31 Juli 2011

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju


Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Obsesi roti ke-8 yang saya posting ini adalah roti gandum isi daging cincang dan keju yang rasanya mantap! Apalagi ketika roti baru saja keluar dari dalam oven, disobek ketika masih setengah panas dan keju meleleh membasahi daging cincang yang terdapat di dalamnya. Seantero rumah menguarkan bau harum roti, keju dan daging yang terpanggang. Hmm, air liur pun langsung menetes dan mulut tak sabar untuk segera merasakan gigitan yang pertama. Surga! Rotinya sendiri dengan penuh semangat saya buat di bulan lalu, hanya saja mood saya baru sekarang tergerak untuk menuliskan resep dan cara membuatnya. Resep roti memang umumnya simple namun menjelaskan prosesnya yang membutuhkan banyak sekali kata-kata untuk dirangkai ^_^. 

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT
Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Banyak cara atau metode yang digunakan dalam pembuatan roti untuk menghasilkan rasa dan bentuk yang berbeda. Roti dengan style Jepang (Japanese style), umumnya memiliki tekstur yang lembut, fluffy, dan soft bagaikan kapas. Coba bandingkan dengan jenis roti dari Italia seperti ciabatta yang memiliki permukaan kulit yang crispy dengan bagian dalam roti yang beronggga-ronga besar atau jenis roti Perancis seperti si tongkat baguette yang keras. Seperti halnya dengan masyarakat di Jepang, masyarakat kita umumnya juga lebih menyukai tipe roti yang lembut, manis dengan pori yang halus serta terasa empuk. 

Perbedaan ini mungkin dikarenakan, bagi kita roti hanya merupakan snack atau camilan dan dimakan di sela makanan berat seperti nasi atau mie. Sedangkan bagi masyarakat Eropa dan sekitarnya, roti merupakan makanan pokok dan disantap bersama dengan sup yang kental, telur, keju, mentega, aneka daging dan olahannya serta berbagai macam sauce, sehingga dibutuhkan roti yang memiliki tekstur yang agak keras dan liat. Selain rasanya memang lebih pas juga agar tidak mudah hancur saat harus di sandingkan dengan bahan makanan lainnya, misalnya pada sandwich atau pizza.

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT
Tangzhong / water roux starter
Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Beberapa tahun yang lalu, Yvonne Chen menemukan sebuah metode untuk membuat roti yang empuk dan lembut, yang dituliskannya dalam buku Bread Doctor. Dalam buku tersebut dikatakan, bahwa tangzhong adalah merupakan 'teknik rahasia' membuat roti yang berasal dari Jepang untuk menghasilkan roti yang empuk dan lembut. Tangzhong sendiri merupakan pasta tepung (water roux starter) yang terbuat dari 1 bagian tepung dan 5 bagian air yang dimasak menggunakan suhu 65'C. Adonan ini sangat mudah dibuat dan sejak itu metode ini menjadi terkenal dan digemari oleh masyarakat. Sebenarnya apa sih kelebihan roti yang menggunakan tangzhong? Adonan tangzhong, selain membuat roti menjadi empuk juga menjadikan roti segar lebih lama. Pada suhu 65'C, gluten yang terkandung di dalam tepung dan air akan menyerap kelembaban dan mengembang. Ketika tangzhong ditambahkan ke bahan roti lainnya maka adonan roti akan menjadi lebih mengembang dan menghasilkan roti yang lebih lembut. 

Resep aslinya, roti ini terbuat dari tepung terigu biasa namun saya menggantinya dengan tepung gandum utuh yang banyak saya stock di dapur, jadi silahkan jika anda ingin menggunakan tepung terigu biasa ya.

Berikut resepnya. 

