23 November 2010

Resep Pizza Sosis & Daging Asap - Mudahnya Membuat Pizza!


Resep Pizza Sosis & Daging Asap JTT


Ingin membuat keluarga anda terkesan? Buatlah pizza. Keponakan saya, dua krucil kecil yang smart dan lucu adalah penggemar berat pizza. Plain pizza tepatnya. Pizza dengan topping parutan keju cheddar diatasnya dan keju mozarella yang meleleh di pinggirnya. Kalau harus sering-sering membelinya (minimal 1 kali dalam seminggu dan masing-masing 1 loyang ukuran middle) di warung-warung penjual pizza bisa membuat 'tekor kocek'. Buat sendiri dong! Ahh, kayanya ribet, ntar kalau nggak jadi gimana? (takut gagal mode on).

Tapi masa sih sampai sebegitu susahnya? Atau hanya karena saya yang paranoid saja? Kalau ditilik-tilik sebenarnya pizza hanya terdiri atas adonan roti yang dipipihkan kemudian diberi aneka saus, keju parut dan topping diatasnya sebagai pelengkap. Nah, untuk topping-nya tergantung selera kita masing-masing. Bisa daging sapi, ayam, sosis,  daging sapi asap, seafood, aneka sayuran, atau hanya keju saja - seperti favorit topping keponakan saya - dan tentunya masih banyak aneka bahan makanan lainnya yang bisa dimodifikasi menjadi topping Pizza. 

Kalau kita klik di Google kata 'pizza', maka akan muncul sekitar 144 juta sites yang berbicara mengenai makanan Italia yang satu ini. Ini membuktikan, pizza memang sangat populer hampir keseluruh penjuru dunia. Dengan semangat ingin memangkas pengeluaran membeli pizza saya pun memberanikan diri membuatnya. Nah sebelum masuk ketahap menghias dan menaburi topping - tahap yang paling saya sukai, kita harus membuat kulit pizzanya terlebih dulu. Resepnya saya ambil dari  buku Bread Baker's Apprentice oleh Peter Reinhart. Sebelumnya saya pernah membuat adonan kulit pizza dari resep Kevin di A Year in Bread dan adonan pizza mengembang sempurna hanya saja menurut saya terlalu membesar dan tebal. Jadi saya akan mencoba resep adonan lainnya, dan kali ini kulit pizza tetap mengembang hanya saja tidak terlalu tebal. Pas dengan selera saya.  

Berikut resepnya ya.  

Adonan Untuk Kulit Pizza
Resep diadaptasikan dari buku Bread Baker's Apprentice by Peter Reinhart - Napoletana Pizza Dough

Untuk 2 loyang pizza diameter 23 cm

Untuk step by step yang lebih jelas silahkan klik di Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah


Bahan: 
- 500 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai tepung terigu Bogasari Cakra Kembar)
- 1 3/4 sendok teh garam halus
- 1 sendok teh yeast atau ragi instan (saya pakai merk Fermipan)
- 4 sendok makan minyak sayur, saya pakai minyak zaitun
- 400 ml air es

Cara Membuat: 
Di mangkuk besar masukkan tepung terigu dan ragi instan aduk hingga tercampur rata. Kemudian masukkan garam. Aduk kembali. Jangan mencampur garam sebelum ragi dan tepung tercampur dengan rata karena garam akan membunuh si ragi.

Masukkan minyak dan air es ke dalam campuran tepung, biarkan hingga air dan minyak terserap oleh tepung.

Jika kita menggunakan tangan untuk menguleninya maka masukkan tangan kita ke dalam air es telebih dahulu sebelum menyentuh adonan tepung. 

Uleni adonan hingga adonan menjadi lembut dan smooth, rubah arah gerak ulenan tangan kita. Karena kita akan menirukan cara mesin dalam mengaduk adonan. Masukkan tangan ke dalam air es jika tangan mulai terasa hangat.

Lakukan ini kira-kira 5 - 7 menit sampai adonan benar-benar smooth/lembut. Adonan tidak menempel di sisi-sisi mangkuk tetapi tetap lengket di dasarnya. Jika adonan dirasa terlalu basah tandanya adalah adonan menempel pada sisi mangkuk maka taburi tepung sedikit supaya tidak lengket. Jika adonan tidak menempel pada dasar mangkuk maka perciki sendikit dengan air es dan uleni kembali.

Hasil akhir adonan harus lentur, elastis dan agak lengket. 

Taburi tepung pada permukaan loyang yang tipis datar, bagi adonan menjadi 2 bagian atau tergantung dengan besarnya loyang yang anda gunakan. Kemudian gulingkan adonan pada tepung hingga permukaannya tertutup tepung, bentuk adonan menjadi bola. Pastikan tangan anda kering ketika melakukannya. 

