kelapa sawit) sedangkan mentega dari proses pengolahan susu kambing, sapi atau domba. Dari sisi penggunaan di makanan sama saja fungsinya hanya saja mentega memiliki aroma yang lebih sedap, karena itu harganya lebih mahal, contohnya misal Wisjman, Elle n Virre.

      Delete
  17. mbak,makasih ya resepnya
    sudah saya praktekin dirumah en rasanya enak bangettt lembuttt semua suka,buatnya juga gampang...sekarang ini jadi cake andalan ku hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Santy, thanks atas komentarnya ya, senang banget mendengarnya hehehe.

      Delete
  18. Ikutan Lomba Kreasi marie yuuk. Untuk info langsung aja klik http://www.kreasimarie.com/home/

    ReplyDelete
  19. Margarinnya bisa dganti minyak goreng biasa fk mba? Apakah membuat beda rasa?
    #Lina#

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Lina, bisa diganti dengan minyak goreng biasa ya, untuk rasa saya kira tidak terlalu berbeda jauh.

      Delete
  20. Mbak, saya coba resep ini tadi malam, pulang kerja.. Minta bantuan mama u/ mengeluarkan bahan2 dari kulkas sejak sore. Sebenarnya lumayan capek, tapi saya bulatkan tekad. Hasilnya mantap! Rasa pisang, keju, coklat! Akan coba resep2 lain yg pake pisang. Saya sdh kupas sisa pisang drpd keburu busuk, dan simpan di freezer sesuai trik mbak Endang, untuk diolah weekend ini. Saya akan posting hasilnya. Thanks a lot!

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Non, waaah senang sekali punya asisten Mama di rumah wakakkakak. Ibu saya paling bete kalau bantuin bikin kue ahhahahhaha, gak telaten beliau. Yep, simpan saja pisang dalam bungkusan di freezer, kalau mau pakai tinggal dicairkan. Soalnya pisang gampang rusak ya. Masuk freezer jadi awet hehehe. Thanks atas sharingnya yaaaa ^_^

      Delete
  21. Wooooooow nikmat sekali kelihatannya, Ane harus coba nih di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, thanks atas komentarnya ya. Silahkan dicoba, mantap kok hehehe

      Delete
  22. Hai mbak endang... Kemarin aq udh coba resep ini. Aq seneng bangt krn berhasil dgn sukses. Ini ke dua kalinya aq bikin cake. Yg prtama aq bikin cake tape singkong choco chip dari blog ini juga sukses dan enak. Wah.. Pokoknya sejak nemu blog JTT rasanya jd percaya diri untuk praktek membuat cake. Kalo dulu jujur aja aq selalu minder duluan saat baru membaca resepnya.. Hehe.. Tp di blog ini resep2 cake'nya simpel dan cukup mudah untuk di ikuti oleh pemula seperti aq.. Thanks ya mbaaaa???

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Bunda Arya, salam kenal ya. Wah saya senang cakenya berhasil moga menjadi semakin semangat untuk eksperimen di dapur ya. Thanks atas sharingnya yang manis. Sukses juga ya! ^_^

      Delete
  23. mbak kalau pakai tepung self raising merk (maaf ngiklan) haan bisa nggak mbak ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya rasa bisa, hanya saja takaran BP kudu dirubah ya, karena tepung self raising sudah mengandung BP

      Delete
    2. kira2 berapa gram ya mbak ?

      Delete
    3. Wah sepertinya harus dikira2 Mba. Tepung self raising sudah mengandung BP, biasanya tidak perlu menambah BP lagi kalau sudah menggunakan tepung ini. Untuk aman, mungkin 1/2 sendok teh BP bisa ditambahkan.Kenapa tidak pakai tepung biasa saja? Jadi takaran BP bisa mengiktui resep. terus terang saya belum pernah pakai tepung self raising.

      Delete
  24. bahan pisangnya bisa diganti strawberry nggak ?? dirumah cuma ada itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba, saya rasa nggak bisa ya. Strawberry dan pisang memiliki tekstur berbeda. Mungkin sebaiknya coba resep dengan bahan strawberry saja Mba, karena pasti ada bahan lain yang harus dirubah.

      Delete
  25. mbakk terimakasih ya.. hampir 2 jam saya kbingungan, kamis depan saya ada tugas di sekolah, yaitu membuat tia menu dri olahan pisang, sebelumnya saya sudh mncoba cake pisang, y smcm kyk bolu jga, n hasilnya lmyan enk... jadinya sya msh kurang 2 bhan lagi.... dan sa ingn mencoba resep mbak ini.... mbakkk... do'akn ya,, besok saya ingin membuat sesuai takaran dari mbak ini,,, semoga kali ini berhasil ya mbak..... ntar aku share lagi dehhh.....oya mbak. kalau di dalamnya di taburi choco chips, ntr meleleh g mbak wktu d kukus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergntung jenis choco chipsnya ya, kalau yang kualitas baik gak meleleh. Moga sukses ya tugas sekolahnya. ^_^

      Delete
  26. sy dah coba ini mbak, cake nya lembut & manis :). tp krn telur cm ada 3 n males beli ya udah cm pake 3 telur, alhmdulillah jd. sejauh ini sy dah nyobain resep pizza pepperoni, roti unyil, prol tape, sm ini :). berikutnya sy pingin bikin bakpao isi ayam sm brownies pisangnya :). hmm..ayamnya trlihat menggoda, sluuurrppp.. klo brownies pisangnya krn terprovokasi komentar mbak Endang ttg bronisny, haha..
    -nur-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nur, wah pakai 3 telur tetap enak ya mantap, bakpau dan browniesnya mantap juga loh hehehhe

      Delete
  27. uenaaaakkk mbaaakkk.. suuukaaaaa.. blm ada 1jam udah ludes setgh loyang hihihi.. thx mbak endang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Shinta, sipp thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka hehehe

      Delete
  28. Mba endang,, kl pisangnya pisang uli bs ga ya ? Pengaruh ga di tekstur kue ? Tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, bisa pakai pisang uli kok, asalkan manis pisangnya oke2 saja.

