31 January 2011

Membuat Roti Gandum Sendiri Di Rumah (100% tepung gandum utuh)



Bagi sebagian orang membuat roti sendiri di rumah merupakan hal yang sangat merepotkan dan terkesan kurang kerjaan. Bagaimana tidak? Kota Jakarta dengan seabrek bakery dan abang tukang roti yang bertebaran hingga ke pelosok kampung, menawarkan aneka roti dengan rasa yang beragam. Mulai dari yang murah meriah hingga yang mahal sekalipun, ada. Well, saya bukan sebagian orang dan bagi saya sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri tidak ada salahnya. Rasa roti yang baru keluar dari panggangan tidak ada duanya. Sungguh! Saat si roti masih hangat, fresh dengan bau ragi yang membuat seantero rumah anda bagaikan surga. Hmm....

Mungkin jika kita masih tinggal di kota besar dimana apapun tersedia dan mudah diakses - selama kocek kita mampu - menyiapkan makanan sendiri terutama yang cukup memakan waktu dalam memprosesnya dirasa kurang efektif. Tapi bayangkan, jika tiba-tiba anda harus hidup di kota kecil atau pelosok pedesaan dengan akses yang sulit dijangkau sehingga segala sesuatu butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Satu-satunya cara jika anda ingin menikmati makanan kegemaran adalah dengan membuatnya sendiri. Saat itulah skill memasak anda mungkin akan sangat berguna.  



Saya masih ingat ketika kemarin berbelanja ke pasar membeli ikan tengiri yang rencananya akan saya olah menjadi tekwan dan empek-empek. Seorang ibu paruh baya sibuk berkomentar dengan penjual ikan di sebelah, betapa saya membuang waktu dengan membuatnya sendiri sementara di luaran bertebaran penjual empek-empek dengan harga terjangkau. Si Ibu dengan bersemangat sibuk menyebutkan satu persatu pedagang empek-empek yang layak menjadi referensi bagi saya, dan sayapun hanya tersenyum lebar. Hmm, si Ibu memang tidak bisa disalahkan. Hanya saja seandainya beliau tahu bahwa obsesi utama saya terhadap empek-empek bukan pada bagian menyantapnya tetapi pada proses membuatnya, mungkin si Ibu akan semakin mengoceh tidak karuan dan ujung-ujungnya akan menganggap saya setengah gila :)

Okeh, kita hentikan cerita mengenai si Ibu dengan iringan doa semoga beliau tidak pernah terdampar di kutub dimana yang ada hanya es dan beruang kutub. Kembali ke membuat roti sendiri.  Beberapa kali mencobanya, saya merasa hasilnya kurang memuaskan, setelah saya membaca dengan seksama buku Baking With Passion dari Baker & Spice akhirnya saya baru menyadari bahwa proses yang saya lakukan memang kurang sempurna, terutama pada tahap menguleni adonan. Selama ini saya mengira jika adonan dinyatakan kalis maka adonan tersebut tidak lengket lagi, nah untuk roti ternyata bukan hanya itu  saja syaratnya tetapi adonan yang terbentuk harus elastis, kenyal dan halus. Ketika ditarik maka adonan akan melar dengan sempurna tanpa ada sobekan disepanjang tarikan. Menurut si buku, untuk mencapai adonan yang seperti itu tidak bisa hanya dengan berpatokan pada waktu menguleni tetapi kita juga harus bisa merasakan perubahan pada adonan, dari kasar menjadi smooth dan mudah dibentuk sesuka hati. Tentu saja jam terbang, praktek dan banyak membaca buku-buku yang berhubungan dengan baking akan membuat kita semakin tahu adonan seperti apa yang seharusnya kita hasilkan.



Berniat membuat roti yang sehat, saya memutuskan membuat roti gandum. Kebetulan saya masih punya tepung gandum utuh (whole wheat) yang saya beli di Titan, toko bahan kue langganan. Biasanya whole wheat ini hanya saya gunakan sebagai campuran tepung terigu untuk cookies atau cake tapi kali ini saya akan membuat roti tawar yang murni dari tepung gandum saja.  Saran saya sebelum anda membuatnya, jika anda tidak memiliki mixer khusus untuk roti seperti produk Kitchen Aid atau Bosch maka persiapkan stamina anda dengan sebaik-baiknya. Berbeda dengan tepung terigu yang relatif mudah diolah maka tepung gandum cukup ulet dan sedikit keras sehingga membutuhkan tenaga kuli untuk membuatnya menjadi adonan yang smooth dan siap dipanggang. Ehem, saya telah membuktikannya :). Untuk hasil rotinya, saya berani menyandingkannya dengan roti gandum yang dijual di toko roti. Empuk dan lezat. Kekurangannya adalah saya menggunakan loyang loaf yang kurang pas, terlalu kebesaran sehingga bentuk rotinya kurang kotak, agak setengah lingkaran. Sebaiknya gunakan loyang loaf yang pas dengan ukuran adonan, sehingga akan mengembang sempurna tinggi diatas permukaan loyang.

Bagi anda yang bergaya hidup sehat dan sangat menjaga asupan makanan yang masuk ke perut, nah tidak ada salahnya membuat roti gandum ini. Selain sehat, anda juga bisa sambil berolah raga ketika menguleninya. Wokeh, sebelum anda menimpuk saya dengan sandal jepit, yuk mari kita intip saja resepnya.


30 January 2011

Traditional Lasagna


Masakan Italia memang semakin akrab dengan lidah Asia kita, terbukti resto yang menyajikan masakan Italia laris manis dan ramai dikunjungi pembeli. Tentu saja cita rasanya telah disesuaikan dengan taste melayu kita. Contoh paling sederhana adalah Pizza Hut, resto cepat saji ini tidak hanya menyediakan pizza sebagai menu utama tetapi berbagai jenis masakan lainnya seperti spaghetti, fettuccine, atau lasagna. Ciri khas makanan Italia menurut saya adalah dari sausnya yang kental, kaya akan keju dan rempah-rempah. Italian seasoning atau rempah khas Italia ini biasanya terdiri atas basil, rosemary, thyme, oregano dan marjoram. Nah, bumbu rempah-rempah inilah yang menimbulkan aroma dan taste yang khas pada masakan Italia sehingga membedakannya dari masakan lainnya. Mungkin seperti rempah-rempah di masakan Padang ya. 