Letakkan bola adonan pada kertas roti atau baking sheet yang telah di olesi dengan minyak. Perciki adonan dengan minyak kemudian bungkus adonan dengan kertas roti dan masukkan kedalam plastik kedap udara. Saya menggunakan kantung plastik bening ukuran 1 kilo dan saya simpul ujungnya. 

Masukkan ke dalam kulkas dan biarkan 1 hari hingga maksimal 3 hari sebelum kita memanggangnya.  Jika kita belum akan menggunakannya dalam waktu dekat maka bekukan adonan ke dalam freezer. Sebelum digunakan, biasanya malam harinya sebelum tidur saya keluarkan adonan dari dalam freezer dan diletakkan di tray kulkas bagian bawah. Besok hari adonan menjadi lemas dan mengembang. Siap digunakan. 

Tips: Jika anda akan menyimpannya di freezer pastikan adonan tertutup rapat dan tidak terkena udara terbuka karena adonan akan mengeras dan menjadi asam. Olesi permukaan adonan dengan minyak yang agak banyak agar adonan tetap lemas.

Saus Pizza  

Sekarang persiapan untuk saus pizzanya. Sebenarnya tidak usah terlalu ribet membayangkan apa sih bahan-bahan sausnya. Karena sebenarnya, ketika adonan kulit, topping plus keju dipanggang aroma pizzanya sudah menguar.

Bahan: 
- 200 gram daging sapi cincang
- 1 buah bawang bombay, cincang kasar
- 3 butir bawang putih, keprak cincang halus
- 1 batang daun bawang, cincang kasar
- 3 sendok makan pasta tomat atau pakai saus tomat botolan
- 2 buah tomat segar, cincang kasar
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/4 sendok teh pala bubuk
- 1/2 sendok teh gula pasir
- garam secukupnya
- 1/4 sendok teh all spices (daun-daun rempah: oregano, basil, thyme, rosemery) bisa dibeli di carefour atau supermarket lainnya.
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 100 ml air

Cara Membuat: 
Panaskan wajan, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum  dan berwarna kuning kecoklatan. Masukkan daging sapi cincang, aduk-aduk hingga daging berubah warna. Masukkan air. Masak hingga mendidih.

Masukkan tomat segar, pasta tomat, dan bumbu-bumbu: merica, pala, kaldu bubuk, garam, gula, all spices, daun bawang, aduk terus.

Masak hingga tomat menjadi hancur dan tumisan menjadi adonan  yang kental. Cicipi rasanya. Jika telah menjadi adonan yang kental matikan api.

Resep Pizza Sosis & Daging Asap JTT

Topping 

Nah, bagian ini yang saya paling suka. Berkreasi mempercantik pizza! Bahan topping sebenarnya terserah anda, banyak sekali bahan makanan yang bisa menjadi topping. Berikut ini topping pilihan saya kali ini.

Bahan:
- 1 buah sosis sapi, potong-potong melintang
- 2 lembar daging sapi asap/smoked beef, potong kotak
- 1/2 buah paprika hijau, potong kotak
- 1/2 buah bawang bombay potong melintang bulat
- 1/2 buah tomat segar, potong kotak
- 100 gram keju kraft mudah meleleh, potong kotak-kotak
- 100 gram keju ricotta (ricotta cheese) saya pakai merk Yummy. Keju ricotta ini optional, boleh pakai boleh tidak atau bisa diganti dengan keju cheddar parut. Keju ricotta membuat pizza terasa kebih cheesy dan creamy.

Cara Membuat Pizza: 
Panaskan oven, set di suhu maksimal. Letakkan rak panggangan di bagian tengah oven. Gunakan api atas dan bawah. 

Olesi loyang bulat dengan minyak sayur, saya menggunakan minyak zaitun. Letakkan adonan pada loyang, karena tidak memiliki pizza pan maka saya menggunakan loyang alumunium bulat dengan garis tengah + 30 cm. 

Ratakan adonan dengan menggunakan ujung-ujung jari tangan hingga adonan merata ke semua permukaan loyang. Jika adonan terasa lengket di tangan maka olesi jari-jari tangan dengan minyak. 

Jika adonan terasa melawan, tidak mau kita lebarkan, jangan dipaksa. Biarkan sejenak hingga adonan lemas kemudian ratakan kembali. Biarkan adonan istirahat sejenak + 2 menit, tusuk-tusuk permukaannya dengan menggunakan garpu.  

Olesi permukaan adonan dengan saus pizza yang telah kita buat sebelumnya. Jika saus sulit untuk diratakan karena adonan terlalu lengket, jangan panik. Letakkan saus dengan menggunakan sendok makan di beberapa titik permukaan adonan kemudian ratakan pelan-pelan. 

Kemudian tata sosis dan daging asap hingga merata. Taburi dengan paprika, tomat dan keju kraft. Terakhir taburi dengan keju ricotta atau keju cheddar parut diatas permukaannya. Biarkan adonan pizza dan topping sejenak agar menyatu + 15 menit.

