 |
| Manisan Jahe tanpa taburan gula |
Jahe dengan nama latin Zingiber officinale merupakan salah satu rempah-rempah atau bumbu dapur yang sering saya pergunakan untuk menambah aroma lezat pada masakan, untuk menghilangkan amis pada masakan ikan, daging dan ayam dan setahu saya juga memiliki kemampuan pengobatan.
Membuka website Wikipedia saya menemukan informasi lengkap mengenai bumbu yang jarang absen dari dapur sebagian besar keluarga di Indonesia dan mungkin di dunia.
Kenapa tiba-tiba saya tertarik dengan jahe? Begini ceritanya, minggu lalu saya iseng-iseng ke pasar tradisional didekat rumah dan melewati deretan Mbok-Mbok penjual bumbu dapur dan sayuran. Mata saya tertumbuk pada tumpukan jahe yang segar, besar-besar dan harga per-kilonya kali ini tidak terlalu mahal.
Hmm, apa yang bisa saya lakukan dengan jahe-jahe yang begitu menggoda ini? Karena kalau harus membeli dalam jumlah besar seringkali jahe di dapur menjadi busuk, berjamur atau mengering. Aroma harumnya menguap sehingga tidak oke lagi untuk campuran bumbu masakan.
Well, duduk sebentar di depan notebook dan berselancar di dunia maya saya akhirnya menemukan aneka resep untuk mengolah si rimpang harum ini menjadi ma kanan dan minuman yang di website-nya terlihat lezat dan katanya awet hingga berbulan-bulan. Salah satunya adalah website David Lebovitz yang sering saya kunjungi.
Penasaran ingin merasakan dan melihat hasilnya serta dikarenakan resepnya yang mudah saya pun berderap ke dapur dengan sekantung jahe segar. Wish me luck!
Saya membuat dua versi seperti yang ditulis David Lebovitz, manisan jahe dengan taburan gula pasir dan manisan jahe tanpa ditaburi gula pasir. Dua-duanya enak, tetapi saya lebih suka manisan jahe tanpa taburan gula karena rasa jahenya lebih kuat dan juga karena saya menghindari mengkonsumsi terlalu banyak gula. Manisan jahe tanpa taburan gula tahan disimpan dalam stoples rapat di kulkas hingga satu tahun lamanya. Sedangkan manisan jahe dengan taburan gula tahan disimpan dalam stoples dengan suhu ruang untuk beberapa bulan.
Manisan jahe ini bisa dimakan begitu saja untuk mengurangi rasa mual di perut saat masuk angin, enak juga sebagai topping es krim. Atau ditambahkan ke dalam adonan cake dan cookies, kalau yang ini saya belum mencobanya. Yang jelas bagi saya manisan jahe ini asyik untuk camilan dan pengganti permen saat mulut ingin yang manis-manis ;)
 |
| Manisan Jahe dengan kristal gula |
Manisan Jahe (Candied Ginger)
Bahan-bahan:
- Jahe 500 gram
- Gula pasir 800 gram dan 100 gram gula untuk taburan jika suka.
- Air 1 liter
- 1/4 sendok teh garam
Cara membuat:
Kupas jahe, dengan pisau yang tajam iris-iris jahe setipis mungkin.
Masukkan irisan jahe ke dalam panci, tambahkan air hanya sampai sebatas jahe tertutup air saja. Rebus hingga mendidih. Kecilkan api kompor dan biarkan mendidih selama 10 menit. Tiriskan, dan ulangi proses ini sekali lagi. Air bekas rebusan jahe saya sisihkan untuk membuat sirup jahe.
Masukkan gula dan 1 liter air ke dalam panci, tambahkan garam dan irisan jahe yang telah ditiriskan. Rebus hingga suhu mencapai 106' C atau hingga air rebusan berubah menjadi kental seperti madu.
Angkat dari kompor dan biarkan semalaman, atau bila ingin ditaburi gula pasir maka tiriskan rebusan jahe saat masih panas agar air rebusan bisa mengering dengan cepat.
