Ingin membuat keluarga anda terkesan? Buatlah pizza.
Keponakan saya, dua krucil kecil yang smart dan lucu adalah penggemar berat pizza. Plain pizza tepatnya. Pizza dengan topping parutan keju cheddar diatasnya dan keju mozarella yang meleleh di pinggirnya. Kalau harus sering-sering membelinya (minimal 1 kali dalam seminggu dan masing-masing 1 loyang ukuran middle) di warung-warung penjual pizza bisa membuat 'tekor kocek'.
Buat sendiri dong! Ahh, kayanya ribet, ntar kalau nggak jadi gimana? (Takut gagal mode on).
Tapi masa sih sampai sebegitu susahnya? Atau hanya karena saya yang paranoid saja? Kalau ditilik-tilik sebenarnya pizza hanya terdiri atas adonan roti yang dipipihkan kemudian diberi aneka saus, keju parut dan topping diatasnya sebagai pelengkap. Nah, untuk topping-nya tergantung selera kita masing-masing. Bisa daging sapi, ayam, sosis, daging sapi asap, seafood, aneka sayuran, atau hanya keju saja - seperti favorit topping keponakan saya - dan tentunya masih banyak aneka bahan makanan lainnya yang bisa dimodifikasi menjadi topping Pizza.
Kalau kita klik di Mbah Google, kata: pizza. Maka akan muncul sekitar 144 juta sites yang berbicara mengenai makanan Italia yang satu ini. Ini membuktikan, pizza memang sangat populer hampir keseluruh penjuru dunia. Mulai dari orang yang tua hingga bocah balita.
Dengan semangat ingin memangkas pengeluaran membeli pizza saya pun memberanikan diri membuatnya. Yuk marii..
![]() |
| Adonan Pizza (Pizza Dough) |
Pizza Dough (Adonan Untuk Kulit Pizza)
Resep diadaptasikan dari Peter Reinhart's Napoletana Pizza Dough Recipe (website Heidi Swanson, 101 Cookbooks)
Pertama-tama sebelum masuk ketahap menghias dan menaburi topping - tahap yang paling saya sukai. Kita harus membuat kulit pizzanya dulu. Resepnya saya ambil dari Peter Reinhart's Napoletana Pizza Dough Recipe di website Heidi Swanson, 101 Cookbooks.
Sebelumnya saya pernah membuat adonan kulit pizza dari resepnya Kevin di A Year in Bread dan adonan pizza mengembang sempurna hanya saja menurut saya menjadi terlalu membesar dan tebal. Jadi saya akan mencoba resep adonan kulit pizza lainnya, dan kali ini kulit pizza tetap mengembang hanya saja tidak terlalu tebal. Pas dengan selera saya.
- 500 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai tepung terigu Bogasari Cakra Kembar)
- 1 3/4 sendok teh garam halus
- 1 sendok teh yeast atau ragi instan (saya pakai merk Fermipan)
- 4 sendok makan minyak sayur, saya pakai minyak zaitun
- 400 ml air es
Cara Membuat:
Di mangkuk besar masukkan tepung terigu dan ragi instan aduk hingga tercampur rata. Kemudian masukkan garam. Aduk kembali. Jangan mencampur garam sebelum ragi dan tepung tercampur dengan rata karena garam akan membunuh si ragi.
Masukkan minyak dan air es ke dalam campuran tepung, biarkan hingga air dan minyak terserap oleh tepung.
Jika kita menggunakan tangan untuk menguleninya maka masukkan tangan kita ke dalam air es telebih dahulu sebelum menyentuh adonan tepung.
Uleni adonan hingga adonan menjadi lembut dan smooth, rubah arah gerak ulenan tangan kita. Karena kita akan menirukan cara mesin dalam mengaduk adonan. Masukkan tangan ke dalam air es jika tangan mulai terasa hangat.
Lakukan ini kira-kira 5 - 7 menit sampai adonan benar-benar smooth/lembut. Adonan tidak menempel di sisi-sisi mangkuk tetapi tetap lengket di dasarnya. Jika adonan dirasa terlalu basah tandanya adalah adonan menempel pada sisi mangkuk maka taburi tepung sedikit supaya tidak lengket. Jika adonan tidak menempel pada dasar mangkuk maka perciki sendikit dengan air es dan uleni kembali.
