13 November 2010

Resep Nasi Pepes Bakar


Resep Nasi Pepes Bakar JTT

Pernah memasak nasi terlalu banyak sehingga tidak habis? Atau karena ada acara di rumah kemudian nasi tersisa segunung di cooker sedangkan lauk pauknya sudah amblas tak bersisa?  Saya sering mengalaminya dan sudah dalam taraf bosan mengolahnya menjadi aneka nasi goreng. Sebut saja nasi goreng pedas, nasi goreng ijo karena pakai cabai rawit hijau, nasi goreng pete, nasi goreng kornet, nasi goreng gila, nasi goreng teri, nasi goreng balado ikan, kalau yang ini ikan balado sisa saya suwir-suwir dan campur ke dalam nasi goreng. Yup, saya yakin masih ada seribu modifikasi nasi goreng yang bisa saya kriyakan, tapi tetap saja:  nasi goreng!

Pada suatu hari, ehem, ada acara di kantor saya dan menu utamanya adalah nasi pepes bakar. Wah, saya langsung jatuh hati. Paduan ikan tongkol, ayam, ikan teri goreng, aneka rempah dan kemangi terasa meresap ke dalam nasi yang pulen, ditambah dengan aroma daun pisang yang harum terbakar. Satu bungkus rasanya kurang! Apesnya pas mau nambah ternyata gunungan nasi pepes bakar telah habis tak bersisa.

Okeh lupakan, setidaknya sekarang saya punya satu modifikasi resep nasi lainnya yaitu nasi pepes bakar. Resepnya hasil tanya sana sini dan mengira-ngira dari nasi pepes bakar yang dihidangkan di kantor saya.  Anda bisa menggunakan nasi putih seperti resep saya kali ini atau mengolah beras terlebih dahulu dengan santan dan bumbu supaya rasanya lebih mantap. Tetapi karena tujuan saya kali ini adalah memberdayakan si nasi sisa supaya menarik maka saya langsung menggunakan nasi putih biasa. Isiannya bisa bervariasi,  bisa menggunakan ampela+hati seperti resep saya kali ini, daging ayam, usus ayam, ikan tuna atau tongkol, ikan pindang, seafood, ikan asin goreng dan masih banyak lagi. Semuanya enak. 


Nasi Pepes Bakar
Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan & bumbu:
- 1 mangkuk nasi putih, berat kira-kira 1000 gr
- 250 gram hati + ampela ayam, potong dadu
- 100 gram teri medan, cuci tiriskan dan goreng. (untuk resep kali ini teri medan saya hilangkan karena persedian habis)
- 4 butir bawang merah, iris tipis
- 3 butir bawang putih, keprak, cincang halus
- 5 butir cabai rawit, iris serong tipis
- 2 cm jahe, pipihkan
- 3 cm lengkuas, pipihkan
- 2 batang serai, pipihkan
- 3 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 3 cm kunyit, iris serong memanjang
- 2 batang daun bawang, potong melintang kasar
- 1 ikat kecil daun kemangi, ambil pucuk muda dan daunnya.
- 1 lembar daun pandan potong-potong melintang sepanjang 10 cm
- ¼ sendok teh merica bubuk
- ½ sendok teh terasi bakar, haluskan dengan 1 sendok makan air
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- Garam dan gula secukupnya. (hati-hati jika menggunakan teri medan, karena rasanya yang asin jadi sebaiknya garam diberikan setelah teri tercampur ke dalam nasi)
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 10 lembar daun pisang untuk membungkus

Cara memasak:
Panaskan minyak di penggorengan, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Masukkan cabai, jahe, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, kunyit, tumis hingga semua bumbu layu.

Kemudian masukkan ampela+hati, aduk-aduk hingga tercampur dengan bumbu, masukkan merica bubuk, kaldu bubuk, gula, terasi dan 100 ml air. Masak hingga ampela+hati matang, dan air hampir mengering. Masukkan daun bawang, aduk-aduk hingga layu. Angkat.

Di mangkuk besar, campur nasi dengan tumisan dan teri goreng hingga tercampur rata. Buang daun salam, lengkuas dan jahe.  Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin. Masukkan setengah kemangi ke adonan nasi, aduk rata.

Siapkan daun pisang untuk membungkus. Supaya mudah membungkus adonan nasi dengan daun pisang, saya biasanya memasukkan daun yang masih segar ke dalam kukusan yang panas sebentar saja hanya agar daun layu. Atau bisa juga dijemur di bawah terik matahari.