Simpan jahe dalam stoples beserta air rebusannya atau lumuri jahe yang telah kering dengan gula pasir. Dengan menggunakan ayakan berlubang besar taburi jahe dengan gula pasir dan goyang-goyangkan untuk mengurangi gula yang berlebihan. Tata jahe bersalut gula pasir di rak kawat dan biarkan semalaman agar mengering. Hati-hati dengan semut! Gula pasir hasil ayakan bisa digunakan untuk ditambahkan saat membuat sirup jahe atau teh & kopi.
Penyimpanan: Manisan jahe tanpa taburan gula tahan disimpan dalam stoples rapat di kulkas hingga satu tahun lamanya. Sedangkan manisan jahe dengan taburan gula tahan disimpan dalam stoples dengan suhu ruang untuk beberapa bulan.
Sirup Jahe
Pada saat membuat manisan jahe, air bekas rebusannya sayang sekali kalau dibuang begitu saja. Saya pikir air rebusan jahe yang pekat bisa dimanfaatkan untuk membuat sirup. Sirup jahe, nikmat ditambahkan pada teh atau kopi apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, badan menjadi hangat dengan segelas jahe panas. Segar juga untuk dicampurkan dengan segelas soda, beberapa tetes air jeruk lemon/nipis dan es batu, minuman ini biasa disebut dengan ginger ale.
Bahan Sirup Jahe:
- Air rebusan jahe + 1 liter
- Gula 1 kg
- 1 sendok kulit jeruk lemon atau sunskist cincang
- Kayu manis 3 potong
Cara membuat:
Rebus semua bahan-bahan hingga air rebusan mengental seperti madu/sirup. Angkat dan saring dengan kain halus. Dinginkan dan masukkan ke dalam botol bekas sirup. Simpan dalam kulkas.
Sirup siap digunakan untuk minuman atau campuran membuat cake atau cookies.
Nah, tunggu apalagi? Tidak rugi kok menyimpan manisan dan sirup jahe di kulkas anda.
hebat banget ada resep candied ginger! saya minta ijin copy ya. saya suka jahe. dulu pernah mau coba apple pie resepnya jamie oliver, dia pake candied ginger. cuma karena gak punya, jadinya pake jahe mentah, rasanya kurang enak, lagian jahenya juga gak bisa dimakan. wong mentah.
ReplyDeleteyou should try chai tea. dapat resepnya di buku masak Bara P. isinya semua rempah: lada, cengkeh, kapulaga, jahe, kayu manis, star anise, direbus, masukkan teh, susu cair. enak diminum manis, panas atau dingin!
ReplyDeleteHai, halo salam kenal ya... silahkan, silahkan kalau mau copy ^_^. Candied ginger ini bisa disimpan di kulkas untuk jangka waktu lama, saya memasukkannya ke dalam botol bekas selai. Biasanya kalau bikin cookies suka saya rajang kecil-kecil kemudian campurkan ke adonan cookies. Sedapp! Kalo iseng gak ada makanan, saya gadoin begitu saja hehehehe. Saya lagi coba buat manisan kulit jeruk, saya sempat lihat resepnya di blognya Kevin, Closet Cooking and looks good.
ReplyDeleteBtw thanks atas atas thai teanya, saya akan coba, saya penggemar berat thai tea dan membeli di resto mahal bo.
Senang berkenalan dengan anda.
Mantap bener site ini Sis...aku pertama kali berkunjung langsung jatuh cinta. Awalnya tadi cuman lagi search tentang kubis, trus keluar resep nasi bungkus kubis...hahaha..aku search lanjut..waw..ternyata ada harta karun terpendam di site ini..maklumlah Sis..aku hobi masak dan suka kreasi resep dari sisa bahan di kulkas..
ReplyDeleteTerima kasih ya Sis atas sitenya..senang rasanya teman-teman sehobi bisa bergabung di sini..
Sukses terus ya Sis....
Hai, halo, thanks ya. Wah senang bertemu dengan sesama penggemar masak dan aneka modifikasinya walau anchur sekalipun, soalnya kadang-kadang rasa penasaran lebih menang dari pada rasanya hahaha. Sukses juga ya ^_^
ReplyDeleteMba, ini pakai jahe merah atau yg putih besar2?
ReplyDeletemita
Halo Mba Mita, saya pakai jahe putih biasa, kalau ada versi merahnya dan muda pastimya lebih enak
Delete