Hasil akhir adonan harus lentur, elastis dan agak lengket.
Taburi tepung pada permukaan loyang yang tipis datar, bagi adonan menjadi 2 bagian atau tergantung dengan besarnya loyang yang anda gunakan. Kemudian gulingkan adonan pada tepung hingga permukaannya tertutup tepung, bentuk adonan menjadi bola. Pastikan tangan anda kering ketika melakukannya.
Letakkan bola adonan pada kertas roti atau baking sheet yang telah di olesi dengan minyak. Perciki adonan dengan minyak kemudian bungkus adonan dengan kertas roti dan masukkan kedalam plastik kedap udara. Saya menggunakan kantung plastik bening ukuran 1 kilo dan saya simpul ujungnya.
Masukkan ke dalam kulkas dan biarkan 1 hari hingga maksimal 3 hari sebelum kita memanggangnya. Jika kita belum akan menggunakannya dalam waktu dekat maka bekukan adonan ke dalam freezer. Sebelum digunakan, biasanya malam harinya sebelum tidur saya keluarkan adonan dari dalam freezer dan diletakkan di tray kulkas bagian bawah. Besok hari adonan menjadi lemas dan mengembang. Siap digunakan.
Tips: Jika anda akan menyimpannya di freezer pastikan adonan tertutup rapat dan tidak terkena udara terbuka karena adonan akan mengeras dan menjadi asam. Olesi permukaan adonan dengan minyak yang agak banyak agar adonan tetap lemas.
Sekarang persiapan untuk saus pizzanya. Sebenarnya tidak usah terlalu ribet membayangkan apa sih bahan-bahan sausnya. Karena sebenarnya, ketika adonan kulit, topping plus keju dipanggang aroma pizzanya sudah menguar.
Resepnya mudah, ini dia:
Bahan:
- 200 gram daging sapi cincang
- 1 buah bawang bombay, cincang kasar
- 3 butir bawang putih, keprak cincang halus
- 1 batang daun bawang, cincang kasar
- 3 sendok makan pasta tomat atau pakai saus tomat botolan
- 2 buah tomat segar, cincang kasar
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/4 sendok teh pala bubuk
- 1/2 sendok teh gula pasir
- garam secukupnya
- 1/4 sendok teh all spices (daun-daun rempah: oregano, basil, thyme, rosemery) bisa dibeli di carefour atau supermarket lainnya.
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 100 ml air
Cara Membuat:
Panaskan wajan, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan berwarna kuning kecoklatan. Masukkan daging sapi cincang, aduk-aduk hingga daging berubah warna. Masukkan air. Masak hingga mendidih.
Masukkan tomat segar, pasta tomat, dan bumbu-bumbu: merica, pala, kaldu bubuk, garam, gula, all spices, daun bawang, aduk terus.
Masak hingga tomat menjadi hancur dan tumisan menjadi adonan yang kental. Cicipi rasanya. Jika telah menjadi adonan yang kental matikan api.
Nah, bagian ini yang saya paling suka. Berkreasi mempercantik pizza!
Bahan topping sebenarnya terserah anda, banyak sekali bahan makanan yang bisa menjadi topping. Berikut ini topping pilihan saya kali ini.
Bahan:
- 1 buah sosis sapi, potong-potong melintang
- 2 lembar daging sapi asap/smoked beef, potong kotak
- 1/2 buah paprika hijau, potong kotak
- 1/2 buah bawang bombay potong melintang bulat
- 1/2 buah tomat segar, potong kotak
- 100 gram keju kraft mudah meleleh, potong kotak-kotak
- 100 gram keju ricotta (ricotta cheese) saya pakai merk Yummy. Keju ricotta ini optional, boleh pakai boleh tidak atau bisa diganti dengan keju cheddar parut. Keju ricotta membuat pizza terasa kebih cheesy dan creamy.
Cara Membuat Pizza:
Panaskan oven, set di suhu maksimal. Letakkan rak panggangan di bagian tengah oven. Gunakan api atas dan bawah.
Olesi loyang bulat dengan minyak sayur, saya menggunakan minyak zaitun. Letakkan adonan pada loyang, karena tidak memiliki pizza pan maka saya menggunakan loyang alumunium bulat dengan garis tengah + 30 cm.
