31 March 2011

Pancake Labu Kuning dengan Krim Madu


Modifikasi pancake lainnya yang pas buat mengganjal perut saat di pagi hari. Walaupun teksturnya tidak selembut dan se-fluffy pancake yang pernah saya buat sebelumnya, pancake labu kuning ini masih cukup oke kok untuk dihidangkan sebagai salah satu alternatif menu sarapan. Untuk resep pancake lain dan tips membuatnya, anda bisa klik di Delicious Pancake yang pernah saya posting sebelumnya. 


30 March 2011

Bandeng Bakar Sambal Dabu-Dabu


Di dekat kantor saya yang lama, juga di bilangan Kuningan, ada sebuah warung makan yang menyajikan bandeng presto bakar yang super lezat. Begitu lezatnya hingga pengunjung yang datang bukan hanya dari pekerja kantoran di sekitar daerah tersebut saja tetapi bahkan dari kantor-kantor yang cukup jauh jaraknya. Keunikan bandeng bakar atau goreng di warung tersebut adalah sambal bawangnya yang pedas. Jika umumnya ayam atau ikan bakar selalu disajikan dengan sambal terasi maka warung ini menggunakan sambal bawang yang terbuat dari cabai rawit merah dan bawang putih yang dihaluskan kemudian disiram dengan minyak panas bekas menggoreng bandeng. Memang sedap sih, tetapi setelah menyantapnya, anda harus segera menggosok gigi karena bau bawang yang seakan tidak hilang di seantero mulut :).

29 March 2011

Roti Jala


Mencari-cari literatur mengenai roti jala, saya menjadi agak bingung juga tentang negara asal si roti. Beberapa menyatakan bahwa makanan ini berasal dari India, Tamil tetapi kemudian populer di Malaysia dan Indonesia. Bahkan di Malaysia roti ini sangat terkenal disana serta berakar kuat di kuliner Melayu - Malaysia. Di Indonesia sendiri, roti jala hanya dikenal di beberapa daerah saja, terutama di Aceh. Di Palembang, makanan yang mirip-mirip dengan roti jala, dinamakan ragit. Baik roti jala maupun ragit sama-sama dimakan dengan kuah kari sebagai cocolannya. 

Kari Ayam dan Nanas


Seperti yang pernah saya janjikan pada postingan saya sebelumnya mengenai satu bumbu rempah yang bernama daun kari, maka kali ini saya akan posting resep kari ayam nanas dimana saya menggunakan daun kari (Murraya koenigii) sebagai salah satu bumbu pelengkapnya. Aroma daun ini agak sedikit aneh walaupun memang mengingatkan saya dengan hidangan kari India yang pernah saya santap di sebuah resto India di Jakarta. Jika anda tertarik untuk membaca artikel yang saya posting mengenai daun kari, anda bisa klik link disini.

28 March 2011

Poffertjes Labu Kuning


Poffertjes atau mini pancake ala Belanda merupakan jenis kue yang umumnya sering dijumpai sebagai menu sarapan pagi. Kue ini mirip dengan pancake hanya saja berukuran lebih kecil dan gendut serta dihiasi dengan gula tabur pada permukaannya. Bentuknya yang mungil ini membuatnya pas untuk mengganjal perut di pagi hari saat biasanya kita kurang berminat untuk makan hidangan yang berat. Teksturnya yang lembut dan tidak terlalu manis membuatnya sangat pas untuk menemani segelas teh hangat atau kopi susu. Tak heran dari jaman Belanda masih di tanah air hingga sekarang makanan ini masih bisa kita jumpai walaupun mulai jarang diperdagangkan.

27 March 2011

Tongkol Suwir Rica-Rica


Tongkol suwir rica-rica ini saya buat untuk melengkapi bubur Manado yang kemarin saya santap. Memang tidak afdol rasanya jika kita menyantap semangkuk bubur Manado tanpa dilengkapi dengan sambal cakalang atau taburan teri/ikan asin goreng diatasnya. Untuk kali ini saya menggunakan suwiran daging ikan tongkol yang dimasak rica-rica. Rasanya yang gurih dan pedas membuat saya menambah porsi bubur kedua. Puas!

