Menurut saya cake kukus memang lebih legit dan lembut dibandingkan cake yang dipanggang, selain legit cake kukus juga lembab/moist. Uap air saat proses pengukusan memang membuat tekstur kue menjadi lembab. Tidak terkecuali cake kukus kelapa pandan yang saya posting kali ini. Kue ini moist, lembut dan gurih sekali. Kelapa yang menjadi komposisi utamanya menjadi penyebabnya, saya menggunakan kelapa muda parut, santan kelapa kental dan daging kelapa muda yang dikerok. Hmm, so yummy!
Tentu saja resep cake ini mengalami modifikasi dari resep aslinya. Cake kelapa ini sebenarnya dipanggang dan menggunakan kelapa parut kering, tetapi berhubung tagihan listrik membengkak gara-gara saya kebanyakan menggunakan oven listrik maka saya mencoba teknik kukus saja. Hasilnya tidak mengecewakan kok, cake kukus kelapa pandan ini tetap mantap rasanya.
Tipsnya:
- Untuk kelapa parutnya, gunakan kelapa yang muda sehingga cake lebih lembut. Kupas terlebih dahulu kulit ari kelapa sebelum di parut.
- Santannya saya menggunakan santan instan yang saya encerkan dengan air. Anda tentu saja bisa menggunakan santan kelapa yang masih segar. Santan ini bisa anda ganti dengan susu cair jika anda berusaha menghindari konsumsi lemak yang berlebih.
- Untuk daging kelapa mudanya, cari yang benar-benar masih muda sehingga dagingnya lembut.
- Gunakan baking powder yang benar-benar fresh sehingga cake kukus anda mengembang dengan baik, cek terlebih dahulu tanggal kedaluarsa baking powder yang akan anda gunakan. Jika telah lewat masa expired atau mulai berbentuk gumpalan sebaiknya jangan digunakan.
- Kelapa parut yang masih muda biasanya suka bergumpal dan sulit tercampur merata di dalam adonan, agar tercampur baik saya mixer sebentar dengan kecepatan tinggi sekitar 10 - 15 detik. Jangan terlalu lama mengocoknya ya.
- Pastikan dandang kukusan diisi dengan air yang cukup banyak karena cake akan kita kukus minimal 45 menit.
- Panaskan dandang terlebih dahulu hingga air dalam dandang mendidih baru masukkan loyang berisi adonan ke dalamnya.
- Beri selembar kain lap bersih di permukaan dandang untuk menyerap uap air yang timbul saat proses pengukusan dan jangan buka-buka penutup dandang hingga cake matang. Membukanya saat cake baru setengah naik akan membuatnya menjadi bantat.
- Pastikan kue benar-benar dingin saat akan dipotong dan gunakan pisau yang tajam, tujuannya agar cake tidak hancur.
Berikut resepnya ya.
Cake Kukus Kelapa Pandan
Resep diadaptasikan dari website Website Indobase.com - Coconut Cake
Untuk 1 loyang cake, diameter 23 x 9 cm
Bahan:
- 200 gram mentega, suhu ruang
- 225 gram gula pasir
- 220 gram tepung terigu serba guna
- 1/2 sendok teh garam
- 1 1/2 sendok teh baking powder (pastikan masih fresh)
- 1 sendok teh pasta pandan (resep asli tidak menggunakannya)
- 3 butir telur
- 200 ml santan: diperoleh dari 100 ml santan kental Kara, encerkan dengan 100 ml air (jika menggunakan susu cair gunakan hanya 150 ml susu cair saja)
- 200 gram kelapa muda parut, pastikan kulit ari kelapa dikupas sebelum diparut (resep asli menggunakan kelapa parut kering)
- Daging kelapa muda dari 1 butir kelapa(resep asli tidak ada)
Cara membuat:
Siapkan loyang cake diameter 23 x 9 cm, olesi dengan mentega dan taburi dengan tepung. Sisihkan.
Ayak tepung terigu, garam dan baking powder, sisihkan.