Ambil 2 lembar daun, gunting pangkal daun yang keras supaya mudah membungkusnya. Tumpukkan daun menjadi satu. Letakkan bagian daun sebelah atas dengan sisi hijau menghadap ke atas. Letakkan satu lembar potongan daun pandan dan kira-kira lima sendok  makan nasi atau lebih, tergantung selera. Tekan agar agak padat. Hiasi dengan satu butir cabai rawit dan beberapa lembar daun kemangi. Bungkus seperti hendak membuat lontong. Semat dengan tusuk gigi atau lidi. Gunting kedua ujung bungkusan daun supaya rapi.

Lakukan hingga adonan nasi habis, kemudian kukus selama + 20 menit. Angkat.

Bakar nasi diatas wajan yang diolesi minyak. Saya menggunakan pembakar untuk barbeque yang saya beli di supermarket dengan kawat besi dan lubang api di bagian tengahnya.  Cukup meletakkannya di atas kompor. 
Balik-balik nasi pepes supaya daun tidak terbakar habis. Jika daun mulai mengering kecoklatan dan agak sedikit gosong maka nasi pepes bakar siap untuk dihidangkan.

Makan selagi panas. Uuuh, endhuang!




33 komentar:

  1. Balasan
    1. Halo Mba Zakiyah, salam kenal juga ya, moga blog ini bisa membantu ^_^

      Hapus
    2. Assalamu'alaikum..
      salam kenal mba endang
      terima kasih resepnya kemarin aq coba ayam bakar kemirinya
      Alhamdulillah suami n anakq doyaaann bangeeett

      Hapus
    3. hai mba lia, salam kenal juga ya, thanks sharingnya, senang sekali resepnya disuka hehhehe

      Hapus
  2. Di tempat kerja terdahulu (ketauan kerjanya nomaden haha..) kateringnya bbrp kali pernah menyajikan menu ini, isiannya ayam yg dipotong dadu, teri jengki sama telur asin yg dipotong-potong. Masih ditambah babat dan usus goreng, sambal & lalap sbg pelengkapnya... hmmm lezaaat, lupa deh sama diet dan kolesterol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nur, wah nasi pepes memang mantap ya, hahahha jangan harap ingat diet kalau berhadapan sama menu ini. Baunya menggoda imannnn. Thanks sharingnya ya. ^_^

      Hapus
  3. Salam kenal mbak saya Arista domisili Jepara, seneng banget mbak bisa belajar masak. terus terang saya search resep disini kalo mau masak mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Arista, salam kenal juga ya. Senang mendengar blognya bisa membantu memasak ^_^. sukses ya

      Hapus
  4. Mba Endang makasih yaa resep2nya sangat membantu buat amatiran spt saya. Ini resep keempat yg mau sy coba. Tp berhubung sy g punya pembakar bisa pakai teflon g mba? Terus kalau bumbunya spt bwg, kunyit, jahe, cabai dihaluskan gmna? Rasanya kalau cm dicincang g mantepp hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Utami, yep bisa pakai wajan biasa atau teflon untuk manggangnya, yang penting terbakar daunnya supaya ada aroma yang sedap. Kasih sedikit minyak di wajan ya Mba, hasil bakarannya lebih bagus dan mencegah wajan gosong. Bumbu bisa dihaluskan, saya rasa lebih nendang rasanya ^-^

      Hapus
  5. makasih banyal resepnya mbak,
    kemarin ada syukuran di tempat saya dan menyisakan banyak nasi sisa,seperti mbak endang,saya sudah bosan mengolahnya jadi nasi goreng..hihi
    akhirnya tadi pagi saya nemu resep ini,dan siangnya langsung eksekusi..
    rasanya super mantab mbak,lupa saya kalau hari ini rencananya mulai diet,hahaaa
    terus berkarya dan berbagi ya mbak,,makasih banyak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Siti, salam kenal dan thanks sahringnya ya. Yep, nasi pepes bakar memang membuat makan jadi banyaaakkkk wakkakak

      Hapus
  6. Assalamu'alaikum Mba Endang,

    apa kabar.......?

    gara2 ngelihat nasi sisa (karena hanya cukup untuk 2 orang, jadi saya tambah dengan masak nasi baru), akhirnya menu minggu siang (kmrn) keluarga saya adalah my first homemade nasi bakar resep ini.....
    resep ini udah lama saya incar dan masuk waiting list utk dieksekusi......hihiiii

    tapi pakenya juga sisa lauk yang ada, tumis pindang tongkol plus jagung pipilan....
    jadi judulnya recycle......hahahaaaa....

    taraaaaa........anak2 dan suami doyan bingits, endang surendang deh.....
    secara emang dasar pada doyan makan siiiy, apalagi menunya nasi bakar (yang biasanya beli)

    buntutnya, makan malam minta dibuatin lagi nasi bakar, tapi dengan campuran ayam bakar suwir (yang juga sudah ada di kulkas)....

    eh, ntar sore juga pengen lagi.....hahahaaaa......
    untung bikinnya mudah bin ga ribet, selama ada daun pisangnya.....