Bubur Manado: Si Campur Aduk yang Nikmat


Hari ini ketika saya melongok rice cooker, saya baru tersadar jika nasi di cooker masih setengah penuh dan yang bikin tambah 'puyeng' adalah saya memasak nasi sedikit lembek. Hmm, putar otak ke kanan dan ke kiri hanya satu masakan yang saya kira cukup layak untuk dimodifikasi dari si nasi lembek: bubur. Next question-nya adalah bubur apa ya? Bubur ayam? Waduh, mengingat aneka pernak-perniknya yang kompleks membuat semangat saya menjadi terbang. Bubur Manado? Yup, sepertinya itu pilihan tepat apalagi akhir-akhir ini konsumsi saya akan sayuran agak berkurang, jadi tanpa berfikir ulang lagi saya segera mempersiapkan bahan-bahannya.

Daun Gedi


26 March 2011

Gado-Gado Siram ala My Mom



Tadinya, artikel resep ini akan saya posting dengan judul Gado-Gado Siram Tanjung Pinang tetapi karena saya sendiri sebenarnya tidak yakin makanan ini adalah makanan khas dari daerah tersebut maka saya ganti judulnya dengan melibatkan Ibunda tercinta yang mengajarkan resep ini dengan penuh kasih. Ibu saya yang asli dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, suka memasak menu ini untuk keluarga dan beliau mempelajari resepnya kala menetap di sana. 


Sekilas Tentang Manfaat Daun Kari/Daun Salam Koja/Daun Temuru


Di postingan saya sebelumnya mengenai laksa Penang - anda bisa klik di Penang Asam Laksa - saya sedikit mengulas mengenai daun kesum (Polygonum odoratum Lour.) yang dari beberapa literatur yang saya baca memiliki aroma campuran antara daun kemangi dan daun kari. Jika daun kemangi mungkin sudah tidak asing lagi bagi anda karena begitu seringnya dihidangkan di berbagai sajian Nusantara, namun tidak seperti itu halnya dengan daun kari atau daun salam koja atau daun temuru. Saya cukup yakin beberapa dari anda mungkin bertanya-tanya, makhluk seperti apa sih daun kari itu? 

25 March 2011

Bebek Kaleyo: Bebek Lezat & Murah

Bebek Cabai Hijau

Walaupun saya suka sekali memasak, tetapi terkadang keinginan untuk mencoba makanan yang dijual di luar tetap ada. Apalagi jika makanan tersebut diklaim lezat dan murah, lebih-lebih lagi jika dilihat dari luar pengunjung yang memenuhi warung makan atau restoran tersebut tampak membludak. Nah, kalau sudah seperti itu maka didorong rasa penasaran biasanya saya akan membulatkan tekad untuk mencobanya. 


Cake Kukus Tape Ketan Hijau


Teman saya, Heni, pada suatu waktu pernah menanyakan ke saya by YM apakah saya memiliki resep cake tape yang lezat. Terus terang cake tape bukan lah salah satu jenis cake yang menjadi favorit saya, akibatnya hingga saat itu saya tidak pernah tertarik untuk mencoba membuatnya. Tetapi sejak Heni menanyakannya, saya menjadi penasaran juga dengan resep cake tape. Setelah berburu kesana kemari dan mengumpulkan aneka macam resep, ternyata hati saya pun tidak juga tergerak untuk mencobanya. Kalau urusan mengumpulkan materi dan bahan, saya memang jagonya, tetapi mengimplementasikan materi dan bahan tersebut menjadi sesuatu yang nyata... Mm, nanti dulu ya. Tidak heran jika notebook saya penuh dengan aneka project dan konsep namun tidak ada satupun yang terealisasi :)


24 March 2011

Martabak Tahu - Daging Cincang


Ide martabak tahu ini sebenarnya saya contek dari minimarket di depan kantor saya yang saban pagi selalu menjual martabak tahu hangat. Panganan ini laris manis diserbu karyawan kantor yang belum sempat sarapan pagi atau malas sarapan dengan menu berat. Sebenarnya tidak bisa murni dibilang martabak karena kulit martabak tahu ini terbuat dari kulit risoles/lumpia siap pakai yang banyak dijual di pasar tradisional, kemudian diisi dengan tahu putih yang dihaluskan dan ditambahkan dengan irisan daun bawang. Walaupun sederhana, makanan ini rasanya lezat dan mengenyangkan karena isinya yang padat dan ukurannya yang cukup jumbo. 