Panggang pizza selama + 45 menit atau hingga kulit pizza berwarna kecoklatan. Angkat, potong-potong dan sajikan dengan saus sambal botolan.  Selamat mencoba.

Source:
Buku Bread Baker's Apprentice by Peter Reinhart - Napoletana Pizza Dough 



87 komentar:

  1. hai Endang, sejak mencoba resep ini, saya nggak pernah lagi beli pizza :)) dengan satu resep ini aja saya bisa bikin jadi 3 loyang pizza yg yummy...simple dan bisa dikreasiin toppingnya...:)

    BalasHapus
  2. Halo Mba Nathalia, betul sekali Jeng. Saya juga begitu. Sejak menemukan resep adonan pizza ini gak pernah beli lagi, sayang buanget ngabisin duit buat beli pizza. Bikin sendiri selain gampang, murah, banyak dan rasanya yummy! Hehehe

    BalasHapus
  3. Hai mba, adonan pizza nya boleh ga diuleni pake mikser? Thx

    BalasHapus
  4. Hai Mbak Endang... klo toping pizza pake sosis yang dijual dipasaran saya kadang suka ragu gitu,.. karena banyak bahan pengawetnya, saya bikin pizza buat 4 krucil dirumah jadi pengen yg seminimal mungkin bahan pengawetnya, mbak punya gak resep buat bikin sosis sendiri dan casingnya bisa beli dimana ya? thanx buat infonya ^_^

    BalasHapus
  5. Oh iya mbak... satu lagi ya ^_^ klo resep buat bikin daging asap / smoked beef apa ya? dan tekhnik pembuatannya bagaimana dan pakai apa? tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Tetis, saya sebenarnya juga pengen bikin sosis sendiri cuman belum nemu casingnya. Udah pernah browsing2 cuman lupa dimana hehehhe. Bisa pakai daging asap Mba, potong2 smoked beef dan goreng sebentar hingga kering. Taburkan keatas pizza.

      Hapus
  6. Hai mbak endang, saya sudah coba resepnya tapi kok kulit pizzanya jadi keras ya mbak,salah nya dimana ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah banyak sebabnya Mba, bisa karena adonan kurang kalis, terlalu lama memanggang, adonan kurang kembang. Terlalu tipis. Banyakkkk. Coba lagi Mba, karena resep pizza ini kulitnya nggak keras ya.

      Hapus
  7. Assalamu'alaikum
    mbk mau tanya nih, kok aku ga bisa bikin rotinya empuk ya ? atasnya bisa ngembang, tp pasti dasar rotinya jd keras gt mbk. salah dimananya ya mbk ?
    oh ya aku suka nyoba resep2nya loh.. oke punya soalnya, hihi ^_^" , mksih ya mbk sebelum & sesudahnya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, terlalu panas dasarnya. Seharunya pizza dipanggang di loyang yang agak tebal (baking stone), susah cari baking stone disini saya akali loyangnya double. Pakai loyang yang tebal dan double ya, supaya atas matang bawah masih empuk hehhehe

      Hapus
  8. Mbak Endang, aku coba resep ini tapi kok lengket terus ya. Padahal sudah sesuai resep (aku bagi 2). Plek persis aku ikuti eh adonan luengket terus sampe aku tambah banyak terigu. Akhirnya stlh agak lepas dari tangan, kusimpan dikulkas. Tapi kan jadi banyak tambah terigu. Harusnya kan ga begitu... Kenapa ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Noni, adonan yang banyak mengandung air teknik menguleninya memang beda, tidak boleh disentuh kuat2 karena akan lengket ditangan, Di uleni dengan gerakan lembut saja dengan tangan bertabur tepung. Kalau masih lembek, diamkan dulu 1/2 jam, supaya rileks dan ragi bekerja, ini akan membuat adonan lemas dan mudah di uleni. Hmm, coba baca2 resep2 roti saya yang lain Mba, disana saya selalu measukkan tips menguleni.

      Hapus
  9. Haaii mbak Endang, sy sudah lama lho nyoba2 resepnya mbak Endang dan slalu sukses.. Sore td sy tertarik nyoba bikin roti pizza nya.. Awalnya sih lancar2 yaa, setelah adonan dimasukin kekulkas utk diinapkan semalaman spt sarannya mbak Endang ini, eeeehh ternyata br beberapa jam plastiknya menggembung Ñ adonannya memuai spt mau meledak. Knp bs bgitu ya mbak? Apa krn kebanyakan ragi?
    Akhirnya gas yg diplastiknya saya keluarkan biar agak kempes...
    Gimana tuh ya mbak? Apa adonannya termasuk gagal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Rani, memang adonanya akan menggembung Mba karena ragi tetap bekerja melakukan proses fermentasi walau secara lebih lambat karena suhu dingin. Adonan tidak gagal kok, pastikan saja adonan gak kena udara kulkas, karena akan jadi kering dan nggak mengembang lagi.