    makasih ya mba.......
    insay Allah ini menjadi ladang amal bagi mba Endang....
    aamiin aamiin yra

    salam,
    ressy

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam Mba Ressy,

      kabar saya baik ya mba, makasih yaa, moga kabar mba dan keluarga juga sehat selalu ya.

      thanks sharingnya ya, mantap banget kayanynya yaa, wkakakkak, tapi saya juga maniak nasi bakar. dan asyiknya dipadu padankan dengan apapun enak. Pakai teri, ikan asin, tempe, ikan goreng sampai seafood tetap sedapp hehheheh

      amiiin atas doanya ya. sukses dan sehat selalu juga untuk mba dan kleuarga ya

      Hapus
  7. Nasi Bakarnya enak, mba. Sayang punya saya kemanisan. hehe.. dan tanpa terasi juga ati.
    Saya sering banget ngintip resep-resep disini, mba.... Makasih ya untuk resep-resepnya. Maklum baru belajar masak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Iis, salam kenal dan thanks sharingnya ya, moga next time nasinya lebih oke ya, pakai teri yang digoreng sebagai campuran enak kok mba

      Hapus
  8. Mbak mau tanya, kenapa nasinya mesti dikukus dulu? Makasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. supaya nasi lebih kompak dan padat, tidak seperti nasi goreng ya

      Hapus
    2. Mb Endang, mau tanya nih. Klo bikin pepesnya pake aluminium foil bs ga? Di sini ga ada daun pisang, hiks..

      Viani

      Hapus
    3. hi mba Viani, saran saya jngan pakai foil ya krn berbahaya jika digunakan untuk memasak makanan. atau bersentuhan dengan makanan panas. Kalau ada kertas baking bs pakai itu ya mba

      Hapus
  9. Terima kasih sudah berbagi resep ini ya mbak.. Alhamdulillah banyak yang order saat saya nekat jualan dengan berbekal resep ini.

    -Tommy-

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 ya mas Tommy, senang resepnya disuka. Sukses dengan jualannya yaaa ^_^

      Hapus
  10. Mba nasinya ga pake santan ya? Klo dibuat jadi nasi uduk dulu lebih enak kali ya mba?
    Salam
    Neneng

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak pakai santan mba, kalau mau pakai silahkan ya

      Hapus
  11. Mbak Endang, mana nih buku barunya? Udah ga sabar pengen pegang-pegang bukunya hehe
    Mbak Endang, jika tak ada terasi bisa diganti apa ya untuk resep nasi bakar ini? Kemangi bisa diganti dengan seledri tidak? Saya mau memanfaatkan bahan-bahan yang ada di dapur saja *edisi malas ke pasar*. Thanks Mbak. Ditunggu bukunya, semoga nanti ada di bukabuku.com.

    Sasha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sasha, buku baru bisa di order mulai Feb Mba, nanti akan saya umumkan ya. Terasi skip saja, kalau ada ebi tumbuk tentu saja enak jika ditambah. Kemangi skip saja, ganti daun bawang oke, jangan seledri, nanti rasanya aneh ya.

      salam

      Hapus
  12. Kalau hati dan ampela saya ganti dengan jamur tiram, bumbu di sini masih cocok ga Mba? Atau harus beda bumbu kalau pakai jamur?

    Sasha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mb Sasha, bs ya Mba, pakai jenis jamur apapun oke ya, tdk ada perubahan bumbu dan cara

      Hapus
  13. Oh ya, satu lagi Mba. Takaran gula dan garam sebaiknya berapa sendok makan atau sendok teh? Sebaiknya lebih banyak gula atau garam? Saya sering bingung kalau ditulis embel-embel secukupnya. Maaf ya Mba nanya-nanya melulu.

    Sasha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk resep diatas pakai garam sekitar 1 1/2 sendok teh dulu saja, kalau kurang bs tambah lagi. Hati2 kalau pakai teri medan yang asin, mungkin garam kudu dikurangi.

      gula pakai 1/2 sendok teh saja.

      Hapus
    2. Terima kasih atas jawabannya Mba. Ditunggu bukunya hehe.

      Sasha

      Hapus
  14. Halo, Mbak Endang. Kemaren aku bikin nasi bakar ini, tapi tidak pakai cabai, terasi, daun bawang, daun pandan, maupun teri. Hati dan ampela saya ganti dengan jamur tiram. Bumbu saya haluskan, kecuali serai. Rasanya enak, walaupun saya hanya mencicipinya 1 sdt karena sedang melakukan pola hidup sehat. Saya bikin ini karena Ibu mulai bosan dengan masakan saya yang hampir selalu hambar dan tanpa minyak akhir-akhir ini. Makasih resepnya ya, Mbak Endang.

    Aisyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mba Aisyah sharingnya ya, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...