22 March 2011

Bubur Candil Pelangi


Sebagai orang Jawa yang juga lahir dan dibesarkan di Jawa, maka penganan bernama bubur sudah tidak asing lagi bagi saya dan Tedy. Apalagi keluarga dari  Bapak yang Jawa tulen, kebetulan memang penggemar berat bubur. Mulai dari bubur beras, bubur ketan, bubur dari pati ganyong, bubur gaplek, bubur sumsum, bubur candil, merupakan sekian dari jenis bubur yang sering sekali dikonsumsi. Sarapan dengan menu bubur sumsum dan bubur candil dengan siraman santan kental menjadi pemandangan biasa sehari-hari. 

Pengalaman masa kecil itupun ternyata terus berlanjut hingga sekarang, mencari bubur candil dan bubur sumsum di Jakarta jelas tidak mudah kecuali ketika bulan Ramadhan tiba, maka sebagai penggantinya bubur ayam menjadi sarapan pilihan utama di kantor saat ini. Namun terkadang jika teringat pada kampung halaman dengan bubur candilnya maka cara termudah dan tercepat adalah dengan membuatnya sendiri di rumah. Membuat bubur candil bukan pekerjaan susah, bahkan termasuk kategori masakan yang sangat mudah dibuat serta tidak memakan waktu yang lama. 

17 March 2011

Penang Asam Laksa


Seperti yang pernah saya janjikan di postingan saya sebelumnya mengenai bunga kecombrang, maka kali ini saya akan mem-posting mengenai resep asam laksa, dimana salah satu rempah utama yang diperlukan di masakan ini adalah bunga kecombrang.  Di negeri jiran Malaysia bunga ini dikenal dengan nama bunga kantan/siantan.

 Sebenarnya ada satu lagi daun rempah yang juga sangat penting disini yaitu daun kesum (Polygonum odoratum Lour.),  begitu pentingnya hingga masyarakat di Malaysia dan Singapura menyebutnya dengan daun laksa. Sayangnya saya belum pernah melihat daun ini sehingga tidak bisa menjelaskan secara pribadi bagaimana aroma dan rasa si daun, dari beberapa literatur yang saya baca daun ini memiliki aroma wangi dan tajam campuran antara daun kemangi dan daun salam koja (daun kari). Daun ini biasa digunakan untuk masakan yang terbuat dari ikan karena mampu mengurangi bau amis pada  hidangan laut. Untuk lebih lengkapnya mengenai daun kesum, anda bisa klik link disini.


16 March 2011

Mie Kangkung: Mie Kuah yang Segar & Sehat


Tahun lalu ketika kantor saya mengadakan acara Halal Bihalal, salah satu menu yang banyak diserbu adalah mie kangkung. Mie dengan campuran kangkung dan tauge ini disiram dengan kuah kecoklatan yang segar serta di tambahkan tumisan ayam dan jamur merang diatasnya. Lezat dan segar sekali. 

Penasaran dengan resepnya sayapun 'mengubek-ubek' aneka buku masakan di Gramedia dan menemukan satu buku berjudul Mudah Memasak Kuliner Nusantara persembahan dari kecap Bango dan tabloid Saji. Buku bersampul hijau ini sarat aneka masakan lezat tanah air dengan resep yang mudah dan tentu saja menggunakan kecap sebagai salah satu bumbunya. Setelah berbulan-bulan buku ini nangkring di rak buku saya,  baru kemarin saya sempat untuk mencoba resep mie kangkung ini, gara-gara saya baru tahu jika stok mie telor di lemari bahan makanan setumpuk.

15 March 2011

Cake Kukus Ketan Hitam: Si Hitam Manis Nan Sedap


Pernah membeli cake kukus ketan hitam di Bandung? Ya, cake kukus ini memang sempat nge-trend beberapa tahun yang lalu. Mungkin karena unik dan belum banyak masyarakat yang tahu mengenainya membuat cake ini menjadi salah satu oleh-oleh yang diburu di Bandung selain brownies kukus, tentunya. Entah siapa yang pertama kali menemukannya, yang jelas cake ini merupakan salah satu cake yang menggunakan alternatif bahan selain tepung terigu sebagai campurannya.