      Supaya plastik gak gembung seakan mau meledak, ketika adonan masuk plastik, plastik dikempeskan dan semua udara diplastik di keluarkan, baru plastik diikat kuat.

      Hapus
  10. Mbak, adonan roti yg menggembung itu sudah terlanjur dibuka plastiknya Ñ udara didlmnya dikeluarkan br diikat ulang.. Naaah sewaktu dipanggang nih Ъќ nyadar ternyata pizzanya agak gosong. Saos Ñ toppingnya enak bgt tp rotinya keraaasss..
    Knp ya mbak? Apa krn adonan yg plastiknya terlanjur dibuka Ñ sempat terkena udara luar atau krn kelamaan dipanggang? Makasih banyak atas jawabannya ya mbak.. ˆ⌣ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa over bake ya, jadi rotinya mengeras, nggak berpengaruh kok plastik dibuka, asalkan segera ditutup kembali dan gak kena udara kulklas lama. kalau mau cara praktis setelah diuleni gak perlu simpan di kulkas, setelah megembang langsung dioven saja Mba, hasilnya sama, hanya mungkin rasanya gak semantep didiamkan semalam di kulkas.

      Hapus
  11. Oooohhh... Okee deh, nanti dicoba lgi bikin rotinya..
    Makasih banyak infonya yaaa mbak.. Semua sarannya berguna sekali..
    Sukses slalu bt mbak Endang... :)

    BalasHapus
  12. sukses misi bikin pizzanya......ma kasih mbak info resepnya...

    misi selanjutnya adalah membuat bakso daging sapi pakai resep-nya mbak...
    mudah2an sukses juga....
    Takut juga sih jajan bakso di luaran...boraxnya itu lho..
    Krucil-ku suka ama bakso, takutnya klo keseringan jajan bakso ntar malah jadi penyakit...
    Jadi klo sukses bikin bakso sendiri kan aman....
    Doain mbak biar sukses....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Syahla, silahkan dicoba baksonya ya, moga bisa berhasil dengan memuaskan., yep makanan buatan sendiri memang lebih aman. thanks sharingnya ya Mba ^_^

      Hapus
  13. mba endang, saya udh praktek resep pizzanya..rotinya mantap, tapi toppingnya hangus..
    itu kira2 knp ya mba? sebaiknya lain kali saya pakai api bawah saja atau tutup atasnya pakai alumunium foil ya?
    tq ya mba sebelumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, mungkin ovennya pendek ya, jadi permukaan pizza dekat langit2 oven. kalau pizza terlihat kecokltan tapi bawah belum matang, matikan sja api atas atau tutup pakai foil mba.

      Hapus
    2. saya udh praktekin lg mbak.. dan kali ini sukses..
      ternyata yg hangus itu keju mudah melelehnya.. jadi saya masukin setelah dipanggang 20 menit..
      tapi lain kali mau saya skip atau ganti dengan keju lain, soalnya keju itu keasinan menurut lidah saya.. hehe
      TQ mba endang..

      Hapus
    3. Sip Mba, yep keknya keju masuk belakangan ya. Moga sukses di next trial ya ^_^

      Hapus
  14. Mbak, setelah kemarin ini nyobain resep roti kukus, sekarang nyoba resep pizza ini. Waduh enaaakk banget. Bikin pagi, sampe sore masih empuk. Ga perlu dihangatin lagi karena ga kaya karet. Barusan bikin lagi 1/2 resep buat dinner besok malam. Thanks for sharing ya mbak :)

    Marieska

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Marieska, yepp setuju, ini resep pizza favorit saya dan selalu saya rekomendasikan ke teman2 lainnya. Tapi memang resep pizza Napoletanan Peter Reinhart ini cukup kondang di dunia heheheh. thanks sharingnya ya.

      Hapus
    2. Iya mbak, aku uda bikin 2x dalam 2 hari ​‎​​ƗƗɐƗƗɐˆ⌣ˆ
      Btw mbak, untuk tau rotinya udah matang atau belum dari mana ya? Aku kira2 aja, setelah 30mnt, aku sering2 ngecek dgn nyicipin *malu*. Biar praktis gmn taunya ya mbak?
      Makasi :)

      Hapus
    3. kalau terlihat permukaan roti di pinggir2 pizza mulai kuning kecoklatan berarti sudah matang, roti pizza gak membutuhkan waktu lama karena tipis, dan memanggang roti tidak selama cake. Di pizza bagian yang lama itu membuat toppingnya gak basah.