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Roti Gandum isi Daging Cincang dan Keju
Resep diadaptasikan dari blog Christine Recipes - Japanese Style Bacon and Cheese Bread

Untuk 1 loyang loaf roti ukuran standar

Bahan tangzhong:
- 50 gram tepung terigu protein tinggi (misal Cakra Kembar)
- 250 ml susu cair (bisa diganti dengan 50% susu cair dan 50% air biasa) 

Bahan Roti:
- 350 gram tepung gandum utuh (whole wheat bread), bisa diganti dengan tepung terigu protein tinggi (mis. Cakra Kembar)
- 50 gram gula pasir halus (saya tidak pakai)
- 1 sendok makan susu bubuk
- 1 sendok teh bubuk buttercream ( untuk menambah rasa), optional
- 2 sendok teh ragi instant
- 1/2 sendok teh garam
- 1 butir telur
- 125 ml susu cair
- 20 gram mentega, potong-potong
- 120 gram tangzhong (gunakan 1/2 tangzhong yang telah anda buat diatas)

Bahan isi:
- 200 gram tumis daging cincang, untuk resep daging cincang lihat di roti goreng isi kari daging
- keju cheddar parut sesuai selera

Glaze:
1 butir telur kocok lepas

Cara membuat:
Membuat tangzhong 

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Siapkan panci kecil, masukkan tepung dan 100 ml susu cair, aduk hingga tepung larut dan tidak menggumpal. Tambahkan sisa susu, aduk rata. Panaskan panci di kompor, menggunakan api kecil masak larutan tepung sambil diaduk menggunakan spatula hingga mengental dan menjadi adonan yang smooth. Angkat, biarkan uap panasnya menghilang dan tutup panci, biarkan mendingin. Sisihkan.  

Membuat roti

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung gandum utuh, gula pasir jika pakai, buttercream, susu bubuk dan ragi instan. Aduk hingga benar-benar rata. Tambahkan garam, aduk rata. Buat lubang di tengah-tengah tepung, tuangkan susu cair dan kocokan telur ke tengah lubang, biarkan hingga tepung terserap. Kemudian aduk dengan spatula hingga rata. 

Jika telah menjadi adonan basah tambahkan tangzhong, aduk dan uleni hingga kalis, adonan elastis dan tidak menempel pada wadah. 

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Tambahkan mentega, uleni hingga mentega dan adonan tercampur. Adonan akan lembek ketika mentega belum tercampur, terus lanjutkan menguleni hingga menjadi kalis, lembut dan elastis. Bulatkan adonan menjadi bola adonan yang padat dan istirahatkan di mangkuk yang telah diolesi dengan minyak pada permukaannya. Tutup mangkuk menggunakan kain bersih/plastik wrap rapat-rapat dan biarkan hingga mengembang 2 kali lipat (+ 1 jam). Jika menggunakan tepung gandum maka adonan tidak akan terlalu mengembang sebesar seperti menggunakan tepung terigu biasa.

Jika adonan telah mengembang dua kali lipat, saat ini adonan sangat lentur, lembut dan mudah untuk dibentuk. Bagi menjadi 4 bagian yang sama beratnya, cara paling mudah untuk membaginya yaitu dengan memanjangkan adonan kemudian potong-potong menggunakan gunting. Bentuk bulat masing-masing bagian, tutup dengan kain bersih dan istirahatkan kembali selama 15 menit. 


Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Letakkan sepotong adonan di atas meja kerja, pipihkan dengan cara menekannya dengan telapak tangan hingga menjadi bentuk yang oval, diameter kira-kira 10-15 cm. Beri 2 sendok makan tumisan daging, ratakan tumisan hingga memenuhi permukaan adonan. Taburi dengan keju cheddar parut. 

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT

Gulung adonan dan tata di loyang yang telah dialasi kertas roti, dengan bagian sambungan adonan berada di bawah. Lakukan hal yang sama pada sisa bagian adonan dan tata semuanya berdampingan di loyang.  Tutup loyang dengan kain bersih dan istirahatkan selama 40 menit. 

15-20 menit sebelum memanggang roti, panaskan oven set disuhu 180'C. Letakkan rak pemanggang di tengah.