14 March 2011

Tumis Batang Talas & Udang


Tumis adalah teknik memasak sejuta umat, kenapa saya katakan demikian karena hampir setiap mereka yang pernah ke dapur pasti bisa memasak makanan dengan cara ditumis dan pasti pernah memasak tumisan. Entah itu berupa lauk atau sayur. Begitu mudahnya memasak dengan cara ini sehingga hampir semua bahan makanan bisa diolah dengan ditumis. 

Kelebihan lainnya memasak dengan cara ini adalah tumisan memerlukan waktu relatif singkat  untuk mengolahnya, dan makanan yang ditumis juga diklaim lebih 'sehat', jika: Bahan makanan yang digunakan rendah lemak, kaya gizi dan vitamin; Tidak terlalu lama memasaknya terutama sayuran agar vitamin dan zat gizinya tidak hilang; Minyak yang digunakan tidak berlebihan dan menggunakan minyak yang diklaim menyehatkan seperti minyak zaitun, canola, minyak jagung, minyak biji bunga matahari yang kaya akan antioksidan dan merupakan minyak dengan lemak tak jenuh tunggal dan ganda.


13 March 2011

Soto Padang


Pusing memikirkan menu untuk para tukang yang sedang merenovasi rumah Pete, sayapun memilih menu-menu dimana lauk dan kuah berada dalam satu masakan. Nah, apalagi kalau bukan soto, gulai dan hidangan berkuah sejenisnya. Kali ini pilihan jatuh ke soto. Soto bagi saya tidak pernah gagal  memuaskan selera banyak khalayak. Apalagi variannya banyak, bukan hanya Jawa penghasil resep soto yang lezat, Padang pun punya soto Padang yang terkenal. Bosan dengan soto yang berkuah santan? Kenapa tidak mencoba soto yang kuahnya bening seperti ini, dinikmati panas-panas dengan kucuran air jeruk nipis dan sambal rawit yang pedas memang sangat nikmat. 

12 March 2011

Lenggang, Pempek Panggang yang Sedap



Kalau anda pergi ke Palembang jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pempek lenggang. Pempek yang satu ini berbeda dengan yang umumnya kita temui di Jakarta, proses pembuatannya terbilang unik, karena adonan pempek tidak direbus dan digoreng seperti halnya pempek kapal selam, pempek telor atau adaan, tetapi di panggang di atas bara api. Ini membuat pempek lenggang tidak berminyak dan mengeluarkan aroma harum khas makanan yang dibakar. Hmm, sedap sekali.

Berhubung saya baru beberapa kali ke Palembang, itupun ketika masih bekerja dikantor lama, maka kesempatan untuk mencicipi pempek lezat ini sangat terbatas. Karena itu saya mencoba membuatnya sendiri dan ternyata prosesnya terbilang mudah dan tidak memakan waktu lama.  

Untuk membuat pempek jenis ini, anda membutuhkan daun pisang yang dilipat berbentuk takir persegi empat sebagai tempat adonan ketika dipanggang. Saat adonan telah mengeras, daun pisang kita lepas dan pempek kita panggang langsung hingga matang.  Menikmati pempek ini, cukup dengan menyiramkan kuah cuko diatasnya. Two thumbs up!


11 March 2011

Donat Pisang


Minggu kemarin Tante saya yang tinggal di Depok datang berkunjung untuk melihat perkembangan renovasi rumah Pete (yang.... sekali lagi saya tuliskan belum ada tanda-tanda selesai) sambil membawa segunung pisang Ambon yang berukuran jumbo. Entah sudah berapa banyak saya melakukan kreasi menggunakan buah ini, bahkan saya telah lupa dengan resep-resep berbahan pisang yang pernah saya posting sebelumnya, dan kali ini pun saya harus menyuguhkan ke anda resep pisang lagi. Kali ini diolah menjadi donat :)

Asyiknya memasak dan membuat makanan sendiri adalah anda bisa melakukan kreasi apapun sesuai dengan bahan-bahan yang tersedia di dapur dan juga sesuai dengan selera dan kreatifitas anda. Anda bahkan mungkin tidak akan menjumpai masakan tersebut di jual di luaran. Donat pisang yang saya buat ini, salah satu contohnya. Donat yang diberi aneka topping dengan aneka rasa sudah biasa, donat dengan campuran kentang juga umum dijumpai, tetapi donat dengan pisang sebagai bahan campurannya? Mungkin diantara anda ada yang pernah menjumpainya, tetapi terus terang saya belum pernah. 