Mixed Herbs

29 January 2011

Gulai Kepala Ikan



Pagi tadi saya ke pasar tradisional Blok A, rencana saya adalah membeli tulang belulang sapi untuk kaldu Mie Kuah Vietnam - Pho Bo (resep menyusul). Saat menuju ke los daging di lantai dua, saya melalui los ikan segar. Selama ini kalau membeli ikan, saya cukup di lantai dasar saja, disana ada dua penjual ikan langganan yang koleksinya cukup lengkap. Tapi kali ini saya tergiur kala melihat tumpukan ikan yang begitu segar dan ukurannyapun jumbo-jumbo. Ikan merupakan lauk favorit saya jika dibandingkan daging sapi atau ayam, selain karena lebih sehat dan bebas kolesterol, dagingnya yang lembut sangat lezat  dan flexible untuk diolah menjadi aneka rupa masakan.

Ngiler melihat aneka ikan yang segar, tidak sadar beberapa jenis saya pilih untuk dibeli. Bandeng jumbo yang lagi luber karena menjelang Imlek, selar, kembung, tengiri yang rencananya untuk dibuat tekwan dan ikan kuwe. Yang terakhir saya beli karena abang penjualnya begitu insist meyakinkan saya jika ikan kuwe ini lezat dan dagingnya lembut. Tadinya saya naksir kakap di penjual sebelah tapi akhirnya tidak tega dengan si abang yang begitu bersemangat menawarkan jualannya akhirnya jadi juga si kuwe ini masuk ke kantong belanja saya.  


Saya minta ikan kuwenya di fillet dan kepalanya yang besar akan saya buat gulai kepala ikan seperti yang biasa di jual di resto Padang. Hmm, bagi maniak ikan seperti saya memang suatu seni tersendiri memisahkan daging ikan yang lezat dengan tulangnya. Menikmatinya perlahan hingga dagingnya licin tandas dan benar-benar yang tersisa adalah tulang yang berwarna putih :).

Untuk memasak masakan Padang, bumbu rempah yang kudu ada di dapur anda antara lain adalah jinten, ketumbar, kapulaga, kembang lawang/pekak, kayu manis, cengkeh dan dedaunan rempah seperti daun kuyit, salam dan daun jeruk purut. Ribet? Memang terkesan seperti itu tetapi jika telah terbiasa menggunakannya anda pasti tidak ingin ketika memasak rendang, gulai cincang, kari daging tanpa rempah-rempah tersebut. Rasanya ada yang hambar dan kurang pas. Lagipula rempah-rempah tersebut bukan bumbu mahal dan sulit dicari, anda bisa menemukannya di pasar-pasar tradisional di kemas dalam plastik-plastik kecil dengan harga murah dan bisa anda gunakan untuk beberapa kali memasak. 


Nah berikut resep untuk gulai kepala ikan ya, umumnya menggunakan kepala kakap, kali ini demi memanfaatkan yang ada saya menggunakan kepala ikan kuwe. Rasanya? Sama lezatnya.

28 January 2011

Muffin Labu-Jahe-Kacang (Pumpkin Ginger Nut Muffins)


Anda pecinta kue dengan rasa rempah yang spicy? Hmm, saya penggemar beratnya. Kue-kue dengan citarasa rempah menurut saya sangat lezat dan tidak membosankan. Jenis rempah yang umum digunakan untuk memperkuat cita rasa cake, cookies atau roti biasanya adalah kayu manis, pala, cengkeh dan jahe. Umumnya rempah bubuk ini dipergunakan di resep cake buah  namun resep dengan bahan dasar labu kuning (pumpkin) atau ubi jalar (sweet potato)  juga sering ditambahkan jenis rempah-remah ini.


Beberapa contoh rempah bubuk

Tips dari saya jika anda ingin menggunakan rempah bubuk ke dalam kue atau cake anda:
  1. Jika anda membeli rempah bubuk yang telah jadi di supermarket maka carilah produk yang berkualitas. Harganya memang lebih mahal tetapi anda tidak akan menyesal dengan hasilnya. Saya pernah membeli jahe bubuk suatu merk, harganya memang murah tetapi hasilnya membuat saya kecewa. Aroma dan rasa jahenya tidak terasa, justru yang ada rempahnya berbau apek. Bayangkan apa jadinya dengan rasa dan aroma kue saya nantinya?
  2. Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah. Saya pernah menggiling cengkeh dengan menggunakan blender kemudian disaring. Bubuk halus cengkeh tersebut saya simpan di dalam botol bekas selai.  Saya belum mencoba untuk jahe, kayu manis dan pala. Jika anda ingin mencobanya maka pastikan bahan yang akan anda blender dalam kondisi benar-benar kering agar bubuk yang dihasilkan tidak lembab dan menggumpal. Kondisi kering juga membuat rempah bubuk anda tahan lama, tidak mudah ditumbuhi jamur.
  3. Saya selalu menyimpan aneka rempah saya dalam botol tertutup rapat di dalam kulkas, cara ini menurut saya membuat rempah lebih awet baik aroma maupun fisiknya. 
Nah, resep muffin kali ini menggunakan bahan dasar dari labu kuning. Membuatnya sangat mudah seperti muffin pada umumnya. Muffin labu ini menggunakan rempah-rempah berupa kayu manis, pala dan jahe bubuk serta allspice. Allspice ini merupakan campuran rempah-rempah bubuk yang bisa anda beli di supermarket seperti Carefour atau Giant.  Saya menggunakan merk McCormick karena berdasarkan pengalaman walaupun merk ini harganya lebih mahal dari yang lokal namun hasilnya sangat memuaskan. Agar rasa rempah jahenya lebih nendang di resep ini juga ditambahkan manisan jahe (candied ginger) yang dicincang. Saya pernah mem-posting resep manisan jahe sebelumnya, anda bisa klik di sini.