Olesi permukaan roti dengan telur kocok, kemudian panggang di dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya selama 40 menit atau hingga permukaan roti mulai coklat keemasan. Keluarkan dari oven, biarkan agak menghangat sebelum dikeluarkan dari dalam loyang dan dinginkan di rak kawat. 

Obsesi Roti 8: Roti Gandum Isi Daging Cincang dan Keju JTT


Roti siap disantap. Yummy!


Sources:
Christine Recipes - Japanese Style Bacon and Cheese Bread
Wikipedia - Italian Breads



37 komentar:

  1. mbak, knp adonan saya kok lembek terus ya alias masih menempel di tangan banget ga bisa kalis, padahal saya udah uleni hampir 1 jam. Saya nguleni nya pake mixer signora grande. sampe mesin panas dan adonan juga ikut panas. apa yg salah ya?

    salam - Evie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Evie, Mba mencoba resep di atas? Coba keluarkan adonan dari dalam mikser, seharusnya menggunakan mikser roti tidak membutuhkan waktu hingga 1 jam, lebih singkat dibandingkan dengan cara manual dengan tangan. Jika adonan terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung dan uleni dengan tangan. Jangan lupa untuk selalu melumuri tangan dengan tepung agar adonan tidak menempel di tangan. Jangan menambahkan tepung banyak2, lebih baik adonan lembek dibandingkan keras. Asalkan adonan mulai terasa lemas maka proses menguleni selesai dan istirahatkan adonan. Jika ragi bekerja maka adonan akan menjadi lemas dan elastis.

      Hapus
    2. Halo Mba Evie, resep yang saya tulis diatas masih ada kekurangan, mohon maaf ya jadi tersesat. Adonan tangzhong yang dipakai hanya 120 gram saja atau 1/2 resep dari adonan tangzhong yang dibuat. Waduhhh, saya kurang teliti nihh.

      Hapus
  2. halo mbak. salam kenal yah, saya Riyani. Saya juga udah coba resep diatas , adonannya memang lembek banget, ga bisa dibentuk. trus saya cek ke source recipe nya, dari christine. ternyata adonan tangzhongnya cuman dipake setengahnya (120 gram), mgkn mbak lupa tulis. trus saya udah coba buat lagi dengan resep diatas dengan 120 gram adonan tangzhong, baru jadi. rotinya lembut banget. terima kasih yah mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Riyani, waaks iya saya lupa mencantumkan bahwa tangzhong yang dipakai hanya 1/2 resep saja. Maaapp, hiiks, Waduh entar berapa banyak yang telah tersesat dengan resep yang saya tulis ya. Mohon maaf sedalam-dalamnya ya dan makasih utuk Mba Riyani atas koreksinya. ^_^

      Hapus
  3. Halo mb,
    Saya udah bbrp kali baca soal tangzhong atau water roux. Di blog bule saya baca dia hanya pake air. Lalu di sebuah grup masakan balita ada yg airnya diganti susu. Nah berhub saya mo bikin untuk bayi saya yg masih 9bln,saya mo skip semua susu krn bayi saya hanya minum asi. Pertanyaannya,klo tangzhong ga pake susu masih tetep lembut kan mb hasilnya? Yg kedua,klo adonan roti diskip susu,gula,garam gmn ya mb hasilnya? Saya biasa beli roti gandum merek breadtalk u/ baby saya. Katanya sih aman u/ bayi. Tapi ya pasti lebih baik buat sendiri kan ya mb? Terima kasih sebelumnya sdh berkenan menjawab pertanyaan saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Weedya, saya sering buat tangzhong dengan air biasa, nggak pakai susu hasilnya oke2 saja kok. Sebernarnya adonan roti asalkan air cukup hasilnya akan lembut walau skip susu. Banyak resep2 roti saya yang gak pakai susu. Tambahkan telur saja Mba. Garam dan gula, gak wajib hukumnya, bisa skip kok. Coba pakai resep hokaido milky loaf, untuk terigunya campur dengan tepung gandum utuh. Kalau menggunakan tepung gandum semua, hasil roti kurang lembut.