10 March 2011

Hati Sapi Masak Gulai Cincang


Argh, kalau berbicara masakan Padang memang tidak ada habisnya, karena semua jenis masakannya lezat! Keluarga saya merupakan salah satu penggemar berat masakan Padang, mungkin karena Ibu saya yang asli dari Kepulauan Riau memberikan influence sangat besar pada taste kami, anak-anaknya. Masakan harus pedas, kaya rempah dan bumbu, dan masakan Padang sangat pas dengan selera kami. Tapi siapa sih yang tidak doyan dengannya? Saya belum pernah menemukan mereka yang tidak suka dengan masakan Padang. Kalaupun ada yang anti, itu karena sedang berusaha hidup sehat, mengurangi makanan berkolesterol tinggi dan sedang berdiet. Selain alasan-alasan tersebut hampir semua penduduk di Nusantara ini menggemarinya. 

09 March 2011

Cake Sifon Talas: Gagal!


Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Anda mungkin pernah mendengar slogan itu, bahkan mungkin menjadi mantra favorit ketika sukses tak kunjung datang. Seakan kata-kata itu mampu membangkitkan semangat dan memotivasi untuk terus berjuang.. terus berjuang.. Semboyan itu ada benarnya, hanya saja dalam dunia masak-memasak, kegagalan berarti biaya yang terbuang dan semangat yang terbang (itu menurut saya). Bayangkan, ketika anda mencurahkan segenap tenaga, waktu, harapan, baking powder, gula, telur, terigu ke dalam mangkuk mixer dan membayangkan akan menjadi sebuah masterpiece, dan kemudian yang terjadi adalah seonggok kue yang tak jelas bentuknya. Kesal, itu yang pertama saya rasakan, kemudian malu karena harus menghadapi tertawaan keluarga dan terakhir bingung menyembunyikan produk gagal ini, entah kemana. 

08 March 2011

Tekwan: Sup Bola Ikan ala Palembang


Palembang, menurut saya, adalah rajanya daerah dengan makanan yang terbuat dari ikan. Tidak heran dengan sungai terpanjang di Sumatera, sungai Musi, yang membelah Palembang menjadi dua bagian yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir memberikan pasokan ikan yang melimpah untuk Palembang dan sekitarnya. Sungai Musi sejak dulu juga telah menjadi urat nadi perekonomian di kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu komunitas Tionghoa yang cukup besar di Palembang memberikan pengaruh 'Chinese taste ' yang kental pada makanan Palembang yang terbuat dari ikan seperti Pempek dan Tekwan.  Kedua jenis makanan ini cukup terkenal di seantero Nusantara. Siapa sih yang bisa menolak pempek gurih dengan kuah cuko yang pedas dan sedap? Hmm, mantap bana!


Selain pempek dan tekwan, tentu saja masih banyak kuliner Palembang yang juga mengesankan. Misalnya saja kerupuk kemplang, pindang ikan patin, mie celor, laksan, pindang tulang, celimpungan dan masih banyak lagi.  Nah, kali ini saya akan berbagi resep tekwan yang lezat. Hidangan  berkuah yang satu ini rasanya segar dan ringan. Makanan ini memiliki tampilan seperti sup ikan, komposisi utamanya adalah bakso kecil-kecil yang terbuat dari daging ikan/udang dan tepung sagu. Biasanya tekwan dilengkapi dengan mie soun, jamur kuping dan kembang sedap malam. Kuahnya yang ringan dengan bumbu yang sederhana, membuat kita tidak mudah eneg saat menyantapnya. Tekwan paling pas jika dimakan panas-panas dengan sambal yang pedas ditambah dengan cuka dan taburan daun bawang yang banyak. Wuih, sedapnya tiada dua!

