Saya sering mengalaminya dan sudah dalam taraf bosan mengolahnya menjadi aneka nasi goreng. Sebut saja nasi goreng pedas, nasi goreng ijo karena pakai cabai rawit hijau, nasi goreng pete, nasi goreng kornet, nasi goreng gila, nasi goreng teri, nasi goreng balado ikan, kalau yang ini ikan balado sisa saya suwir-suwir dan campur ke dalam nasi goreng. Yup, saya yakin masih ada seribu modifikasi nasi goreng yang bisa saya kriyakan, tapi tetap saja: nasi goreng!
Pada suatu hari, ehem, ada acara di kantor saya dan menu utamanya adalah nasi pepes bakar. Wah, saya langsung jatuh hati. Paduan ikan tongkol, ayam, ikan teri goreng, aneka rempah dan kemangi terasa meresap ke dalam nasi yang pulen, ditambah dengan aroma daun pisang yang harum terbakar. Satu bungkus rasanya kurang! Apesnya pas mau nambah ternyata gunungan nasi pepes bakar telah amblas tak bersisa.
Anda bisa menggunakan nasi putih seperti resep saya kali ini atau mengolah beras terlebih dahulu dengan santan dan bumbu supaya rasanya lebih mantap. Tetapi karena tujuan saya kali ini adalah memberdayakan si nasi sisa supaya menarik maka saya langsung menggunakan nasi putih biasa. Isiannya bisa bervariasi, bisa menggunakan ampela+hati seperti resep saya kali ini, daging ayam, usus ayam, ikan tuna atau tongkol, ikan pindang, seafood, ikan asin goreng dan masih banyak lagi. Semuanya enak.
Nasi Pepes Bakar
- 250 gram hati + ampela ayam, potong dadu
- 100 gram teri medan, cuci tiriskan dan goreng. (untuk resep kali ini teri medan saya hilangkan karena persedian habis)
- 4 butir bawang merah, iris tipis
- 3 butir bawang putih, keprak, cincang halus
- 5 butir cabai rawit, iris serong tipis
- 2 cm jahe, pipihkan
- 3 cm lengkuas, pipihkan
- 2 batang serai, pipihkan
- 3 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 3 cm kunyit, iris serong memanjang
- 2 batang daun bawang, potong melintang kasar
- 1 ikat kecil daun kemangi, ambil pucuk muda dan daunnya.
- 1 lembar daun pandan potong-potong melintang sepanjang 10 cm
- ¼ sendok teh merica bubuk
- ½ sendok teh terasi bakar, haluskan dengan 1 sendok makan air
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- Garam dan gula secukupnya. (hati-hati jika menggunakan teri medan, karena rasanya yang asin jadi sebaiknya garam diberikan setelah teri tercampur ke dalam nasi)
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 10 lembar daun pisang untuk membungkus
Cara memasak:
Kemudian masukkan ampela+hati, aduk-aduk hingga tercampur dengan bumbu, masukkan merica bubuk, kaldu bubuk, gula, terasi dan 100 ml air. Masak hingga ampela+hati matang, dan air hampir mengering. Masukkan daun bawang, aduk-aduk hingga layu. Angkat.
Di mangkuk besar, campur nasi dengan tumisan dan teri goreng hingga tercampur rata. Buang daun salam, lengkuas dan jahe. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin. Masukkan setengah kemangi ke adonan nasi, aduk rata.
Siapkan daun pisang untuk membungkus. Supaya mudah membungkus adonan nasi dengan daun pisang, saya biasanya memasukkan daun yang masih segar ke dalam kukusan yang panas sebentar saja hanya agar daun layu. Atau bisa juga dijemur di bawah terik matahari.
Ambil 2 lembar daun, gunting pangkal daun yang keras supaya mudah membungkusnya. Tumpukkan daun menjadi satu. Letakkan bagian daun sebelah atas dengan sisi hijau menghadap ke atas. Letakkan satu lembar potongan daun pandan dan kira-kira lima sendok makan nasi atau lebih, tergantung selera. Tekan agar agak padat. Hiasi dengan satu butir cabai rawit dan beberapa lembar daun kemangi. Bungkus seperti hendak membuat lontong. Semat dengan tusuk gigi atau lidi. Gunting kedua ujung bungkusan daun supaya rapi.
Lakukan hingga adonan nasi habis, kemudian kukus selama + 20 menit. Angkat.
Bakar nasi diatas wajan yang diolesi minyak. Saya menggunakan pembakar untuk barbeque yang saya beli di supermarket dengan kawat besi dan lubang api di bagian tengahnya. Cukup meletakkannya di atas kompor.
Makan selagi panas. Uuuh, endhuang!


Salam kenal mbak
ReplyDeleteHalo Mba Zakiyah, salam kenal juga ya, moga blog ini bisa membantu ^_^
Delete