      Hapus
  4. Mbak, bgmn dgn sisa tangzhong, apa bs kt simpan utk dipk lg kpn2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sisa tangzhong bisa disimpan di chiller Mba, dalam wadah rapat maksimal 3 hari saja ya.

      Hapus
  5. Mba Endang,
    Saya baru saja nyobain resepnya. Kok roti buatan saya tekstur luarnya keras ya? Apa pengaruh dari olesan yang saya pakai? Saya pakai madu. Atau kelamaan dioven?
    Gimana cara menghilangkan bau ragi di roti ya, mba? Sepertinya roti yang sudah dioven kok masih saja bau ragi. Apa cuma perasaan saya aja, karena udah blenger nyium bau ragi dari ngulenin adonan.
    Btw, thanks ya mba. Ditunggu pencerahannya. Masih ada sisa tangzhong. Mesti dieksekusi segera.
    Shena

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Shena,

      1. Untuk roti gandum, air harus cukup, jadi takaran yag saya berikan bisa beda2 tergantung jenis tepung gandumnya juga, yang penting adonan harus lembek ya, supaya roti soft
      2. panggang terlalu lama bisa membuat roti keras
      3. fermentasi kurang membuat roti masih berbau ragi, next time kurangi takaran ragi dan waktu fermentasi di tambah.
      4. menguleni yang kurang kalis juga membuat ragi gak maksimal.

      Hapus
  6. Oooh gitu ya mba? Oke, nanti saya coba lagi dan hasilnya saya laporkan.
    Makasih banyak mba Endang sudah sharing ilmu untuk pemula seperti saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, sama2 Mba, senang bisa membantu, moga next time sukses ya ^_^

      Hapus
  7. Yuhuuuu...akhirnya berhasil mba. Ternyata memang saya ngulenin adonannya kurang lama. Di percobaan ke 2, rotinya lembut, apalagi kalau dimakan hangat-hangat. Tapi kalau udah dingin memang jadi agak keras ya mba?
    Trus liat resep pizza pepperoni, setengah adonan yang masih sisa saya buat. Ternyata oh ternyata, rotinya terlalu lembut kalo untuk pizza. Saya yang terlalu pede, berpikir kalo adonan roti apa saja bisa juga dipakai untuk pizza. Hasilnya pizza agak "mblenyek", tapi tetep enak sih. Sausnya mantap mba, ga kalah sama pizza yang terkenal itu.
    Thanks a lot mba, next time I'll try again.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Homemade bread memang kalau sudah dingin lebih keras dibanding pabrikan ya. Pizza memang sebaiknya menggunakan resep pizza bukan adonan roti manis biasa, karena pizza perlu membentuk crust/permukaan roti yang keras di permukaannya agar tidak lembek saat terkena saus dan topping yag basah.

      sip, silahkan dicoba ya

      Hapus
  8. mba uda aku coba aku isiannya pake cheese sama ham heheh enak bgd loh :D cuma ngulennya itu bkin kapok wkakaka uda mau sejem masih nempel sdikit :') tapi rasanya sih juara hehehe kmrn nyoba bkin resep roti unyil uda lumayan tapi kalo bwt aku mantepan ini jauh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, wah pakai ham pasti mantap. thanks sharingnya ya. roti unyil lebih banyak kandungan butternya jadi kurang nampol ya hehehhe

      Hapus
  9. oh iy mau nannya ini mba pake keju parut biasa ato yg mudah leleh?aku pake mudah leleh tpi mahal juga ya kalo dibanding sama yg cheddar biasa hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai cheddar biasa bisa kok Mba, nggak harus yang meleleh

      Hapus
  10. oo tapi punya mba bagus gitu ya cheddar nya meleleh, aku pikirnya pake yg mudah leleh biar lebih enak eh tnyta yg biasa pun bisa meleleh hehehe trims banyak ya resep nya, uda hari ke3 dan masih empuk rotinya :D
    ada resep mousse coklat gitu ga mba?hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, belum pernah coba mousse coklat, pengen juga coba suatu hari nanti wakakkak.