Manisan Jahe
Untuk cetakan muffinnya saya menggunakan aneka cetakan apem atau kue mangkuk dan ada juga yang saya masukkan ke dalam kertas cupcake. Anda bisa menggunakan cetakan apa saja yang ada di rumah.

Berikut resep dan cara pembuatannya ya.

27 January 2011

Bandeng Masak Pindang Serani



Siapa sih yang tidak suka memasak masakan yang praktis, mudah dan cepat tetapi juga lezat? Saya termasuk salah satu pendukungnya, jika browsing di internet atau membaca buku/majalah mengenai resep masakan maka saya berusaha untuk mencari yang mudah dan cepat. Ternyata di kantor pun teman-teman saya rata-rata mempunyai pemikiran yang sama. Bagi pekerja kantoran seperti saya yang waktu untuk memasak sangat terbatas kecuali di hari libur maka resep dengan pengolahan yang ribet selalu dihindari. 

Saya punya tips memasak yang mungkin bisa anda coba di rumah:
  1. Untuk menghaluskan bahan-bahan bumbu seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih dan bumbu lainnya saya menggunakan blender.
  2. Cabai merah keriting biasanya saya beli dalam jumlah yang agak banyak, saya haluskan menggunakan blender dengan speed yang paling rendah agar biji cabai tidak halus tergiling. Kemudian saya masukkan ke dalam plastik-plastik kecil cukup kira-kira untuk 1 porsi masakan. Masukkan deh ke dalam freezer, cabai beku ini tahan hingga  1 bulan. Cara ini selain menghemat waktu ketika memasak juga membuat cabai awet, apalagi saat harga cabai mahal seperti sekarang, menyimpannya di kulkas begitu saja tidak akan membuatnya tahan lama. 
  3. Ketumbar dan kemiri saya sangrai terlebih dahulu, selain supaya lebih harum dan awet (kemiri suka sekali dimakan sejenis serangga bubuk) juga membuat ketumbar lebih mudah dihaluskan karena renyah. Untuk kemiri, cara ini mengurangi bau langunya. 
  4. Saya suka sekali menggunakan daun bawang pada masakan, hanya sayangnya daun bawang ini mudah sekali rusak walaupun di kulkas. Nah, biasanya supaya awet, daun bawang saya bersihkan, iris-iris kemudian masukkan plastik dan bekukan di freezer. Kalau butuh saya tinggal ambil secukupnya di freezer. Cara ini membuat daun bawang awet tetapi tidak mengurangi keharumannya.
  5. Daun jeruk yang harum, sedap untuk bumbu ikan kuah asam dan aneka masakan manado dan padang. Biasanya jika cuma dibiarkan di begitu saja di suhu kamar maka daun jeruk akan mudah kering dan warnanya menjadi kecoklatan, baunya juga tidak harum lagi. Supaya awet dan tidak cepat kering, biasanya saya bungkus dengan kertas kemudian dimasukkan ke kulkas bagian bawah (bukan freezer ya). Cara ini membuat daun jeruk walaupun kering, warnanya tetap hijau dan baunya tetap harum.
  6. Untuk masakan, saya suka masakan berkuah dimana didalamnya saya bisa memasukkan sayuran dan lauk sekaligus di dalamnya. Contohnya sup ayam atau sup bakso, sayur bayam dengan tahu atau sup ikan dengan sawi putih. 
Resep bandeng pindang serani di bawah ini salah satu contohnya, walaupun resep aslinya tidak menambahkan sayuran tetapi biasanya saya masukkan sawi putih, jamur, atau wortel kedalamnya supaya lebih lengkap. Untuk menyantapnya bisa dimakan begitu saja atau dengan menambahkan nasi putih. Hmm, segar, sedap dan praktis. 

Bagaimana dengan tips memasak anda di rumah? Mungkin anda bisa membaginya disini juga. 

26 January 2011

Cake Labu Kuning (Pumpkin Bread)


Kue ini menurut saya termasuk jenis cake, walaupun nama aslinya menggunakan kata bread di dalamnya. Berdasarkan hasil baca literatur sana sini ternyata di Amerika jika cake dipanggang menggunakan loyang loaf (loyang yang umum digunakan untuk memanggang roti) maka namanya adalah bread walaupun memiliki tekstur dan rasa seperti cake. 

Terlepas dari itu semua yang jelas tidak ada yang lebih memuaskan jika kita membuat kue dari resep yang murah meriah dengan cara yang sangat mudah namun hasil akhirnya: Wah! Nah, pumpkin bread ini salah satunya. Semua bahan cukup anda masukkan menjadi satu ke dalam mangkuk, aduk sebentar, tuangkan di loyang dan panggang. Trala! Jadi deh cake labu kuning yang sangat lezat. Tidak percaya? Saya awalnya pun begitu, dengan harap-harap cemas bercampur sedikit pesimis bahwa kue saya akan berakhir bantat namun ketika saya lihat melalui kaca oven dia menggelembung sempurna maka saya pun bersorak gembira. Ini memang kue yang sangat mudah!


Aneka rempah bubuk yang sering saya gunakan
Rasanya? Jangan khawatir, yummy pokoknya.  Cake ini kering dan garing di luar namun moist dan lembut di dalam. Untuk bubur labunya, membuatnya pun sangat mudah. Saya pernah posting mengenai resep pumkin puree sebelumnya, proses pembuatannya dengan cara di oven. Anda bisa klik disini jika tertarik untuk melihatnya. Tapi ada cara yang lebih mudah, cukup kupas labu, buang biji dan serat labu yang berada di tengah buah, potong-potong ukuran 3 x 3 cm. Kukus selama 1/2 jam hingga labu empuk dan mudah dihaluskan. Saya menggunakan sendok dan saringan kawat untuk menghaluskannya. Anda juga bisa menggunakan blender. Bubur labupun siap anda gunakan untuk bahan cake atau cookies. Jika tidak habis, masukkan  ke dalam wadah kedap udara dan simpan di freezer. Bubur labu tahan hingga 1 bulan. 

Resep aslinya menggunakan tepung terigu, supaya lebih sehat maka saya menggunakan campuran tepung terigu dengan tepung gandum utuh. Untuk minyaknya, saya menggunakan minyak zaitun sesuai resep aslinya, anda bisa menggunakan minyak goreng biasa.