07 March 2011

Pepes Batang Talas & Tempe


Saya pernah posting mengenai resep dari talas Bogor (Colocasia giganteum Hook.) sebelumnya, jika anda berminat anda bisa klik di sini dan disini. Saat itu saya membuat cake  dan schotel dari umbi talas Bogor yang saya beli dari perjalanan Puncak  menuju Jakarta. Umbi talas Bogor yang dijual biasanya masih dilengkapi dengan batang mudanya, di Jawa batang talas ini disebut dengan lompong yang artinya kosong, karena memang batang talas penuh dengan rongga-rongga udara di tengahnya. 

Batang talas lezat untuk diolah menjadi aneka masakan sementara daunnya terkenal untuk dibuat menjadi buntil - masakan ini terbuat dari daun talas atau daun singkong yang dikepal hingga berbentuk bulat, pada bagian tengahnya diisi dengan kelapa parut dan ikan teri. Buntalan daun ini kemudian diikat  erat dengan seutas tali dan dimasak dengan santan kental berbumbu. Masakan ini mudah kita temui di daerah Solo dan Jogya.

Batang talas (lompong)

06 March 2011

Segudang Manfaat Bunga Kecombrang/Honje/Kantan/Siantan


Nusantara memang luar biasa, tak henti-hentinya saya mengucap syukur dan  berdecak kagum  saat kamera saya mengabadikan detail keindahan setiap obyek dan sudut di bumi tercinta ini. Seakan menyesal rasanya jika setiap moment tidak sempat saya tangkap hanya karena saya tidak ditemani dengan Canon G11 saya yang tidak pernah  gagal memberikan hasil gambar maksimal. Jadi, jika menurut anda beberapa postingan gambar di blog ini tampak kurang oke,  jelas sudah itu bukan salah si Canon, itu karena yang mengoperasikannya memang payah :)

Pepes Pisang


Resepnya sederhana, membuatnya mudah. Kue ini pas disantap saat musim hujan begini untuk mengganjal perut yang keruyukan. Pepes pisang ini resepnya saya peroleh dari rekan kantor saya Pak Kus, beliau berbaik hati membagi resep keluarganya ini untuk pengunjung Just Try & Taste. Untuk membuat pepes pisang ini sebaiknya menggunakan pisang ambon yang benar-benar matang tandanya kulit pisang berwarna kecoklatan. Pisang yang seperti ini mengeluarkan aroma yang sangat harum dan rasanya manis.


Selain itu, gunakan kelapa parut yang benar-benar masih muda sehingga pepes pisang yang dihasilkan legit dan lembut. Bakar diatas arang atau seperti saya menggunakan pembakar kawat yang diletakkan di atas kompor. Dalam sebentar pepes matang dan siap disantap. 

Foto-foto adonan kuenya dengan terpaksa tidak bisa saya tampilkan, karena terhapus saat sedang saya copy dari kamera ke laptop :( . Tetapi anda tidak perlu kuatir, resep ini sangat mudah sekali sehingga bagi yang tidak pernah berkunjung ke dapurpun pasti mampu membuatnya. 

Anda ingin mencobanya? Berikut ini resepnya ya.

05 March 2011

Sop Iga : Untuk yang Sedang Flu Berat



Cuaca yang tidak menentu dan aktifitas padat memang membuat seseorang menjadi mudah terkena flu, apalagi jika tidak menjaga diri dengan asupan makanan yang bergizi, cukup istirahat dan tentu saja ditembak dengan vitamin C dosis tinggi. 

Di kantor saya tampaknya wabah flu memang sedang merajalela, apalagi sepulang dari acara outing minggu lalu di Puncak. Hujan yang tidak kenal kompromi tatkala kami sedang melakukan kegiatan outdoor tak ayal sempat mengguyur kepala yang tidak tertutup topi. Tak heran jika Senin-nya banyak yang demam dan mengalami gejala tidak enak badan. 

Kalau sudah begini makanan yang berkuah, panas, segar dan lezat seakan menjadi incaran hampir semua orang. Salah satunya yang saya lirik adalah sop iga di dekat kantor saya, tepatnya sop iga di Pasar Manggis. Hmm, sopnya lezat dengan kuah yang kaya rempah, gurih dan dagingnya empuk sehingga mudah lepas dari tulangnya. Dimakan panas-panas dengan kerupuk putih, acar timun, kucuran jeruk nipis dan tentu saja sepiring nasi. So Yummy! 