      Hapus
  11. halo mbak Endang... saya udah coba resep ini 2 kali, pertama pakai ragi instant, yang kedua pakai ragi alami bikinan saya sendiri dr fermentasi salak, ternyata hasil akhirnya bagusan yang pakai ragi alami, rotinya lebih lembut, aromanya lebih harum & lebih tahan lama... saya bikin roti dengan resep ini karena anak saya yang minta, tp sejujurnya favorit saya adalah hokkaido milky-nya mbak Endang, super banget deh... ma kasih bgt yaaaa resep2 mbak Endang telah membuat hari-hari kami lebih ceria :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Any, thanks sharingnya, yep saya setuju hokaido memang lebih nendang. Sudah coba yang adonan roti unyilnya? itu juga mantep hehhehe. Saya belum bisa bikin ragi alami mba, suka gatot udah sering banget dicoba, mungkin Mba bisa share caranya? Thanks ya.

      Hapus
  12. mbaaaa aku mau kukus roti ini bsa gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Mba, saya belum pernah coba kukus tuhh, harusnya bisa ya hehhehe

      Hapus
  13. Mbaa...mau tanya perbandingan ragi Dan tepung. Misal tepung 1 kg raginya Harus brp banyak? Apa Cukup 11gr? Sy masih aga bingung kl soal perbandingan ragi itu. Thx yA mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, untuk 1000 gram tepung (1 kg) sekitar 2 sachet ya, 1 sachet itu 7 gram jadi sekitar 14 gram untuk 1 kg tepung. Kalau pakai rumusan sih ragi itu antara 0,5% - 1% dari berat tepung.

      Hapus
  14. Hi mbak endang, sy udah coba resep ini menggunakan terigu segitiga biru.... sy bikin 2 adonan 1 adonan sy kukus 1 adonan lagi sy panggang... hasilnya benar2 bagus dan enak.. untuk yg dipanggang rotinya lembut, untuk yg di kukus lembut dan kenyal... sekedar tips jika adonan nya mau dikukus untuk fermentasi kedua cukup 5 menit lalu kukus krn kl didiamkan terlalu lama hasil nya akan peyot2 gak bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanms ya mba sharingnya, senang sekali resepnya disuka, sukses selalu yaa

      Hapus
  15. Hai mbak,salam kenal.
    Mau tanya dunk,mbak endang ngluarin buku khusus resep mbak endang nggk,soalnya qu kalau nyoba resepnya slalu berhasil lho.
    Thanks mbak atas resepnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Khotim, salm kena[ ya mba, saya sudah mengelurkan 3 buku resep ya, tapi buku masakan sehari2 bukan kue. Ini linknya:
      http://www.justtryandtaste.com/2014/04/home-cooking-50-resep-masakan.html

      Hapus
  16. Mbak endang, kalau tepung gandum saya ganti dengan gandum yg diblender halus bisa ngak? Kebetulan ada stok gandum yg tdk terpakai. Komposisinya bgmn? Makasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Veronica seharusnya bisa ya, tapi saya sendiri belum coba, yang jelas berat tepung sama dengan resep ya

      Hapus
  17. Hai mbak mau nanya, adonan roti ini bisa dijadiin roti unyil nggak yah?

    Makasiiihh

    BalasHapus
  18. Mbak, kalau selama ngulenin saya tambahin air dingin boleh, semisal saya rasa adonan kering?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa Mba, air tidak masalah ditambahkan, lebih baik kalau adonan moist lembek dibandingkan kering keras

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...