Yuk kita intip resepnya.

25 January 2011

Muffin! Muffin! Muffin! Muffin Coklat!


Kalau sudah sekali berhasil membuat muffin, anda pasti ingin mencobanya lagi dan lagi dan lagi. Berhasil membuat yang versi pisang, anda akan mencoba yang keju, atau buah kering atau... coklat! Yang jelas sudah tidak ada lagi agenda untuk membelinya di bakery, selezat apapun si muffin dari bakery tersebut di klaim. Kue ini mudah proses pembuatannya dengan rasa yang lezat. Jikapun gagal dan sedikit bantat, toh anda masih bisa berkelit, "Emang begitu kok tekstur muffin" :). Kondisi itu yang saya rasakan dan alami sekarang. Kue  ini memang bisa menjadi alternatif cepat bagi anda jika kebetulan sedang ada acara atau menjamu tamu di rumah atau sebagai buah tangan ke kerabat. Hasilnya tidak mengecewakan.

Untuk tips membuatnya, anda bisa buka di Tips Membuat Muffin yang pernah saya posting sebelumnya. Semoga tips tersebut cukup membantu anda yang baru pertama kali mencobanya. Umumnya di adonan muffin coklat ditambahkan chocolate chips ke dalamnya. Berhubung persediaan choco chips saya telah habis maka saya hanya menggunakan coklat bubuk saja. Ngirit mode on.

Berikut resepnya.

5XE8KXK5VAAR

24 January 2011

Cake Keju Lemon


Bereksperimen di dapur memang tidak ada habisnya, ribuan resep masakan, cake, cookies dan roti yang membuat air liur menetes seakan tidak ada selesainya untuk dicoba. Memang menjadi keasyikan sendiri untuk mencoba aneka resep dan kemudian menebak-nebaknya "Gimana rasanya ya? Gimana bentuk jadinya? Oke atau nggak?". Dan menunggu ketika kue itu keluar dari dandang kukusan atau oven menjadi momen tersendiri. Jika hasilnya oke dan sempurna, hati rasanya berbunga-bunga dan semangat mencoba resep lainnya semakin menggebu. Jikapun gagal, bukan berarti sad ending story, karena kalau bisa saya akan coba lagi dengan lebih hati-hati. Bagi saya, semua itu merupakan pengalaman dan menjadi bagian yang unik dan seru dari memasak. 


21 January 2011

Brownies Kukus Keju Pandan (Pandan Cheese Brownies)


Walaupun bernama brownies, kue ini tidak berwarna coklat selayaknya brownies lainnya, tetapi untuk tekstur sama seperti brownies. Padat dan legit.  Selain lezat, brownies pandan ini mudah untuk dibuat. Jadi tidak ada salahnya jika anda mencobanya dirumah jika bosan dengan brownies coklat tapi ingin merasakan cake yang padat dan legit. Kue-kue berwarna hijau dengan aroma pandan memang menggugah selera, entah kenapa warna hijau di makanan terutama untuk kue selalu membangkitkan nafsu makan. Nah bagi anda yang masih pemula dalam urusan kukus mengukus cake maka tips untuk mengukus pernah saya posting sebelumnya di Tips Sukses Mengukus Cake, silahkan anda klik disini untuk membacanya. Topping buttercream memang terlihat berat di kue jadi terserah dengan anda apakah akan menggunakannya atau tidak karena tanpa topping pun brownies ini tetap terasa lezat.



20 January 2011

Bakpau Isi Ayam Tumis


Kalau anda sempat lewat di jl. HR. Rasuna Said saat sore jam pulang kantor maka anda akan menemui banyak sekali penjual bakpau yang berjejer di tepi jalur cepat. Bakpaunya memang terlihat menggiurkan apalagi jika si abang penjualnya baru saja membuka dandang kukusan, uap yang mengepul makin membuat air liur menetes. Bakpau yang empuk, lembut dan hangat, memang pas untuk disantap saat perut lapar keroncongan sepulang kerja. 

Sabtu kemarin saya jadi terpikir untuk membuatnya sendiri, membeli memang harganya tidak mahal dan rasa-rasanya makan satu buah juga cukup. Tetapi kalau membuatnya sendiri bagaimana ya? Di dorong rasa ingin tahu akan berhasil atau justru gagal maning lah yang membuat saya mencoba untuk membuatnya. Apalagi dengan membuatnya sendiri saya jadi bebas untuk menggunakan isi bakpau sesuai selera saya. 

Sebenarnya membuatnya tidak sulit, saya mengambil resepnya dari salah satu website masakan asia yang saya suka kunjungi. Hasilnya? Terus terang roti bakpaunya belum bisa bersaing dengan abang-abang di pinggir jalan, selain bakpau buatan saya agak sedikit lebih keras juga bentuknya masih compang-camping. Perlu jam terbang tinggi rupanya untuk membuat seperti yang dijual di luaran. Saya sengaja tidak menggunakan tepung bakpau yang dijual di supermarket karena ingin mencoba menggunakan tepung terigu seperti yang  terdapat di resep aslinya. 

Jika anda tertarik, berikut ini resep dan caranya ya.

19 January 2011

Lempeng Pisang


Seandainya anda memiliki 1 sisir pisang kepok  di rumah, apa yang akan anda buat darinya? Kolak pisang? Atau pisang goreng? Nah, saya memilih untuk mencoba membuat lempeng pisang. Makanan yang mirip-mirip pancake ini sangat lezat dan patut anda coba jika anda bosan dengan variasi olahan pisang yang biasanya. Bentuknya yang mirip pancake ini sebenarnya karena saya mencetaknya menggunakan cetakan pancake, jika anda tidak memilikinya dan tidak mau ribet bisa langsung dituangkan ke pan teflon tanpa harus dicetak. Saya termasuk penggemar berat pisang dan segala olahan yang dibuat dari buah ini. Nah, lempeng pisang ini memang pas sekali untuk melewatkan waktu anda bersantai di rumah disaat cuaca mendung dan dingin ditemani dengan keluarga tercinta. 