      Delete
  29. mbak...saya sudah coba...uenak banget....lembut saya buat 2 loyang satu pake tbm satu lg enggak...tetep sama2 lembut koq....cuma koq gak terlalu mengembang ya mbak.....baking powder msdh fresh n ngocok telurnya udah putih n ngembang.....salaah dimana ya mbak.....tapi tetep tetangga n temen kantor suka....hheheh....thanx mbak
    -kiki-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Kiki, yep cake ini memang gak terlalu ngembang ya. cenderung padat tapi lembut. saya justru gak pernah buat tanpa TBM, takut gagal, soalnya padat banget.

      Delete
  30. Halo mba Endang....thanks ya selalu mo sharing resep. sebagai newbie saya seneng banget baca blog mba endang karena lengkap kap kap dari cara sampai ke triknya. pertama saya coba resep brownies pisang mbak, alhasil doi pun tergila2. tambah pede ketika tentangga yg iseng dibagi malah pesen. nah kemarin nyoba bikin yg ini mbak, alhasil cantikkkk dan uenakkk tenan. tp mbak ada sedikit masalah, kuenya gembung ditengah gitu? saya klo ga pake loyang tulban sering sekali seperti itu, kenapa ya mbak dan ngatasinnya gimana? sekali lagi merci beucoup ya mbak (eka-jakarta)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Christi, thanks sharingnya disini ya. Senang resep JTT berhasil memuaskan dan bermanfaat. Moga malah bisa buka pesanan dan nambah pernghasilan, amiin. hehheheh. yep kalau pakai tulban mungkin karena lebih sempit ya jadi kue lebih meggembung ke atas, saya juga begitu kok.

      Delete
  31. dear mba endang...ini cake kukus ala JTT yg saya contek dan alhamdulillah hasilnya cetar membahana...hahaha...
    atasnya ga sy kasih potongan pisang,karna anak2 sy ga suka pisang...bikinnya pun pas anak2 tidur biar mereka ga liat kalo ada pisang dlm cake ini....dan hebatnya mereka sukaaaaa.....lha,ibunya cuma disisain sepotong ajahh...
    makasih ya,mba...resep2 JTT bikin sy kreatif utk bikin cemilan utk 2 jagoan yg ga suka buah...eh,iya sy juga dah pernah nyoba bikin es loli kiwi & strawberry popcicle(ngumpet2 juga bikinnya..:D)dan alhamdulillah anak2 juga suka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, wah senag banget bacanya, moga2 dengan sedikit kreatifitas anak2 jadi doyan buah dan sayur ya Mba, saya yakin dengan Ibu hebat seperti ini pasti jagoannya juga sehat dan hebat. thanks sharingnya ya Mba dan sukses selalu!

      Delete
  32. Haloo mbk,, td sore ngeliat ada pisang ambon ngnggur 3 biji.. Drpd busuk kepikiran buat cake pisang, tp mw yg kukus aja sbb gas ny lg mepet.. Pas googling kykny cake ini yg pling menarik hati sbb disertai foto step by stepnya.. Jadinya uenak bgt mbk, lembutt manis, wangi.. Tp coklatnya aq ganti pake psta mocca jadilah dia cake kukus pisang mocca.. Makasih mbk atas resepnya, aq mau izin catet di buku resep2 aq ya mbk.. Salam kenal mbk, saya pembaca dri Palembang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Vhi, thanks sahringnya ya, senang sekali cakenya berhasil sukses. Silahkan dicatet di buku resep yaaa hehehhe. Sukses selalu ^_^

      Delete
  33. mbak Endang, mau tanya....apakah mentega bisa saya ganti dengan minyak kelapa ? thks mbak. Fr Lyta

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Lyta, bisa pakai minyak kelapa atau minyak goreng biasa ya

      Delete
  34. Mba endang makasih bnyk, resep2 yg kukus hasilnya memuaskn... klo bikin cake ini tanpa mixer kira2 hasilnya jd bantat ga? Sy adanya whisker...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, pastikan baking powder double acting ya. Cake ini agak berat makanya adonan di mikser supaya ringan dan naik.

      Delete
  35. Mba Endang, saya ingin sekali membuat yg versi ini tp jika gula pasirnya diganti dengan gula bubuk, bisakah? Kalau semisal pakainya gula palem, masih cocok ga ya Mba? Maaf pertanyaan yg sangat amatir nih..kalau mau nekat takut patah hati karna gagal ..hehe..Mohon masukannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ayie, bsa kok pakai gula bubuk atau kalau ganti gula palem juga oke. Silahkan loh Mba hehehhe.

      Delete
  36. mbak kemarin saya coba bikin cake ini, kata suami dan ibu agak kemanisan hasilnya (sy pake pisang agung yg besar2 itu), tp kenapa ya pas matang, permukaan kue(sblm d lepas dr loyang) jd agak tinggi di tengah (org jawa blg mumbluk), jd pas di balik d piring goyang2 gt krn permukaannya ga rata, mohon sarannya
    Ika

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai loyang yang lebih besar saja Mba, supaya cake gak terlalu naik di tengah. Ini karena loyangnya kurang besar.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...