Dalam mangkuk mixer, kocok mentega hingga menjadi cream, tambahkan gula pasir dan kocok dengan kecepatan tinggi hingga mentega lembut dan berwarna pucat agak keputihan. Masukkan pasta pandan, terus mixer hingga pasta tercampur rata.
Masukkan telur satu persatu, pastikan telur tercampur dengan baik sebelum menambahkan telur berikutnya, terus kocok hingga menjadi adonan yang tercampur baik. Matikan mixer. Masukkan tepung terigu dan santan secara bergantian dalam 3 tahapan, dengan menggunakan spatula aduk perlahan. Pastikan tepung dan santan tercampur rata sebelum ditambahkan bagian berikutnya.
Masukkan kelapa parut, mixer kembali adonan dengan kecepatan tinggi dan kocok sebentar saja hanya agar kelapa tercampur baik, kira-kira 10-15 detik. Matikan mixer.
Tata daging kelapa muda di dasar loyang secara merata, tuangkan adonan diatasnya. Ratakan permukaan adonan dengan mengangkat dan menjatuhkan loyang perlahan diatas meja.
Masukkan air cukup banyak ke dalam dandang kukusan karena proses pengukusan memakan waktu 45 - 50 menit. Panaskan kukusan hingga air mendidih, masukkan loyang berisi adonan, tutup permukaan kukusan dengan kain lap bersih. Tutup dengan penutupnya. Kukus selama 45-50 menit. Jangan buka penutup kukusan selama pengukusan.
Jika telah lebih dari 45 menit, buka kukusan dan angkat cake. Dinginkan selama 5 menit, keluarkan dari loyang dan biarkan dingin sempurna sebelum dipotong-potong untuk disajikan.
Enjoy!
Source:
Makasih bgt, tips2nya sangat bermanfa'at.....
ReplyDeletesukses slalu.
Sama-sama, sukses juga ya ^_^
ReplyDeleteresepnya detail banget,makasih dah dshare sangat membantu
ReplyDeleteHai, senang membaca resepnya bermanfaat. Selamat mencoba dan thanks atas komen-nya ya.
ReplyDeleteMakasih y resepnya
ReplyDeleteKeliatannya enak...
wajib dicoba... hehehe
Halo, salam kenal dan selamat mencoba ya. Sukses! ^_^
Deleteaq udah coba resep ini tp pas dimasukin telor kok adonannya pecah trus santannya aq gnti susu tp 250ml kayaknya kbanyakn deh aq cm pake 150ml tp ttp enaak!
ReplyDeleteLoh kok pecah? Mungkin mentega dan gula nya belum terkocok hingga sempurna ya. Karena kalau sudah dikocok dengan baik dimasukkan telur nggak bakalan pecah kok ^_^
DeleteMbak, kalau dipanggang kira-kira memanggangnya berapa lama ya? Salam, Yunita. ^^
ReplyDeleteHalo Mba Yunita, kalau dipanggang sekitar 45 menit sampai 1 jam, agak lama karena cakenya cukup tebal. Pakai test tusuk gigi saja Mba, kalau nggak lengket di lidi berarti matang.
DeleteHalo mbak, aku udah coba kuenya. Enak bgt, lembut dan gurih. Menteganya aku ganti pk margarin, gak ngaruh kok,msh tetep uenak. Tp yg agak kecewa, pas kue nya dipotong, terlalu lembut kali ya jadi banyak remah remah yang bertaburan. Maksudnya mau dibagi2, eh karena tampilannya setelah dipotong keliatan berantakan bgt, jd diabisin aja bwt keluarga...he..he... mksh ya mbak resepnya :)
ReplyDelete-mahirah-
Halo Mba Mahirah, cake ini memang agak britle ya alias remah hanya saja sebenarnya nggak terlalu remah juga, artinya masih bisa dipotong dengan cantik. Coba lain kali kurangi takaran kelapa parutnya sedikit Mba, supaya gak terlalu remah.
DeleteTunggu cake benar-benar dingin baru dipotong untuk memgurangi cake menjadi remah kala di potong. Pisau pemotong basahi dulu dengan air agar smooth saat mengiris.
Deletesalam mbak...