18 January 2011

Cake Buah Kukus (Steamed Fruitcake)


Satu lagi cake kukus yang lezat dan mudah untuk dibuat, cake buah kukus. Jika biasanya saya membuat cake buah dengan cara di panggang kali ini saya mencoba dengan cara kukus. Cake atau roti yang dikukus rasanya memang lembut, moist dan lezat tidak kalah dengan versi ovennya. Resepnya saya ambil dari buku resep masakannya Ny. Liem, resep kue-kue kukusnya memang lezat, dan beberapa saya pilih untuk dicoba di dapur. Terutama tentu saja resep yang mudah proses pembuatannya dan bahannya juga terjangkau harganya :).


Untuk buah keringnya saya menggunakan sultana, sebelum dimasukkan ke dalam adonan, taburi sultana terlebih dahulu dengan tepung terigu sebanyak 1 sendok makan agar sultana tersebar merata ke seluruh cake dan bukan memilih untuk tenggelam ke dasar loyang. Uniknya dari cake buah kukus ini adalah, tepung terigu yang digunakan adalah tepung terigu protein tinggi (Cakra), padahal setahu saya untuk cake dan cookies menggunakan tepung terigu protein rendah. Hasilnya adalah cake kukus yang padat tetapi lembut. Lezat!

Tips untuk cake kukus pernah saya posting sebelumnya di resep cake marmer kukus, anda bisa klik disini. Yang paling penting adalah panaskan dandang kukusan sebelum cake dimasukkan, kemudian alasi permukaan dandang dengan kain bersih sebelum anda tutup dengan penutup dandang. Jangan buka-buka dandang selama proses pengukusan ya agar cake mengembang sempurna. 
Berikut ini resepnya.

16 January 2011

Sup Seafood Batam


Pernah makan sup ikan batam atau sup seafood di resto Yongki? Sekali anda merasakannya pasti akan ketagihan. Ikan kakap yang dimasak dalam kuah sup yang segar dengan bumbu khas resto tersebut ditambah dengan potongan tomat hijau dan sawi asin, sebagai pelengkapnya biasanya disandingkan kecap asin dan potongan cabai rawit hijau. Sangat lezat dan segar sekali. Ikannya benar-benar lembut dan tidak terasa amisnya sama sekali.  

Membuatnya sendiri ternyata tidak sulit dan prosesnya juga cepat, untuk rasanya tidak kalah dengan yang kita santap di resto. Saya menemukan resepnya sudah lama di blog Kumpulan Resep Mommy Dian dan sejak itu saya sering sekali memasaknya di rumah. Biasanya yang saya masak adalah versi sup seafoodnya, menggunakan ikan kakap, udang dan cumi-cumi. Hmm, so yummy!



Tipsnya adalah gunakan seafood yang segar supaya rasanya tidak amis dan kuahnya juga terasa lezat. Jika anda menggunakan kakap utuh, sebaiknya ikan kita fillet kemudian kepala dan tulangnya direbus dahulu untuk membuat kaldunya. Air rebusan disaring dan siap digunakan untuk sup. Kuah supnya tentu saja lebih sedap. Berhubung saya membeli fillet ikan maka saya tidak menggunakan kuah kaldu dari kepala dan tulangnya. Sebagai gantinya, kepala dan kulit udang saya rebus untuk mendapatkan kuah kaldu udang. Tetap lezat tuh :).

Tips lainnya, masukkan tomat hijau dan sawi asinnya ketika sup akan diangkat ya, supaya tomat tidak lunak dan sawi asinnya tetap renyah. 

Ayo kita masak.

15 January 2011

Cara Membuat Steamed Bun (Roti Kukus Isi)


Roti kukus ini menggunakan adonan bakpau, ketika saya membuat bakpau kemarin saya mencoba sebagian adonannya untuk dikreasikan menjadi steamed bun. Bentuknya unik, menyerupai sandwich hanya saja roti yang digunakan untuk menjepit isinya adalah roti kukus. Steamed bun ini sangat flexible untuk diisi apa saja selayaknya sandwich, disini saya isi dengan sapi lada hitam sisa kemarin dan sebagian saya isi dengan daging ayam cincang tumis. Anda juga bisa mengisinya dengan keju dan buah-buahan seperti pisang dan strawberry atau diolesi dengan selai pun sedap.


Anda bisa membuatnya dalam jumlah yang banyak, masukkan saja ke dalam wadah kedap udara dan simpan di freezer.  Ketika memerlukannya anda tinggal panaskan ke dalam kukusan dan roti lembut kembali. Roti kukus diklaim lebih sehat karena jumlah mentega yang digunakan tidak sebanyak cake/roti yang dipanggang. Proses pengukusan membuat roti atau cake yang dikukus menjadi moist dan lembut meskipun sedikit menggunakan mentega dalam adonannya. Berbeda dengan roti atau cake panggang, jika kurang mentega maka teksturnya akan kasar dan untuk menelannya memerlukan guyuran air yang banyak.

Steamed bun ini unik dan cantik, jadi tidak ada salahnya anda coba untuk menghidangkannya di rumah sebagai pengganti roti tawar, variasi yang unik untuk sarapan atau bekal di kantor. Untuk resep sapi lada hitam, saya pernah posting sebelumnya, anda bisa klik disini.

Berikut ini resep steamed bun, jangan takut dengan instruksi yang panjang karena sebenarnya membuatnya sangat mudah dan cepat :)

Blondie dengan Coklat Putih


Jangan salah sangka, blondie yang ini bukan cewek bule berambut pirang ya, atau grup musik jadul asal Amerika. Blondie yang ini adalah sejenis brownies hanya saja karena warnanya tidak coklat seperti brownies dan menjurus ke krem maka kue ini disebut blondie. Anda pasti berkata, "Di foto nggak blondie malah brownie banget". Nah, itu karena gara-gara saya tidak memiliki brown sugar maka saya menggunakan gula palem sebagai penggantinya. Mungkin seharusnya gula palemnya takarannya dikurangi lagi dan lebih diperbanyak gula pasirnya sehingga warnanya benar-benar blonde.