      Hapus
    4. Oh gitu ya. Coba nanti aku perhatiin lagi :) uda kebayang pengen bikin pizza lagi. Enaakk ​‎​​ƗƗɐƗƗɐˆ⌣ˆ makasi ya mbak :)

      Hapus
    5. sip, moga next time lebih baik lagi ya ^_^

      Hapus
  15. sudah dicoba mba, pertama kali bikin pizza dan sukses hehehe trims ya cuma susa aja paling pas ngbuletin nya kadang adonannya ngeyel ga mw dilebarin hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iy mba mw nannya 1 hal nih, aku tengahnya uda matang pas,toping dan roti bag tengah uda pas bgd tapi kenapa pinggirnya keras bgd ya mba?

      Hapus
  16. mba pake api atas apa bawah ya? aku manggang cm 35mnit mba soalny

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya selalu pakai api atas bawah Mba. beda oven bisa beda suhu dan waktu, jadi pakai feeling juga saat memanggang tidak terpaku di resep.

      Hapus
  17. Mbak, kalo tepung terigunya diganti whole wheat, apakah takarannya tetap sama? Trims :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ya Mba, whole wheat lebih keras teksturnya dan perlu air lebih banyak. pastikan saja air cukup dan adonan lembek supaya pizza gak keras hasilnya.

      Hapus
  18. menurut komen mbak di atas, setelah adonan mengembang bisa langsung di oven (tidak dimasukkan kulkas). adonan mengembang itu sampai step yg mana ya, mbak?

    apa sampai step yang ini? ---> "Lakukan ini kira-kira 5 - 7 menit sampai adonan benar-benar smooth/lembut. Adonan tidak menempel di sisi-sisi mangkuk tetapi tetap lengket di dasarnya. Jika adonan dirasa terlalu basah tandanya adalah adonan menempel pada sisi mangkuk maka taburi tepung sedikit supaya tidak lengket. Jika adonan tidak menempel pada dasar mangkuk maka perciki sendikit dengan air es dan uleni kembali.
    Hasil akhir adonan harus lentur, elastis dan agak lengket."

    terimakasih banyak, mbak... (^_^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adonan mengembang artinya adonan telah melewati proses fermentasi ya. Step diatas adalah proses menguleni ya, bukan fermentasi. Setelah diuleni hingga kalis seperti step diatas, adonan didiamkan 1 jam hingga kembang 2 kali lipat, adonan bisa langsung di cetak di loyang dan diberi toopping, panggang deh.

      coba baca tips roti ini, pizza dan roti sama basicnya ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2012/06/buatlah-roti-anda-sekarang-i-roti.html

      Hapus
  19. Mba endang aku ngiler deh liat pizzanya, mau tanya kalo pinggirannya di kasih kaya stuff crustnya pizza hut itu, dibikinnnya dr keju apa ya? Mozarella kah? Ato ada campurannya lg?
    Kalo mba endang tau, mohon sharingnya ya mba, krucilku suka sm pinggiran yg isi keju itu, pengen cb bikin sendiri.
    Makasi mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, kalau mau seperti stuffed crust, pinggir roti ditekuk saja dan dalamnya diberi keju mozarella atau quick melt yang dipotong2. Saya sih gak pakai campuran lagi ya untuk kejunya, langsung saja.

      Hapus
  20. Hai mba endang,saya mau nanya nih,air nya 400 ml apa gak keenceran ya?saya mau nyobain resepnya jd agk ragu,maaf sebelumnya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, nggak ya, memang segitu takaran yang diberikan oleh peter reinhart. adonan pizza ini memang lembek karena itu yang membuat pizza mampu membentuk crust yang bagus, kering di luar tapi empuk dan lembut di dalam.

      Hapus
  21. Saya dah coba resepnya mba,ternyata hrs ditambahkan sedikit tepung lagi krn mmg sgt lengket,thnx replynya ya,oh ia,adonan dr kulkas lgsg taroh loyang diberi saus en toping ,then lgsg oven ya,kan masih dlm keadaan dingin,apa hrs nunggu ngembang lagi.thnx

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, sedikit tepung oke ya, kalau terlalu banyak takutnya roti pizza keras, saya biasanya keluar kulkas saya diamkan ngembang sebentar, tata di loyang dan panggang.

      Hapus
  22. Mba mau tanya.. Sy sebelum ini pernah bikin pizza tp pake telor, apa bedanya dg ga pake telor mba? Terus, untuk resep mba ini, apa pake teflon aja bisa tanpa menggunakan oven? Thx sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mas hendra, saya rasa telor akan membuat adonan pizza menjadi lebih lembut . saya sendiri kurang suka roti pizza yang lembut seperti roti, roti pizza sebaiknya tidak terlalu lembut, sedikit kenyal dan tidak mudah basah kala terkena saus topping. so far menurut saya resep adonan pizza diatas is the best ya dan selalu saya pakai dalam setiap pizza yang saya buat di rumah.