ReplyDeleteresep2x oke punya deh
aq kmrn abs nyobain yg ini.. tp pake aer pandan dr pandan yg dialusin.. aernya ni yh aq pake bua ngencerin santan karanya..
hasilnya..hmmm..aromanya bikin pengeenn makan mului..cuma warnax yg kurang WOW gtu.heheh
trus daging klapa mudax ku masukin di adinan cakenya..jadinya klo dipotong hancurlah sang cake..heheh
tp at all uwenaaakk.bangett..thx yaaw..
Halo Mba, waaak jadi pengen pakai pandan asli nihhh. Sayang pandan di perkarangan mati total gara2 ditimbun bongkaran rumah waktu renovasi wakakka. Memang kalau pakai pewarna alami warnanya kurang cerah ya, mungkin bisa ditambah air daun suji yang dihaluskan supaya hijaunya lebih cantik. Thanks sharingnya yaaaaa^_^
DeleteSupaya ngukusnya ga kelamaan & juga ga usah kuatir berkurang cantiknya gara2 dipotong, gmn kalo pake cetakan bolu kukus, dilapisi paper cup tentunya....cukup 15 menit sekali kukus & berombongan 7 kue, setelah matang kan ga pake potong2 lagi, tinggal buang cupnya, langsung happpp....
ReplyDeleteHalo, yeppp, very good idea, jadi mirip2 sama kue kukus putri ayu ya. Thanks tips dan sharingnya ya ^_^
DeleteHalo mba,
ReplyDeletesalam kenal.. mau tanya, kalo resep ini di bake bisa ga ya? ga punya kukusan dirumah :p
many thanks, greetings from spain :)
donna
Halo Mba Donna, bisa dibake kok Mba, gak papa hehehe
Deleteiya mba, ternyata resep aslinya di-bake, maaaap siwer ga baca lengkap dulu.. lol.. makasi ya mba :)
DeleteSore sis.. nie sementara nyoba buat resepnya. Tpi setelah 45 menit permukaan masih basah sist. jdi sy tu2p lgi dan lanjut dikukus. Moga2 sukses uji coba resepnya.. makasih
ReplyDeleteHalo Mba, sudah ada yang mencoba menggantinya dengan susu, komentar di atas, takaran susu 150 ml ya.
Deletesist kok udah sejam lebih permukaannya masih basah ya? apa kebanyakan susu cair? saya mengganti santan dgn susu cair 250ml.. trims
ReplyDeleteHalo Mba, tekstur susu cair dan santan berbeda ya, santan ketika dikukus akan menggumpal sedangkan susu cair nggak. Ini yang menyebabkan cake nggak kering tetapi tetap basah walau telah lama dikukus. Sebaiknya kalau menggunakan susu cair, kurangi susunya menjadi 150 ml saja. Terkadang ada bahan cake yang tidak bisa langsung digantikan begitu saja, atau kalau mau digantikan harus modifikasi ukuran.
Deletehalo mbak endang...
ReplyDeletetadi siang saya nyobain resep ini.. sy ndak pake pasta pandan. saya ganti pake pandan biasa. pandan diulek kasar trus ulekannya direndem ke susu cair (saya pake susu cair, ndak pake santan). susu cair yang saya pake 150cc. cakenya saya potong setelah dingin. waktu dipotong bnyak remah2nya gitu mbak.. itu knapa ya mbk? apa susunya perlu dikurangi? ato memang lebih sip kalo pake santan ya mbk? kalo rasanya sih enak.. gurih2 kelapa..
makasi resepnya mbk... sy slalu nyontek resep di blognya mbk :)
cici ^^
Hai Mba Cici, yep banyak yang coba dan bilang cake rada2 brittle (banyak remah), saya bingung juga. Saya pakai santan dan kental ya karena takaran 100 ml kara + 100 ml air, dan seingat saya cake nggak terlalu remah. Apakah santan mempengaruhi hasil cake, saya juga bingung. Tapi menurtu saya bukan karena takaran cairan yang berlebih. Next coba kurangi kelapa parutnya Mba, kalau pakai susu cair.
Delete