Blondie, berbeda dengan saudaranya brownies tidak menggunakan coklat. Coklat yang biasa dipakai adalah coklat blok berwarna putih supaya kue ini bisa berwarna krem dan tepat menyandang nama blondie. Kue ini rasanya legit dan lembut serta tidak cepat membuat bosan karena ada aroma dan rasa rempah-rempah di dalamnya. Lezat dan bikin nagih.




Membuatnya juga sangat mudah, tips dari saya sebaiknya coklat putih blok dipotong kecil-kecil atau diiris menggunakan pisau tajam  supaya bisa menyebar ke seluruh kue. Saya memotong coklatnya terlalu besar dan coklat-pun tenggelam dengan sukses di dasar kue. Resepnya masih saya ambil dari bukunya Ms. Martha Stewart, Cookies, soalnya resepnya lumayan mudah :). Baking soda di resep asli saya ganti dengan baking powder sehingga kue menjurus ke cake daripada cookies.

Yuk kita coba.

14 January 2011

Tart Apel ala Prancis


Tart apel ini mirip-mirip dengan pie ya, bedanya kulitnya tidak remah atau flaky (berlapis-lapis) seperti umumnya pie apel dari Inggris atau Amerika. Tetapi kulitnya (crust)memang agak kaku namun tetap renyah. Kalau biasanya dalam pembuatan kulit pie, setelah tepung dan mentega tercampur menjadi butiran kecil dan air es dimasukkan maka kita mencampurkannya dengan ujung-ujung jari agar menjadi adonan yang smooth dengan sesedikit mungkin menyentuh adonan dengan tangan secara langsung. Maksudnya agar mentega tetap berbutir-butir sehingga kulit menjadi berlapis ketika dipanggang, mirip-mirip dengan pastry.


Untuk tart apple ini justru kebalikannya, saat air telah dimasukkan ke adonan maka kita harus menguleninya dengan telapak tangan hingga menjadi adonan yang smooth. Ini yang menyebabkan kulit tart yang terbentuk tidak flaky tetapi masih tetap renyah.  Kalau dilihat dan dirasa memang mirip-mirip dengan kulit nastar hanya lebih firm tidak serapuh nastar.

Resepnya saya ambil dari blognya Lily's Wai Sek Hong, blog yang oke sekali dengan resep-resep kue yang menarik.  Hanya untuk isinya saya melakukan modifikasi, saya tidak menggunakan apple sauce untuk melapisi permukaan adonan tart tetapi menggunakan selai nanas, soalnya selai itu yang banyak di rumah :). Jika anda tertarik untuk mengikuti resep aslinya, anda bisa klik di link yang saya sertakan di bawah.

Tart apel ini lezat, dengan kombinasi yang pas antara kulit tart yang renyah dengan apel yang sedikit asam. Jika sulit menemukan apel granny smith, anda bisa menggunakan apel jenis lain yang keras dan agak asam seperti apel malang.

Jika anda tertarik resep dan cara membuatnya, berikut ini saya lampirkan.

13 January 2011

Sapi Lada Hitam


Meskipun sering makan sapi lada hitam di restoran saya belum pernah mencobanya sendiri di rumah. Padahal ketika dicoba menu ini sangat sederhana baik bumbu maupun proses memasaknya. Rasanya juga lezat, tidak kalah dengan yang dijual di resto. Padahal kalau membelinya di resto, sapi lada hitam tergolong menu yang agak mahal menurut standar saya. Yah, sejak hari ini tentu saja saya tidak akan membelinya lagi di resto karena memasaknya sendiri di rumah jauh lebih memuaskan hasilnya.




Hal yang terpenting dalam mengolah masakan ini adalah mengiris daging sapi setipis mungkin, ini agak sulit untuk dilakukan kecuali anda meminta tukang daging untuk melakukannya. Tapi jika tidak, saya punya tipsnya. Bekukan daging di freezer hingga setengah beku, atau jika anda telah memiliki daging beku di kulkas maka biarkan di suhu ruang hingga setengah beku. Dalam kondisi seperti ini daging mudah kita iris menjadi potongan yang tipis. Asah pisau terlebih dahulu ya, supaya ketajamannya maksimal.

Tips lainnya adalah gunakan lada hitam yang masih fresh sehingga aroma dan rasanya kuat, berhubung namanya sapi lada hitam tidak lucu kan kalau lada hitamnya tidak terlihat dan tidak terasa. Tumbuk kasar lada hitam butiran untuk mendapatkan lada yang benar-benar fresh.

Yuk mari kita tengok resepnya.

12 January 2011

Oatmeal Fruit Bars



Terlalu sering menghidangkan makanan manis dan mengandung tepung tentu saja tidak baik bagi anda dan juga keluarga, apalagi jika buah hati anda doyan ngemil seperti keponakan saya, Fatih, hingga kelebihan berat badan dan harus dipaksa untuk memperbanyak aktifitas fisik seperti bermain bola dan naik sepeda :)

Tetapi jangan sampai juga karena takut berat badan berlebih membuat anda tidak pernah menghidangkan kue-kue di rumah untuk keluarga. Dengan pemilihan jenis makanan yang cermat dan bijak maka keluarga anda bisa tetap menyantap kue secara sehat. Pilihlah kue-kue yang menggunakan tepung gandum utuh (whole wheat) atau rolled oat sebagai salah satu bahannya. Buah-buah kering yang ditambahkan ke dalam cake atau cookies juga baik untuk kita karena banyak mengandung serat, vitamin dan mineral.


Oatmeal fruit bar yang saya posting kali ini menggunakan oatmeal dan buah kering sehingga lebih sehat, untuk pemanisnya anda bisa menggunakan madu sebagai pengganti gula pasir yang saya gunakan di resep ini. Resepnya saya ambil dari buku Martha Stewart, Cookies.

Jika anda berminat yuk kita intip resepnya.