      Hapus
  23. Mbak Endang, saya sdh coba resep ini, setengah resep. Adonan kulit saya buat hari Sabtu, dan saya isi topping dan panggang hari Selasa. Hasilnya cukup enak. U/ topping saya tdk pake jamur. Saya juga tdk pakai rempah2 Italia krn tdk berhasil dpt di tbk maupun supermarket; saya juga tdk kepikiran pakai saus barbeque. Jadi hanya pakai daging cincang, keju mudah leleh, keju mozarella. U/ keju mozarella, saya pake punya lokal merk GF, cukup molor dan tdk terlalu mahal, sedikit mahal dari keju mudah leleh. Saya tdk punya loyang pizza, jadi pakai loyang kue kering biasa dan adonan saya bulatkan sebisanya. Bagian bawah pizza tidak gosong, warnanya cenderung pucat kekuningan, tapi keju sdh meleleh. Saya pakai otang, tanpa api atas.
    Adonan memang sangat lengket, jadi saya menambahkan tepung terigu sekitar 50g, itupun masih lengket tapi tetap lanjut. Sampai2 saya ragu apa benar tadi saya menuangkan ukuran air yg benar.
    Masih ada sedikit topping tersisa, rencana mau bikin lagi. Mudah2an lebih memuaskan. Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sisca, thanks sharingnya ya, adonan memang lembek dan agak susah di uleni manual. Sekarang saya suka buat pakai mikser heavy duty sekaligus banyak dan bekukan di freezer, smapai 1 bulan masih oke2 saja hehehhe.

      Hapus
  24. hai mba saya mau nanya untuk menguleni adonan pizza ini harus sampai kalis elastis seperti roti juga kah?
    trus kalo pakai oven listik pakai api atas bawah kah?
    kalo pake oven tangkring cukup di rak bawah aja ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Maria, yepp sampai kalis elastis ya sama seperi adonan roti.
      tapi ada resep adonan gak diuleni yang oke:
      http://www.justtryandtaste.com/2012/01/adonan-pizza-empuk-garing-renyah-tanpa.html

      saya pakai otrik api atas bawah dan pakai oven gas api bawah. Saya belum pernah pakai oven tangkring ya mba. Pizza butuh suhu sangat panas untuk membuat roti matang cepat dan permukaan kering.

      Hapus
    2. Hai mbak endang, salam kenal. klo bleh tw mbk pke oven listrik merk apa n kapasitas brp liter?

      Hapus
    3. hai mba, saya pakai merk sico ya, nah kapasitasnya saya lupa, kotak kardusnya juga udah ilang hehee

      Hapus
  25. Mba sory kalo komennya dobel didelete aja 1..
    Itu mba ulenin smp kalis elastis cuma 7 menit ya?
    Saya ulenin roti sejam lebih ga elastis elastis ya mba paling cuma kalis aja.. Adonan mengembang 2x padahal.. Apa yang salah ya mba..
    Trus roti setelah matang empuk tapi rongganya rapat2 kaya kering gitu.. Dan setelah dingin jadi kerasan apalagi besok lebih keras lagi..
    Kenapa ya mba apa karena kurang kalis elastis.. Atau kelamaan panggang? Soalnya saya baru angkat pas atasnya mencoklat eh ternyata bawahnya hitam hitam mengeras.. Gpp ya mba nyasar nanya roti soalnya saya ada komen di post roti tapi kayanya ga masuk de.. Mba kalo bikin pizza pake standing mixer tahapnya sama aja ya? Baru beli mixer oxone ni saking sering patah hati sm roti.. Sebenernya impian sih kitchenaid apa daya kasih tak sampai eheheh..
    Mau coba resep roti dan pizza mba ni moga2 berhasil..
    Makasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Maria, menguleni roti kalau manual sekitar 15 - 20 menitya. Utuk adoanan diatas karena sangat lembek sekali maka saya hanya menguleni sekitar 7 menitan, karena memang susah kalis kalau pakai manual. Adonan roti umumnya saya uleni sampai kalis alias elastis dan gak lengket ditangan lagi.

      memanggang roti tidak boleh terlalu lama, kalau pakai oven dengan api bawah saja maka kemungkinan besar permukaan roti gak akan bsa kecokalatan tetapi roti sudah matang. Saya pakai otrik api atas bawah karena itu permukaan roti bisa kecoklatan dan roti tidak over bake.

      roti yang mba buat kurang rongga kemungkinan kurang air, kebayakan tepung, makin lembek adonan maka roti lebih lembut dan empuk.

      roti tidak boleh over bake, memanggangnya sampai bawahnya gosong jelas itu over bake. Kalau pakai otang, asal bawahnya sudah coklat tapi permukaan masih putih sebenarnya roti sudah matang. jenis ovennya saja yang membuat roti tidak bisa bewarna sempurna.

      bs pakai standing mixer, saran saya yang memang khusus roti/heavy duty. memembuat roti butuh jam terbang dan banyak percobaan.

      mungkin artikel di bawah ini bs membantu:
      http://www.justtryandtaste.com/2012/06/buatlah-roti-anda-sekarang-i-roti.html

      Hapus
  26. Kalau toping yang "mulur" seperti di pizza hut itu terbuat dr apa ya mbak? keju kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, pakai keju mozarella yang banyak di permukaanya ya

      Hapus
  27. Salam kenal mba endang..saya berkalikali bikin pizza kenapa masuh terasa mentah ya..masih ada aroma2 terigu..dan doughnya gak bisa berwarna kecoklatan seperti yang di resto itu..thanks masukanya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. bikin pizza setipis mungkin mba, jangan tebal2 dan jangn kasih toppig terlalu banyak. Pakai oven dengan suhu tinggi.