Tidak cukup semangkuk? Akhirnya saya membuatnya sepanci di rumah. Saya tambahkan wortel dan lobak sebagai pelengkapnya seperti yang disajikan di warung tersebut. Kali ini mau makan dua porsipun tidak perlu malu-malu. Sikat! Badan menjadi hangat, segar, hidung mampat pun mengalir lancar dan kepala menjadi enteng. 

Berikut ini resepnya.

02 March 2011

Cake Talas Coklat Kukus


Talas lagi? Mungkin itu yang terlintas di benak anda. Yup, saya mohon maaf jika beberapa hari ini postingan saya akan banyak berkutat di seputar umbi yang lezat dan banyak tumbuh di negara kita ini. Talas (Colocasia esculenta) sudah tidak asing lagi bagi kita, umbi tanaman ini melimpah ruah tersedia di pasar-pasar tradisional maupun di supermarket. Bahkan tanamannya sendiri sering sekali kita jumpai di lahan-lahan yang terbengkalai, tepi jalan atau sungai dan yang paling melimpah tentu saja dilahan dekat persawahan karena tanaman ini menyukai kondisi tanah yang lembab dan cukup berair.  

Biasanya umbi talas diolah dengan cara direbus, dikukus atau digoreng, keripik talas yang berbentuk seperti batang korek api merupakan salah satu kudapan favorit saya. Di Jogya, daun talas sering dimasak menjadi buntil dan dijual oleh Mbok-Mbok penjual nasi gudeg, sementara batangnya yang di Jawa disebut dengan lompong biasanya di tumis atau di olah menjadi bothok. Saya masih ingat, dulu ketika masih di sekolah dasar, nenek saya sering membuat bothok lompong. Rasanya lezat dan pas dinikmati dengan sepiring nasi hangat. Yummy!

Sebenarnya jika kita mau sedikit bereksperimen, umbi talas yang empuk dan lezat ini bisa diolah menjadi aneka penganan yang 'laziz' bahkan juga minuman. Anda mungkin pernah berkunjung ke restoran yang menawarkan jus talas yang berwarna keunguan. Carefour biasanya juga menyediakan jus talas dalam kemasan plastik air minum yang dijual di konter bahan makanan. Selain itu ternyata talas juga sedap untuk disulap menjadi cake atau schotel. Untuk schotel talas anda bisa klik di postingan saya sebelumnya disini. Sedangkan postingan kali ini saya akan berbagi resep dan cara membuat cake coklat talas kukus. Membuatnya sangat mudah dan rasanya lezat. Tidak percaya? Monggo dibuktikan saja. 

Talasnya saya menggunakan talas Bogor (Colocasia giganteum) yang berukuran besar, oleh-oleh dari acara outing di Puncak pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Anda juga bisa menggunakan talas ukuran kecil (Colocasia esculenta) yang banyak di jual di pasar karena talas Bogor kadang-kadang sulit ditemukan di Jakarta. Parut talas menggunakan parutan rujak serut atau parutan keju. Parutan talas ini membuat tekstur cake menjadi pulen dan ketika diiris terlihat bintik-bintik putih talasnya. Resep cake ini saya modifikasi dari Chocolate Banana Cake-nya Joy of Baking dan seharusnya resep cake  ini menggunakan pisang dan dipanggang. 

Cake ini sebaiknya dikukus minimal 1 jam, kalau biasanya saya mengukus cake + 40 - 50 menit, untuk kali ini harus lebih lama. Mungkin karena cake yang padat membutuhkan waktu lebih lama untuk matang, dan yang membuat saya terkaget-kaget ketika penutup kukusan dibuka, cake tampak mekar seperti sekuntum bunga. Namun jangan kuatir dengan rasanya ya, tetap mantap! Cake pun mengembang dengan sukses, teksturnya lembut serta moist. Untuk mengoleskan topping ganache-nya, cake saya balik kemudian bagian bawah serta samping cake saya tutup menggunakan coklat frosting. Hari ini ketika saya bawa ke kantor, cake ludes dengan cepat dan semua bilang: Enak!

Berikut resepnya ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...