Ratakan adonan dengan menggunakan ujung-ujung jari tangan hingga adonan merata ke semua permukaan loyang. Jika adonan terasa lengket di tangan maka olesi jari-jari tangan dengan minyak.
Jika adonan terasa melawan, tidak mau kita lebarkan, jangan dipaksa. Biarkan sejenak hingga adonan lemas kemudian ratakan kembali.
Biarkan adonan istirahat sejenak + 2 menit, tusuk-tusuk permukaannya dengan menggunakan garpu.
Olesi permukaan adonan dengan saus pizza yang telah kita buat sebelumnya. Jika saus sulit untuk diratakan karena adonan terlalu lengket, jangan panik. Letakkan saus dengan menggunakan sendok makan di beberapa titik permukaan adonan kemudian ratakan pelan-pelan.
Kemudian tata sosis dan daging asap hingga merata. Taburi dengan paprika, tomat dan keju kraft. Terakhir taburi dengan keju ricotta atau keju cheddar parut diatas permukaannya. Biarkan adonan pizza dan topping sejenak agar menyatu + 15 menit.
Panggang pizza selama + 45 menit atau hingga kulit pizza berwarna kecoklatan. Angkat, potong-potong dan sajikan dengan saus sambal botolan.
Hmm, yummy, easy and cheapy!
Selamat mencoba...


hai Endang, sejak mencoba resep ini, saya nggak pernah lagi beli pizza :)) dengan satu resep ini aja saya bisa bikin jadi 3 loyang pizza yg yummy...simple dan bisa dikreasiin toppingnya...:)
ReplyDeleteHalo Mba Nathalia, betul sekali Jeng. Saya juga begitu. Sejak menemukan resep adonan pizza ini gak pernah beli lagi, sayang buanget ngabisin duit buat beli pizza. Bikin sendiri selain gampang, murah, banyak dan rasanya yummy! Hehehe
ReplyDeleteHai mba, adonan pizza nya boleh ga diuleni pake mikser? Thx
ReplyDeleteHalo Mba Imey, yep boleh kok ^_^
DeleteHai Mbak Endang... klo toping pizza pake sosis yang dijual dipasaran saya kadang suka ragu gitu,.. karena banyak bahan pengawetnya, saya bikin pizza buat 4 krucil dirumah jadi pengen yg seminimal mungkin bahan pengawetnya, mbak punya gak resep buat bikin sosis sendiri dan casingnya bisa beli dimana ya? thanx buat infonya ^_^
ReplyDeleteOh iya mbak... satu lagi ya ^_^ klo resep buat bikin daging asap / smoked beef apa ya? dan tekhnik pembuatannya bagaimana dan pakai apa? tq
ReplyDeleteHalo Mba Tetis, saya sebenarnya juga pengen bikin sosis sendiri cuman belum nemu casingnya. Udah pernah browsing2 cuman lupa dimana hehehhe. Bisa pakai daging asap Mba, potong2 smoked beef dan goreng sebentar hingga kering. Taburkan keatas pizza.
DeleteHai mbak endang, saya sudah coba resepnya tapi kok kulit pizzanya jadi keras ya mbak,salah nya dimana ya mbak
ReplyDeleteWah banyak sebabnya Mba, bisa karena adonan kurang kalis, terlalu lama memanggang, adonan kurang kembang. Terlalu tipis. Banyakkkk. Coba lagi Mba, karena resep pizza ini kulitnya nggak keras ya.
DeleteAssalamu'alaikum
ReplyDeletembk mau tanya nih, kok aku ga bisa bikin rotinya empuk ya ? atasnya bisa ngembang, tp pasti dasar rotinya jd keras gt mbk. salah dimananya ya mbk ?
oh ya aku suka nyoba resep2nya loh.. oke punya soalnya, hihi ^_^" , mksih ya mbk sebelum & sesudahnya.. :)
Hai Mba, terlalu panas dasarnya. Seharunya pizza dipanggang di loyang yang agak tebal (baking stone), susah cari baking stone disini saya akali loyangnya double. Pakai loyang yang tebal dan double ya, supaya atas matang bawah masih empuk hehhehe
Delete