      Hapus
  28. Sorry mbak aku mau minta saran, pernsh bust pizza pake happycall? Ada tau tips nya biar ga gosong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya belum pernah bikin pakai happy call mba, kendalanya di permukaan pizza nya, apakah toppingnya bisa kering atau nggak. kalau pizzanya saya yakin bisa matang dan mekar ya

      Hapus
  29. Mbak Endang, kalau nyimpan adonannya pake plastik wrap langsung tanpa kertas roti bagaimana? tenkyuuuu :) yeni

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba yeni, gak papa ya mba, langsung masuk plastik saja, kasih sedikit minyak di plastik supaya adonan gak lengket ya

      Hapus
  30. numpang copy ya,buat tugas ujian praktek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mb bisa diganti pake tepung whole wheat?

      Hapus
    2. bisa ya mba Laura, tapi takaran airnya ditambah ya, karena whole wheat cenderung menyerap air lebih banyak

      Hapus
  31. Mba...ini photo step by step pembuatannya kemana ya ? Hehehe...gak sempet ya mba ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakak, yang ini postingan lama Mba Dea, dulu saya memang gak pakai foto step by step, sampai kemudian di komplain teman. Pakai resep adonna pizza lainnya saja mba gambar2nya hehheheh

      Hapus
  32. Mba endang pertama sya udah coba,dan kok kesulitan yha nguleni pakai air es.berasa gak kalis2.dan biasanya sy nguleni pkek air hangat n dibanting2,hasilnya cepet kalis.intinya sya pengen coba lagi tp takut gagal lagi.hehe satu lagi mba,kalau ditaruh di kulkas rotinya lebih enak yha mba? Kira2 bsa seenak itu gak ya kalau setelah mengembang langsung dipanggang setengah matang,baru masuk kulkas semalaman keesokan harinya dipanggang baru dipanggang matang?hehe seperti kalau saya buat roti maryam pakai cara seperti itu memang lebih lembut dan lebih enak.hehe terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidk usah sampai kalis gak papa2 mba, hehhehe, saya sering aduk2 saja, kemudian uleni seperlunya, tetap ngembang asalkan ragi oke ya.

      menurut saya adonan yang disimpan di kulkas lebih enak rasanya, lebih terasa rotinya. belum pernah saya bikin panggang 1/2 matang mba hehehhe jadi tdak bs kasih komen. untuk lembut adonan ini lembut sedikit chewy, karena roti pizza sebaiknya begitu ya, bukan murni lembut seperti roti umumnya.,

      Hapus
  33. Hi Mbak Endang salam kenal. Saya tertarik untuk mencoba resep INI . tapi mau saya bikin calzone2 mini. Apakah adonan harus diinapkan d kulkas atau bisa langsung dipake hari itu juga? Trimakasih Mbak Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mba Mia, adonan basicnya bs langsung dipakai atau kalau mau rasa lebih enak diinapkan dikulkas mba

      Hapus
  34. Mbak Ennnnnddd...

    Mau lapor nih. setelah maju mundur cantik liat resep ini krn anti sm yg judulnya nguleni, akhirnya sy coba juga

    Kmrn nguleni sempet waswas jg krn adonan tak kunjung tak lengket. tp krn udh 15mnt diulen udh mulei bosen dan hopeless yauda deh sy serahin ke Yang Maha Kuasa ahahahah. sy taro plastik taro di chiller sambil ga berharap apa apa krn mikir dah gagal.

    Trus td pagi aku tata di loyang jg ga begitu yakin bakal bs ngembang pas dipanggang eh tp ya seus ternyata mengembang sempurna di dlm oven aaaak senaaang. walopun bw bombany sm irisan tomat ketinggalan ditaro di atas pizza hahhahha tapi pas mateng ya ampun Mbak enak bgt. Lbh enak dr p**** h** hihihihi

    Aku panggang cm 30menit Mbak di suhu 200°c krn ak liat daging asapnya dah krliatan gosong, pinggir pizza jg dah agak gosyong. udah deg deg an gagal. tp pas diangkat jdnya cantik bgddd seneng deeh. begitu mateng langsung ludes sm suami n bapakku.

