28 November 2010

Donat Ungu dari Ubi Jalar



Jangan terkecoh dengan penampilan donat yang satu ini, memang tampangnya tidak secantik donat umumnya tapi rasanya... Mantap!

Donat ini hasil modifikasi saya dari resep donat kentang. Kebetulan minggu lalu saat berbelanja ke supermarket D-best di Jalan Fatmawati, saya melihat tumpukan ubi jalar ungu. Terpikir untuk membuat cake ubi jalar. Pasti cantik hasilnya. 

Nah, karena ubi yang saya beli terlampau banyak akhirnya saya mengutak-atik beberapa resep dengan menggunakan ubi jalar. Salah satunya adalah Donat Ungu Ubi Jalar ini.  

Ternyata dengan tambahan bahan ubi jalar, donat tetap mengembang cantik dan ketika digigit empuknya bukan main. Lezat sekali.  Bisa menjadi alternatif untuk memberdayakan sumber bahan pangan lainnya, tidak melulu menggunakan tepung terigu saja.

Yuk kita tilik resepnya.



Donat Ungu Ubi Jalar
Resep diadaptasikan dari Belzy'z Kitchen, Potato Doughnut with Choco Glaze

Untuk 20 donat

Bahan:

- 350 gram tepung terigu serba guna
- 100 ml susu cair, dingin
- 1 sendok teh ragi instan (saya menggunakan merk Fermipan)
- 1 sendok teh pengembang & pengempuk roti (saya menggunakan merk Baker's Bonus A)
- 250 gram ubi jalar ungu, kupas, potong-potong dan kukus hingga matang, haluskan dengan menggunakan blender untuk mendapatkan tekstur yang benar-benar halus
- 100 gram gula pasir
- 75 gram margarine
- 1/2 sendok teh garam
- 2 butir telur
- 1/4 sendok teh vanilli

Cara membuat:

Di mangkuk besar campur terigu, ragi, baker's bonus, gula pasir, vanili. Aduk hingga rata. Masukkan garam. Aduk.

Masukkan ubi jalar yang telah dihaluskan, tambahkan telur, susu cair dan margarine. Uleni adonan menggunakan tangan hingga adonan kalis. Jika adonan masih lengket di mangkuk, taburi dengan terigu sedikit-sedikit kemudian uleni kembali.  Kira-kira 4 - 5 menit.

Kemudian bulatkan adonan dan tutup mangkuk dengan plastik wrap atau lap basah. Istirahatkan selama + 20 menit.

Bagi adonan masing-masing dengan berat 50 gram, bentuk bulat. Tata di atas loyang. Tutup dengan lap basah atau plastik wrap. Istirahatkan selama 25 menit.

Bentuk adonan menjadi bulat dengan lubang di tengah. Goreng di minyak panas hingga kecoklatan dan matang. Angkat dan taburi dengan gula bubuk.

Cocok untuk menemani segelas teh hangat di hari libur. Hmmm...

Selamat mencoba :)


6 comments:

  1. mba ini sampe kalis aja ya ga usah sampe elastis.katanya kalo bikin donat ato roti harus sampe elastis, window test pen ya kalo ga salah istilahnya,hehe...yang kalo di tarik adonannya ga putus. nah inilah yang membuat sy frustasi. sampe kapan ngadonin hingga begitu?huhu..

    ReplyDelete
  2. Halo Mba Anita,
    Sampai kalis untuk adonan roti/donat berarti harus elastis, lentur dan lemas. Yup window test pen namanya, kalau ditarik akan terbentuk membran yang tak putus. Tapi nggak perlu terpaku dengan itu, tidak sampai terbentuk adonan seperti itupun roti/donat akan mengembang, asalkan airnya cukup, adonannya lemas dan lembek dan raginya berfungsi baik, sebenarnya menguleninya tidak akan frustasi banget dan nggak lama. Jika terlalu lengket, istirahatkan saja adonannya, biarkan ragi dan gluten bekerja, setelah 1 jam adonan akan lemas dan elastis. Dulu saya pikir menguleni adonan memang berat, untuk resep roti tertentu yang menggunakan sedikit air memang berat. Tapi untuk adonan2 roti dengan air yang banyak menguleni adonan adalah pekerjaan yang ringan, lumuri tangan dengan tepung selama menguleni agar tidak terlalu lengket. Hayu dicoba saja, sekali dua kali gagal adalah guru yang berharga ^_^

    ReplyDelete
  3. Mbak.. Td sakses bikin donat ungu, tanpa si baker's bonus Alhamdulillah tetep empuk, enyaaaakkk ;) Suami dan anakku terus-terusan bila enak sambil nyomot donat yang masih panas, hihihi
    Tinggal ngumpulin nyali buat bikin roti deh sama ngumpulin 'modal' buat beli oven, hihihihi
    Thankyou anyway for the donut recipe

    Salam sehat,

    Hanif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaa Mba Hanif, senang saya membacanya hahahah. Donat yang saya buat waktu itu juga enak Mba, cuman bentuknya parah, gak ada oke2nya, sampai pusing mau tampilin foto yang mana di blog wakakka. Thanks ya Mba

      Delete
  4. Mbak, aq da cb resep ini pk ubi madu cilembu jg. Emang manteubh bangeudh deh! teksturnya empuk. Tapi fillingnya aq pk selai marmalade & keju soalnya stok selai kacangnya gy g' ada. rasanya makin kaya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, saya jadi pengen coba pakai cilembu neh, pasti lebih empuk, lembut dan manis. Saya pakai ubi ungu agak2 keras hehehhe. Pasti enak banget ya, sip, thanks atas sharingnya ya Mba Mila.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...