Sayap Ayam Isi


Saya akui saya memang agak kurang kerjaan :), walaupun kondisi rumah kacau balau dan tukang bangunan bersliweran karena dalam proses renovasi rumah Pete, masih saja saya mencoba memasak lauk yang rumit dan memakan waktu untuk membuatnya. Semua karena didorong rasa penasaran. Sayap ayam isi ini bukti keisengan saya, walaupun saya kemudian merasa puas dengan hasilnya. Bagaimana tidak? Untuk membuatnya membutuhkan proses panjang dan kesabaran, belum lagi bau amis daging ayam sempat membuat perut saya sedikit bergolak. Walaupun setelah jadi dengan sombong saya berkata, "Whew, cuma begitu tho?".

Sebenarnya membuatnya tidak sulit. Swear! Begitu tulang di dalam sayap terlepas maka pekerjaan selanjutnya menjadi lebih mudah. Tapi membuat tulang keluar dari kulitnya membutuhkan kehati-hatian karena sesedikit mungkin kita harus menghindari kulit menjadi sobek. Sayap pertama saya berakhir menyedihkan, bolong disana sini, tapi sayap berikutnya saya jadi tahu dimana letak kesalahannya. Mengerjakan sayap ke-3 saya mulai sesumbar dan menganggap diri expert. Expert di sayap ayam? Sepertinya bukan keahlian yang bisa dibanggakan ya?


Okeh, by the way anyway busway, diluar kerumitan membuatnya, lauk ini rasanya lezat dan tampilannya unik. Jika anda tertarik untuk membuat sayap ayam isi ini, mungkin untuk bekal lauk buah hati anda sebagai variasi menu sehari-hari maka persiapkan waktu anda sebaik-baiknya agar hasilnya maksimal. Anda bisa membuatnya dalam jumlah banyak sekaligus, kemudian simpan di freezer. Jika diperlukan maka tinggal digoreng sebentar saja.

Tips lainnya adalah pilihlah sayap ayam yang agak gemuk sehingga ukurannya besar, sayap ayam yang seperti ini lebih mudah untuk diolah menjadi sayap isi dan penampilannya tentu saja lebih menarik karena ukurannya yang lebih gendut dan jumbo. Bahan isinya bisa anda tambahkan sayur mayur cincang supaya lebih sehat bagi buah hati anda. Satu lagi tipsnya, jangan mengisi adonan terlalu penuh ya, karena saat sayap dikukus maka adonan di dalamnya akan mekar dan mengembang, jika terlalu banyak isi kemungkinan kulitnya akan pecah.

Berikut resepnya jika anda berminat.

11 January 2011

Membuat Siomay Sendiri Di Rumah


Kepingin makan makanan yang tidak terlalu berat tapi cukup memuaskan? Negeri ini punya banyak sekali pilihan jenis makanan semacam itu, sebut saja bakso, gado-gado, bubur ayam, batagor dan tentu saja siomay. Siomay atau Siu Mai tentu saja bukan makanan asli Indonesia, makanan ini merupakan salah satu jenis dumpling, varian dim sum yang berasal dari China, melalui proses adaptasi  di negeri kita terciptalah siomay dengan bumbu dan racikan saus kacang yang  disesuaikan dengan lidah lokal. Salah satunya yang terkenal tentu saja Siomay Bandung, begitu banyak resto di Bandung yang menyajikan siomay dan batagor yang lezat sehingga rugi rasanya kalau kesana melewatkan kesempatan untuk menikmati makanan ini.

Di Jakarta banyak juga restoran atau toko kue yang meyediakan siomay yang lezat,  salah satunya yang saya suka beli adalah siomay di Kari Umbi.  Kebetulan jarak rumah Pete yang tidak terlalu jauh dengan Blok M, tempat dimana Kari Umbi membuka salah satu cabangnya. Siomay-nya imut-imut dengan rasa ikan dan udang yang kuat, lezat sekali. Karena imut-imut maka sekali duduk makan bisa menyantap beberapa buah sekaligus. Sedap.




Tapi bagaimana jika rumah tinggal anda jauh dari mana-mana, boro-boro siomay yang lezat, mencari warung padangpun susah. Atau ketika anda sedang malas keluar rumah, tapi ingin menyajikan sesuatu yang spesial hasil karya anda sendiri untuk keluarga? Atau... mungkin hanya sekedar mengasah ketrampilan memasak untuk mencari kepuasan diri jika berhasil membuatnya, seperti yang saya lakukan. Nah, kalau anda mengalami satu dari hal-hal diatas mengapa tidak mencoba untuk membuat siomay sendiri? Caranya mudah dan rasanya lezat. Anda bisa menggunakan kulit pangsit siap pakai yang banyak di jual di pasar & supermarket atau membuat kulitnya sendiri. Resep kulitnya silahkan klik postingan saya sebelumnya di Adonan Dasar Untuk Kulit Dumpling & Siomay. 

Berikut resepnya.

Pukis Kelapa



Jangan terkecoh dengan foto pukis yang saya sertakan di postingan ini, kue ini benar-benar pukis dan bukan apem :). Bentuknya yang menyerupai apem ini karena berhubung saya  tidak memiliki cetakan pukis maka saya mencetaknya menggunakan cetakan cara bikang. 


Membuatnya sangat mudah dan cepat, rasanya juga lezat dan tekstur kuenya lembut.  Seharusnya kue ini ditaburi dengan gula pasir pada permukaannya, gula pasirnya tidak saya taburkan tetapi saya tambahkan pada adonan. Kue-kue tradisional yang dipanggang seperti ini memang laziz dan cocok untuk menemani sore anda dengan segelas teh manis hangat dan sebuah buku yang bagus. 

Berikut resepnya. 

10 January 2011

Step by Step Dumpling Ayam & Udang


Dumpling merupakan salah satu jenis dim sum yang banyak penggemarnya. Makanan ini biasanya umum disajikan ketika kita bersantap di resto yang menyajikan dim sum food. Dim sum sendiri adalah istilah dalam bahasa Kanton yang artinya makanan kecil. Variannya selain dumpling antara lain bak pau dan kaki ayam dim sum.  

Dumpling biasanya terdiri atas daging cincang ditambah dengan sayur-sayuran yang dibungkus dengan selembar kulit yang terbuat dari adonan tepung. Jenis dumpling-pun bermacam-macam, misalnya Jiaozi, dumpling ini berisi daging cincang dan sayuran biasanya dimasak dengan cara direbus dan memiliki kulit yang tebal. 