    Terima kasih tak terhingga utk Mbak Endang utk segala ilmunya ya :) saya selalu masak pk resep2 Mbak :D sehat2 selalu ya Mbak

    PS : Mbak bikin video masak donk di youtube

    warm regards,
    ~Arum

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Arum, thanks sharingnya yaa, maaf baru saya balas karena komentar suka kelupaan balas setelah saya baca.

      senang sekali resep2 JTT disuka, dan resep pizza ini sukses dicoba. GBU!

      Hapus
  35. Mba makasih atas resepnya ya. Awalnya aku sempet agak ragu apa berhasil. Soalnya adonan memang agak lengket ya. Eh ternyata bener lembut banget kulit Pizza nya. Ga nyesel aku mba.
    Jadi setiap aku mau masak sesuatu yang baru pasti aku search di blogs mba endang Jtt. Beneran anti gagal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Eka, thanks sharingnya ya, senang resep pizzanya sukses dicoba. sukses yaa

      Hapus
  36. Mb, dough nya lebih enak yg di uleni apa yg "malas uleni" hihihi?
    Klo Saya lebih suka dough tebal dan lembut.. sebaiknya Saya pake resep dough pizza yg mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya lebih enak yang diuleni ya, dan resep dough pizza diatas adalah yang terbaik untuk pizza.

      Hapus
  37. Mba Endang klo pke pan penggorengan diatas api kecil bs ga ya mba..atau pke magic com di pencet cook 2x ...cara2 kyk gt bs ga siy mba?coz ak pnh baca resep pizza tanpa oven yaaa bgtu crnya...tp ak brni cb krn takut gagal...yaaa maklum br berumah tangga mba blm pny oven..hehe...makasi mba Endang sblmnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mba, sayangnya saya belum pernah coba bikin pizza dengan pan atau magic com, menurut saya hasolnya kurang maksimal. permukaan pizza tdk bs kering garing seperti oven.

      Hapus
  38. Mbaaaaaaa...hari ini mengeksekusi pizza doughnya dl. Nguleninnya pake mixer. Udh ngikutin resep..lengket ya mbaaa. Aku tambahin tepung tu biar agak ga lengket..ya gt deh jadinya hehehehe
    Trs terkait masukin garem ama ragi.
    Itu sebetulnya yg mana dl mba
    Aku td tepung ama garem aku aduk rata dulu..trs ragi aku masukin br bahan yg lainnya. Aku ngikutin semua step mba dan endingnya aku plastikin dan masuk kulkas (2 di chiller krna maudi eksekusi bsk bikin pizza, 2 lg di freezer krna entah kapan mau bikin pizza lg). Duh bakal ngembang apa kagak ya mba..mbaaa kalo ternyta adonan ga bs ngembang trs gimana? Apalah hrs bikin adonan dough baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, berikut jawaban saya ya:

      1. intinya ragi garam tdk bersentuhan lansgung, kalau garam sudah diaduk tepung, ragi boleh masuk dan daduk.

      2. yah kalau tdk ngembang berarti tidak jadi dong ya hehehe, mau lanjut dipanggang silahkan, mau bikin lagi boleh2 saja

      3. kalau adonan sudah ngembang, langsung sj ditata diloyang seperti intruksi resep. Taruh saus dan topping dan panggang. Smoked beef bs langsung mentah ditata di permukaan pizza.

      Hapus
    2. Mbaaaaaaa udh telat blsnya mba mah heheheh..udh di eksekusi pizzanya. Berhasiiiilllll yeeeeaaaah. Itu krna sempet aku kasi tambahan tepung dikit2 pas ngulenin pk mixer. Dr 1resep dough kan jd 4bola. 2bola jd 2loyang kuker ukurab 20x20 lho mbaaa
      Kata suamiku yg ga doyan pizza bilang tekturnya lbh enak yg resep peter reinhart ketemu mbang pizzahut. Suamiku lbh suka..eh dimakan lho pizzaku ama suamiku ampe abis hahahahaha
      Anakku jg ga doyan pizza*** palinh cmn makan toppingnya aja. Inj dimakan ampe serotinya...aaaaaaahh mba endang tob!! Aku yg newbie bgt perkara soal masak jadi ya lmyn bs masak
      Kmrn selain eksekusi pizza ala jtt. Aku eksekusi sop iga ala jtt jg. Suwun ya mbaaaaaaw

      Hapus
    3. Okeh, sip, senang pizzanya sukses dan disuka. sukses selalu yaa

      Hapus
  39. Mbaaaaaaa ada yg kelupaaan nanya
    Bsk ketika adonannya dibuka dr plastik. Itu di resting aja di atas loyangnya? Berapa lama kah kira2..nunggu ngembang dl ya? Br ntar di ditekan2 biar rata se loyang gt ya?
    Trs kalo mau pake topping smoked beef..klo digoreng kering dl apakah ketika baking ga tambah kering mba? Apakah bisa ditaro mentah aja ato setengah mateng smoked beefnya ?

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...