Potstickers, adalah dumpling yang proses memasaknya dengan cara pan fried, dumpling dimasak di dalam pan/penggorengan datar menggunakan air dan minyak hingga air habis sehingga bagian bawah dumpling menjadi berwarna kecoklatan. 

Dumpling udang atau Har Gau, ini merupakan dumpling yang berisi udang dan rebung, keunikan Har Gau adalah kulit pembungkusnya yang licin dan mengkilap nyaris  transparan. Yang paling umum kita kenal mungkin Siu Mai alias siomay, nah dumpling yang ini pasti sering sekali kita makan. Keunikannya adalah bentuknya yang seperti keranjang mungil, biasanya terbuat dari daging ayam, ikan atau udang.  


Nah, berawal dari kegemaran menyantap dumpling udang yang saya suka beli versi bekunya, saya pun jadi ingin mencoba membuatnya. Apalagi dumpling udang (Har Gau) harganya tidak bisa dibilang murah. Membuatnya sendiri tidak terlalu banyak memakan biaya, hanya membutuhkan kesabaran untuk mengolahnya. 

Versi pertama saya membuat dumpling,  beberapa bulan yang lalu, kulit dumpling tidak shiny dan translucent seperti yang dijual di resto dimsum. Cari-cari infonya di buku resep masakan dan internet ternyata tepung untuk membuat adonan kulitnya bukan tepung terigu, tetapi menggunakan wheat starch dan ditambah tepung tapioka. Saya mengganti wheat starch dengan tepung ten mien (tepung khusus dumpling) ditambah terigu dan tapioka. Klik disini untuk melihat resep kulit dumpling yang saya posting di Dasar Membuat Kulit Dumpling & Siomay.

Untuk kali ini dumpling saya anggap 'hampir' berhasil, kulitnya cukup shiny walaupun kurang transparan dan bentuknya masih kurang oke. Yup, soal rasa memang mantap tapi untuk soal penampilannya harus banyak belajar. Again?!  

Isi dumplingnya saya menggunakan daging ayam cincang dan udang. Jika anda tertarik untuk mencobanya di rumah berikut ini saya sertakan resep dan step by step membuatnya. 

Adonan Dasar Untuk Kulit Dumpling dan Siomay


Bagi saya yang menggemari dim sum seperti dumpling dan siomay, mampu membuatnya  di rumah menjadi tantangan tersendiri. Kulit dumpling yang shiny dan translucent memang tidak mudah dibuat, apalagi bentuknya yang unik menyerupai dompet mungil nyaris bisa dibilang seni tingkat tinggi. Kalau untuk kulit siomay bisa kita akali dengan menggunakan kulit pangsit yang banyak dijual di pasar tetapi bagaimana dengan kulit dumpling? Kulit dumpling berbeda dengan siomay, warnanya putih, licin dan transparan sehingga isi udangnya yang berwarna merah hampir terlihat dari luar. Cantik sekali.  

Libur kemarin saya pun mencoba membuatnya, saya pernah membuat dumpling beberapa bulan yang lalu tetapi menurut saya hasilnya kurang maksimal. Kali ini saya mencoba memodifikasi resep adonannya. Saya baca dari beberapa sumber, tips untuk memberikan efek shiny dan translucent pada dumpling yaitu dengan menambahkan tepung tapioka dan di beberapa resep juga menambahkan wheat starch. Informasi mengenai wheat starch adalah sejenis pati (bukan tepung) yang terbuat dari biji gandum. Wheat starch ini umumnya dipakai untuk membuat kulit dumpling. 


Nah karena saya tidak memiliki wheat starch maka saya menggunakan tepung ten mien - bisa dibeli di supermarket besar dan toko bahan kue - tepung ini khusus untuk membuat dumpling jadi saya rasa mungkin mengandung pati jagung.  Tapi karena saya belum pernah mencoba menggunakan tepung ten mien dan takut gagal mode on maka saya mencampur adonannya dengan terigu. Hasilnya, kulit dumpling shiny dan 'hampir translucent' hanya saja kok warnanya tidak putih seperti yang dijual di resto dim sum ya? Wah, mungkin seharusnya saya hanya menggunakan tepung ten mien saja tanpa mencampurnya dengan yang lain. Well, saya masih punya sisa adonan isi di freezer, next saya akan mencoba cara tersebut. Semoga berhasil :).

Kulit dumpling ini juga bisa digunakan untuk membuat siomay hanya saja jangan menggilas adonan kulitnya terlalu tipis. Untuk resep isi dan membuat dumplingnya, saya posting di Step by Step Membuat Dumpling Ayam dan Udang. 

Jika anda tertarik berikut resep adonan kulit hasil modifikasi saya dan jika anda tertarik dengan resep aslinya silahkan saja klik ke link websitenya di bawah.

09 January 2011

Delicious Pancakes


Sarapan apa yang lezat dan cepat membuatnya serta dijamin buah hati dan keluarga anda pasti senang menyantapnya? Well, anda mungkin bisa menyebutkan puluhan jenis makanan tetapi saya akan memilih pancake. Pancake yang lembut dan mengembang dengan pas serta baru saja keluar dari pan. So delicious!  Pancake ini adalah makanan favorit keponakan saya, Rafif, selain pizza keju tentunya. Krucil satu itu bisa menghabiskan setumpuk pancake yang terhidang di depannya dengan cepat hingga membuat amaze orang dewasa yang melihatnya. Tapi memang tidak bisa disalahkan, pancake hangat nan empuk yang di siram dengan madu memang tidak ada duanya. 


Resto Pancious menurut saya menyediakan pancake yang yummy, biasanya saya suka pesan cheese pancake-nya. Pancake dengan saus keju yang nendang banget. Yah, kalau sekali-sekali makan disana sih tidak apa-apa, hanya saja jika bisa membuatnya sendiri di rumah sebenarnya bahan-bahan yang diperlukan tidak mahal dan waktu pembuatannya pun sangat singkat. Setumpuk pancake ready hanya dalam 15 menit. Tidak percaya? Monggo di coba saja. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...